Sunday, August 5, 2018

, , ,

Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry


Liburan ke Pahawang bareng ASDP Indonesia Ferry

Assalamualaikum, udah bahagia belum detik ini? Bersyukur dulu geh biar Allah SWT kasih kita bahagia. Akhirnya aku muncul lagi mengisi kekosongan blogku selama dua minggu menghilang. Eiiiits, aku menghilang sementara buat mencari wangsit tulisan yang kira-kira agak fresh buat dibaca. Maklum cita-cita sih mau fokus jadi Travel Blogger, tapi travelingku belum secanggih orang-orang. Maafkan ya kalau tiba-tiba cerita travelingku cuma ke pasar misalnya, hehe.

Alhamdulillah, kali ini travelingnya agak bener lagi nih setelah dulu main agak jauh ke Derawan, Kalimantan Timur. Aku trip bareng ASDP Indonesia Ferry dan juga teman-teman Blogger dari berbagai daerah. Kenalan dulu yuk sama mereka di Instagram, ada @kamilahkinanti (Jakarta), @feryarifian (Malang), @damaskecil (Jakarta) dan @heyho_traveler (Bali).

Pemenang Lomba Blog ASDP Indonesia Ferry
Pemenang Lomba Blog Asiknya Naik Ferry

Baca juga: Asiknya Merajut Asa dan Silahturahmu Bersama ASDP Indonesia Ferry

Jadi ceritanya kami berlima itu menang lomba blog yang diadakan ASDP Indonesia Ferry, nah hadiahnya tuh main ke kantor ASDP dan liburan bareng mereka ke Pahawang selama 3N2D. Perjalananku dimulai dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soeta. Ya, rumahku memang di Lampung dan Pahawang pun berada di Lampung, tapi kami semua kumpul di Kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry yang ada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Biar gak cuma tahu ASDP ada di Pelabuhan Bakauheni dan Merak aja. Sampai di Bandara Soeta aku langsung bergegas menuju kantor ASDP.

Bandara Radin Intan II Lampung
Bandara Radin Intan II, Lampung.
Terbang dari Lampung menuju Jakarta
Terbang dari Lampung menuju Jakarta


Suasana di dalam pesawat ketka menuju Jakarta
Suasana di dalam Pesawat ketika menuju Jakarta
Hari mulai sore dan aku cukup terhibur ditengah macetnya kota Jakarta karena aku masih bisa menikmati suasana sore yang indah di perjalanan. Langit kemerahan Jakarta berpadu serasi dengan bayangan gedung-gedung tinggi, ini cukup membuat pendengaranku kabur dari curhatan Pak Supir taksi tentang politik dan keluhan lain tentang negeri tercinta. Bukan sengaja tak mendengarkan apa yang beliau sampaikan, aku hanya ingin kembali menjejaki Jakarta dengan perasaan bahagia. Karena tujuanku adalah liburan.

Tiba di Bandara Soeta Jakarta

Menuju kantor pusat ASDP Indonesia Ferry Jakarta
Menuju kantor pusat ASDP  Indonesia Ferry
Potret senja di Jakarta
Potret senja di Jakarta
Berangkat menuju Pelabuhan Merak Banten
Persiapan Berangkat ke Pahawang Island dari Kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry di Jakarta

Gedung ASDP Indonesia Ferry sudah terlihat jelas olehku. “Waduh Neng, gak ada uang pas aja? Kembaliannya kurang sekian.” Si Bapak Supir taksi mulai sibuk mencari recehan.

“Udah Pak ambil aja kembaliannya, tapi saya minta print bill ongkos taksinya ya.” Sambutku dengan cepat.

“Oke, makasih ya Neng.”

“Sama-sama Pak.” Dalam hati aku bergumam, semoga bisa sedikit menghilangkan lelah dan menghapus gerutu si Bapak selama perjalanan tadi.

Jam enam sorean aku tiba di kantor ASDP Pusat. Sebelum masuk ke gedung kita harus tuker tanda penganal dulu di Pak Satpam.

“Selamat sore, ada perlu apa Mba?” tanya Pak Satpam dengan sopan.

“Saya mau ketemu Bu Jumrotin, udah janjian sebelumnya.” Kataku dengan tatapan yakin.

“Baik, maaf sebelumnya bisa isi buku tamu dulu.” Sambung Pak Satpam sambil menyodorkan buku tamu kepadaku.

Awal-awal ngisi lancar sampai akhirnya mentok di tujuan kunjungan, macam-macam tujuan orang datang ke kantor ini tapi mustahil ada yang tulis liburan ke Pahawang, menang lomba blog, kepo deh ah dan lain-lain, hehe. Gak lama mataku nemu sebuah nama yang pernah kubaca, kayaknya ini si Fery yang menang lomba blog juga. Yaudah aku ikutin dia tulis keterangan kunjungannya dinas. Agak senyum-senyum juga sih pas nulis dinas, tapi males pusing deh toh yang penting gak bohong ini ada perlu.

Semua kumpul abis salat Magrib, termasuk panitia ASDP. Kami ngobrol-ngobrol ringan tentang ASDP Indonesia Ferry. Salah satu info yang sebelumnya aku benar-benar buta tuh pas tahu kalau ternyata kapal-kapal di Pelabuhan itu gak semuanya punya ASDP. Jadi ada juga yang punya swasta. Nah salah satu ciri dari kapal milik ASDP Indonesia Ferry tuh semua fasilitasnya gratis dan ada tulisan We Bridge The Nation. Asik, pasti senang kalau udah dengar kata gratisan. Karena selama ini kalau naik kapal, suka ada aja penumpang kapal yang marah-marah pas ditagih biaya tambahan padahal di kapal yang sebelumnya yang mereka naiki semua serba free.

Tiba di kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry
Tiba di kantor ASDP menjelang Magrib
Miniatur kapal ferry yang menarik perhatianku
Miniatur kapal ferry yang menarik perhatianku

 Ngobrol Bareng dengan Kru ASDP. Ada Mba Muthia, Mba Jumrotin, Pak Iyeng dan Manager ASDP
Ngobrol Bareng dengan Kru ASDP. Ada Mba Muthia, Mba Jumrotin, Pak Iyeng dan Manager ASDP

Makanya ASDP Indonesia Ferry menggandeng Blogger buat ikut mensosialisasikan hal-hal seperti itu. Oke, jadi sekarang udah pada tahu kan kalau beda kapal itu bisa beda peraturan. Kalau kita naik kapalnya ASDP maka gak akan ada biaya tambahan lagi ketika mau masuk ke ruang ber-AC.

Selesai ngobrol, kami pun siap-siap untuk berangkat menuju Pelabuhan Merak yang nantinya disambung ke Pahawang Island. Malem itu juga berangkatnya? Iya dong karena selain jalanan ibu kota sudah agak renggang, hawa selama perjalanan pun lebih adem.

Perjalanan Menuju Pelabuhan Merak
Perjalanan Menuju Pelabuhan Merak

Saat berangkat, kami kebagian naik kapal milik ASDP yang namanya Jatra III. Sayang naiknya pas udah malam jadi gak sempat deh foto kapalnya. Tapi gak apa-apa yang penting udah sampai di kapal dengan selamat dan siap-siap untuk paksain tidur. Maklum, perjalananku dari Bandarlampung, jadi lumayan agak pegal-pegal.

Jatra III ini termasuk kapal ASDP edisi lama, jadi ASDP sendiri sedang gencar-gencarnya memperbaiki fasilitas dari tiap-tiap kapal mereka. Serius lho, sedikit demi sedikit kapal-kapal milik mereka ini disulap menjadi kapal yang asik buat para penumpang. Baca postinganku kali ini sampai habis ya kalau mau tahu gimana perubahan-perubahan keren yang ASDP lakukan untuk kapal-kapal mereka.

Fix, ternyata susah tidur karena sebenarnya udah tidur ayam di mobil. Sampai akhirnya aku keluar sama Lala, menghirup udara malam dan berharap gak masuk angin. Pengen gitu ada keajaiban bintang jatuh misalnya, terus mata berbinar-binar kaya di film-film kartun pas lihat bintang jatuh. Halah!

Eh tapi gak sia-sia juga sih keluar dari ruangan penumpang. Kami bisa melihat bulan yang cantik. Sayang kami gak punya kamera agak benar buat mengabadikan si bulan cantik. Jadinya dinikmati aja dengan mata dan rasa syukur. Kenapa cantik? Karena cahaya bulannya tuh terpantul ke air laut yang gelap, otomatis cahaya bulannya ikut bergelombang serasi dengan air laut. Pengalaman indah kaya gini nih yang gak bisa kita dapat kalau gak naik kapal.

Pemandangan Indah saat malam di atas kapal ASDP Indonesia Ferry
Terang Bulan di Selat Sunda

Setelah sekian jam kami menemani Pak Nahkoda berlayar di Selat Sunda, kapal yang kami tumpangi sandar di dermaga Bakauheni, Lampung. Duh, baper gini sama si kapal. Dia aja punya sandaran lho di saat lelah mengarungi lautan. Dah ah jangan diterusin, haha.


Perjalanan pun dilanjutkan ke Dermaga Ketapang, kurang lebih jam enam pagi kami tiba. Udara laut waktu pagi cukup sejuk dan terlihat di sekitar Dermaga pemandangan sedikit tertutup kabut. Kami sarapan dulu di salah satu rumah warga, nasi uduk plus gorengan dan minum teh manis hangat benar-benar membuat semangat sarapan pagi. Itung-itung nyimpen tenaga lagi buat berlayar ke Pulau Pahawang. Berasa tuh perahu didayung ye.

tiba di dermaga ketapang
Kami tiba di Dermaga Ketapang kira-kira pukul enam pagi
  Tiba di Dermaga Ketapang, Lampung Selatan
Tiba di Dermaga Ketapang, Lampung Selatan
Udara Pagi di Dermaga Ketapang Lampung Selatan masih berkabut
Udara Pagi di Dermaga Ketapang Lampung Selatan masih berkabut
Sarapan nasi uduk plus teh manis hangat menambah semangat liburan
Sarapan nasi uduk plus teh manis hangat menambah semangat liburan
Eksis dulu sebelum melanjutkan pelayaran ke Pahawang
Eksis dulu sebelum melanjutkan pelayaran ke Pahawang

Selesai makan kami bergegas menuju Pulau Pahawang dengan menyewa perahu nelayan. Suara mesin perahu nelayan mulai terdengar, membelah perairan di laut Lampung. Perjalanan kurang lebih memakan waktu dua jam untuk tiba di Pahawang. Mendekati tujuan akhir perjalanan, kita akan melihat deretan
cottage atau resort yang cantik.

Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry
Deretan warna-warni rumah penduduk di Dermaga Ketapang
Perjalanan menuju Pahawang menyewa kapal nelayan
Perjalanan menuju Pahawang menyewa kapal nelayan
Air laut yang tenang sehingga tidak membuat goncangan terlalu parah
Air laut yang tenang sehingga tidak membuat goncangan terlalu parah
Kami tidak melewatkan untuk memotret pemandangan indah selama pelayaran
Kami tidak melewatkan untuk memotret pemandangan indah selama pelayaran
Sedikit cerita lucu, jadi waktu itu perahu kami berlayar di sekitar Andreas Resort, itu loh tempat menginap di Pahawang yang lagi ngehits banget buat jadi bahan pamer foto di Instagram haha. Nah kita para pemenang tuh udah heboh plus ngarep bisa menginap di resort mahal ini. Misal kalaupun engga menginap ya minimal mampir dulu lah buat majang badan di tempat itu.

Tiba di Pahawang Island
Tiba di Pahawang Island
Akhirnya kami tiba di penginapan yang ada di Pahawang Island
Akhirnya kami tiba di penginapan yang ada di Pahawang Island
Dermaga resort/villa yang kami inapi
Dermaga resort/villa yang kami inapi

Perahu nelayan semakin merapat ke Resort Andreas, benar ternyata kami mampir ke penginapan instagramable ini. Eh tapi tunggu dulu, ternyata bukan hanya singgah. Panitia bilang kami menginap di situ. Alhamdulillah, kebayar semua lelah perjalanan kami. Oh ya sebagian orang menamakan resort ini adalah Villa Lombok. Dengan konsep ala-ala Maladewa, Villa ini berhasil memikat para pengunjung baik hanya sekedar mampir ataupun menginap. Kalau kamu ke Pahawang, wajib banget nih cobain sensasi indahnya villa ini.

Kami menginap di Resort Andreas, salah satu resort terbaik di pulau ini
Kami menginap di Resort Andreas, salah satu resort terbaik di pulau ini
Tetap eksis buat perbandingan warna kulit sebelum dan sesudah jadi anak pantai
Tetap eksis buat perbandingan warna kulit sebelum dan sesudah jadi anak pantai hehe
Dalam kamar villa ala Maladewa ini
Dalam kamar villa ala Maladewa ini
Sesampainya di Villa Lombok, kami siap-siap untuk snorkeling. Penasaran, masih sealami apa sih bawah laut Provinsi Lampung. Tiba di titik snorkeling Pemandu kami mengintruksikan untuk mulai berenang. Aku kira sih standar aja, ya paling ada ikan warna-warni biasa. Tapi pas udah nyebur terus berenang maksa ala duyung kena jaring, agak menjauh dari perahu kami mulai semangat buat melihat ke dalam laut.

Persiapan mau snorkeling di Pahawang

Persiapan mau snorkeling di pahawang


Persiapan mau snorkeling di pahawang

Yups! Si unyu Finding Dory lagi berenang-renang manja di terumbu karang yang masih terjaga. Oke, gak nyesel lah ya nyebur dan berenang entah gaya apa buat silahturahmi sama si Ikan Dory lucu. Yang uniknya lagi ada, jadi setiap mau foto Guide kami tuh selalu bilang “Bentar Saya kumpulin dulu Ikan Dorynya biar fotonya lebih bagus.” Beuuuh, kaya lagi mau ngumpulin pasir pantai aja dengan gampangnya si Bapak bilang gitu. Terus aku mikir lah, kayaknya si Bapak ini udah solmet banget ya sama si Dory. Iya lho, nurut si ikan unyu ini digiring cuma pakai tangan kosong si Bapak. Apa sebelumnya mereka udah Whatsappan kali ya, jadi kaya sinetron gitu di setting  dulu. Hahaha, makin ngaco.

Tugu bersejarah Pahawang Island bawah laut
Tugu bersejarah Pahawang Island bawah laut :D
Akhirnya bisa bertemu si ikan nemo unyu yang ada di film Finding Dorry
Akhirnya bisa bertemu si ikan nemo unyu yang ada di film Finding Dorry
Snorkeling dan nemu ikan nemo

Teman-teman Blogger pun pada happy bisa main dengan ikan nemo
Teman-teman Blogger pun pada happy bisa main dengan ikan nemo

Puas main sama si unyu Dorry, kami melanjutkan pelayaran menuju gapura selamat datang di Pahawang, tujuan kami adalah mengisi tenaga alias makan siang. Menunya khas laut banget pastinya. Ada ikan bakar, tempe goreng, lalaban, kerupuk, sayur asem, plus sambel khas Lampung. Benar deh, diet gagal total pokoknya selama liburan bareng ASDP Indonesia Ferry. Belum lagi makan diusap-usap sama angin pantai tuh bikin nambah, nambah ngantuk maksudnya. Selain makan ditemani pemandangan pantai, yang menjadi perhatian menarik bagiku adalah anak-anak kecil berenang di sekitar dermaga. Terus mereka teriak Mba, Om lempar koin dong. Senang sih karena anak-anak ini lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di alam bersama teman ketimbang main gadget.


Merapat kembali ke Tugu selamat datang Pahawang untuk makan siang
Merapat kembali ke Tugu selamat datang Pahawang untuk makan siang

Menu makan siang di Pahawang
Menu makan siangnya mantap. Ada ikan bakar, sayur asam, lalaban, sambal khas Lampung, kerupuk dan tempe

Lempar koin di laut
Pemandangan unik anak-anak Pahawang yang bermain bareng teman plus minta lemparin koin
Selesai makan, petualangan belum usai. Pasir Timbul di Pahawang Kecil menjadi tujuan kami selanjutnya. Jadi biasanya wilayah ini tuh terendam air laut, namun ketika surut terbentuklah jalan yang seolah membelah lautan yang biasa kita sebut Pasir Timbul. Di tempat ini kita dengan mudah dapat menemukan tumbuhan bakau yang bergerombol, kemudian cangkang-cangkang kerang, di sebagian pasir yang masih tergenang air kita bisa temukan plankton dan masih banyak lagi hal-hal indah yang Allah bagi ke kita agar kita tak lupa bersyukur dari perjalanan kali ini.

Tiba di Pasir Timbul Pahawang kecil, Lampung Selatan
Tiba di Pasir Timbul Pahawang kecil, Lampung Selatan
Minum kelapa muda
Minum kelapa muda di pantai bikin segar, harganya murah cuma sepuluh ribuan
Tanaman bakau
Banyak tanaman Bakau membuat suasana pantai lumayan sejuk
kantin unik di Pasir timbul
Kantin unik di Pasir Timbul

Di Pasir Timbul ini aku dan Lala lebih sering keliling, atau sengaja menjauh dari keramaian dan duduk di akar-akar pohon bakau sambil menikmati sejuknya angin pantai. Selama liburan di Pahawang kami memang sering terlihat bersamaan padahal ya baru kenal pas tour Pahawang, karena menurutku kami berdua tuh punya semacam
similarity yakni kepo sama hal yang jarang orang kepoin dan juga senang menyendiri meski dia gak sependiam aku, hehe. Oh ya ada beberapa hal unik dan penting yang kami temukan dan mungkin gak semua orang sadar ketika mereka berada di Pasir Timbul di Pulau Pahawang Kecil ini. Next post  bakal aku certain deh apa yang aku dan Lala temukan di sini.

Bersama Lala salah satu pemenang lomba blog ASDP
Lala, teman kepo bareng selama di Pahawang
Ngapain aja sih kami di Pasir Timbul? Dibuka dengan minum air kelapa. Segar banget diminum di tengah teriknya Pulau Pahawang Kecil. Harga satu porsi kelapa di sini cukup murah yakni sepuluh ribuan. Berarti gak mainin harga nih Abang Penjualnya. Kalau diamati lebih jeli, menurutku unik nih karena mereka tuh jualan di atas perahu. Selain jual kelapa muda, kalian juga bisa beli minuman lain seperti aneka es sirup instan, kopi dan lain-lain yang tentunya tersedia di atas perahu.

 Foto di sisa genangan air laut yang biasanya tertutup air saat pasang
Foto di sisa genangan air laut yang biasanya tertutup air saat pasang
Suasana yang cerah di Pasir Tibul cocok buat berfoto
Suasana yang cerah di Pasir Tibul cocok buat berfoto

Badan masih tanggung nih capeknya, jadi deh kami lanjut main
banana boat dan donat. Naik banana boat aku kira lebih seram dari pada naik donat, karena kan kalau banana boat itu kita diceburin alias ditebalikin, nah kalau donat mah gak sama sekali. Eh ternyata, malah bikin puyeng naik donat.

Hari tak terasa sudah manuju senja, itu tandanya di Pasir Timbul air sudah mulai pasang dan kami harus bergegas pulang ke resort. Cukup untuk hari ini, ingin cepat- cepat sampai kasur dan rebahan. Di perjalanan pulang karena sudah masuk waktu senja, kami kembali disuguhkan dengan keindahan alamnya Allah SWT lagi. Dengan pantulan cahaya senja yang mengenai air laut, membuat lukisan laut yang menakjubkan. Aku suka terdiam di waktu-waktu seperti ini, entah itu ketika berada di ketinggian saat naik pesawat atau di tengah-tengah lautan hanya menggunakan perahu kecil. Berasa banget melownya, manusia tuh punya apa sih yang pantes buat disombongin? Kecil banget dibanding maha luasnya lautan, enteng banget dibanding kuatnya angin dan tinggi langitnya Allah SWT.

Menjelang senja dan kami bersiap kembali ke villa
Menjelang senja dan kami bersiap kembali ke villa
Air pasang
Waktu sore air laut mulai terlihat pasang di Pasir Timbul

Belum cukup hanya sekedar merasa kecil dengan semua ciptaan Tuhan, di sepanjang pelayaran menuju villa aku terus berdoa. Doa yang sama yang sering kulantunkan ketika diberi rejeki jalan-jalan. Ya, berharap Allah SWT kasih kesempatan lagi dan lagi untuk menjelajahi bumi-Nya dengan gratis. Kalau kata Bu Ustadzah mah kalau lagi senang kudu ingat Allah, kalau lagi ada di alam terbuka saat kamu dekat dengan lautan atau bukit atau pegunungan cobain sensasi doa atau beribadah di tempat itu. Insyaallah tuh doa langsung tembus ke langit-Nya dan cepat sampai ke Allah SWT. Wallahualam.

Sunset sempurna tiba ketika kami sampai di penginapan, sayangnya aku pas mandi dan langsung rebahan di kasur. Jadi gak sempat foto-foto momen indahnya sunset. Paling sesekali aku intip dari dalam kamar dan memang indah. Tenang aku punya kok foto sunset di Pahawang, berkat minta sama Fery dan Lala yang antusias banget mengabadikan sunset hari itu. Gomaweo, Chingu.

Senja di pahawang
Senja Menakjubkan terlihat dari Villa tempat kami menginap (Taken by Ferry)
Senja sempurna di pahawang (Taken by Ferry)
Waktu senja di pahawang
Potret senja yang eksotis berpadu dengan atap bangunan villa ala Maladewa

Habis makan malam, kami lanjut acara berbequean. Coba, gimana gak tambah makmur? Di tengah-tengah waktu barbeque, ada acara renungan malam. Udah kaya acara rohis yak? Hihi. Bukan, jadi ada sesi sharing gitu tentang acara jalan-jalan ke Pahawang, masukan buat ASDP Indonesia Ferry dan lain-lain.


Menikmati malam yang indah di Pahawang
Berbeque
Manggang ikan yang fresh dari laut Pahawang
sesi sharing
Sesi sharing tentang pengalaman trip, saran atau komen tentang ASDP dan lain-lain
Ini salah satu yang keren dari ASDP, mau terbuka terima masukan dari kami para Blogger yang bisa dibilang mewakili masyarakat. Jadi gak sekedar diajak senang-senang aja, kita pun diberi kesempatan buat komenin apa aja tentang mereka. Dan tentunya memberi ruang tersendiri agar kami bisa ikut terlibat juga dalam upaya ASDP Indonesia Ferry dalam membangun negeri. Sampai aku yang orangnya males ngomong pun tergerak juga untuk menyampaikan pesan kesan selama menggunakan kapal ferry khususnya punya ASDP. Sure, aku tuh gak hobi ngomong tapi kalau nulis bisa sepanjang ini. Semoga yang baca gak keburu bosen ya? Hehe.

Lanjut keesokan harinya, aku sengaja bangun subuh-subuh banget karena yang pertama pasti ngantri kamar mandi dan yang kedua aku tuh gak mau kelewatan lihat sunrise. Secara aku kan gak sempat motret cantiknya sunset. Aku, Lala dan Ferry akhirnya nemu spot foto sunrise yang kece. Udah deh semuanya sibuk dengan kameranya masing-masing.
Menikmati sunrise di Pulau Pahawang

Bersyukur bisa nemu indahnya alam di Pahawang Lampung Selatan
Menikmati udara pagi yang segar di Pulau Pahawang Lampung





Masyaallah, sungguh indah lukisan alam-Mu ya Robb. Sesekali aku termenung, menghitung kembali nikmat-nikmat yang udah Allah SWT kasih ke aku. Makanya aku suka terlihat seperti melamun, bahkan sempat diingetin sama Adit buat gak ngelamun. Thank you Dit, tapi serius gak lagi kosong kok pikiran karena sebenarnya lagi merenung dan bersyukur.

Selesai sarapan, foto-foto dan berenang sebentar di sekitar resort, kami lanjut ke sesi wawancara. Ya, si pendiam ini jadi yang pertama cerita-cerita di depan kamera karena kebetulan aku yang udah siap duluan. Asli rasanya tuh pengen ajuin banding, bisa gak kalo ngomongnya itu diganti pake teks aja. Males banget mau ngomong, wkwk. Tapi ya bukan tantangan kalo nyerah sama kamera, toh semuanya juga bakal diwawancara, kan gak lucu kalau mukaku gak ada sedangkan pemenangnya ada lima orang. Kaya balonku tinggal empat dong jadinya.

Foto sebelum pulang

prepare
Persiapan foto-foto dan wawancara sebelum pulang

wawancara
Sesi wawancara, asik gak tuh Bli Adit gayanya :D

wawancara
Serius amat Fer jawab wawancaranya :D
Hari itu juga kami kembali ke Jakarta. Nah ini waktunya kami naik kapal ferrynya ASDP yang sudah ada sentuhan kekinian. Kenapa aku bilang kekinian? Karena ketika kami masuk ruangan ber-AC di tiap dindingnya ada lukisan mural. Ini sih asik banget buat tempat foto Instagramable. Makin kebukti ya kalau ASDP Indonesia Ferry tuh sungguh-sungguh dalam berbenah.

Naik kapal ini gak berasa kalau udah jalan, karena banyak spot asik buat foto dan juga kapalnya gak terlalu terasa goyangan ombaknya. Gimana, fasilitasnya lumayan kan buat mudik keluarga?

fasilitas gratis di kapal ASDP Indonesia Ferry
Semua ruangan gratis kalau kalian naik kapal milik ASDP Indonesia Ferry

tempat salat di kapal ASDP
Tempat salat tersedia, jangan lupa ibadah ya meski sedang di perjalanan :)

Pilihan menu hiburan gratis di kapal ASDP
Pilihan hiburan yang bisa diakses di kapal ASDP. Rencana bakal ada wifi gratis, doakan ya 

toilet
Tersedia toilet dengan dinding luarnya yang cantik

Just Information lagi nih, ASDP Indonesia Ferry menjadi salah satu penyumbang terbesar kesejahteraan perekonomian dalam segi transportasi di Indonesia lho. Karena salah satunya ongkos naik kapal ferry itu murah, semua kalangan bisa dengan leluasa menikmati fasilitas asiknya naik ferry. Bangga kan? Jadi ayo kita dukung ASDP Indonesia Ferry dengan menggunakan transportasi ini dan juga menjaga kebersihan serta fasilitas dari kapal ferry.

ASDP kekinian
Konsep ruangan anak muda banget

ASDP Indonesia Ferry berbenah dan kapalnya makin cantik
ASDP Indonesia Ferry berbenah, salah satunya bekerjasama dengan para pelukis mural untuk membuat indah dinding kapal

ASDP berubah
Mau lesehan atau duduk konkow bareng keluarga dan teman pun menyenangkan

Mural jadi background foto kekinian di kapal ASDP
Mural jadi background foto kekinian di kapal ASDP
Harapanku untuk ASDP Indonesia Ferry semoga bisa terus memperbaiki segala fasilitas di semua kapal milik ASDP, makin dekat dengan masyarakat, makin erat jalin silahturahmi sama Blogger dan media lain agar apa yang ingin disosialisasikan kepada masyarakat bisa cepat tersampaikan dengan baik.

Kami sampai di Jakarta sudah sangat larut malam, jadi pihak ASDP sudah menyiapkan penginapan. Kami melepas lelah sejenak di Hotel Yello sebelum paginya kembali ke rumah masing-masing. Kalau menurutku hotel ini pas buat para traveler, ukurannya pas dan ornamennya unik kekinian.

Hotel Yelo, penginapan yang nyaman dan kekinian
Tiba di Jakarta larut malam dan diputuskan untuk menginap di Hotel Yelo sebelum pulang paginya
Kalau boleh aku berpesan buat teman-teman, yuk kita jaga lingkungan biar tetap asri. Contohnya jangan buang sampah ke laut, karena hidup manusia pun bergantung dengan laut. Ingat ya temans, dunia ini gak selalu tentang manusia tapi tentang seluruh alam dan makhluk yang ada di muka bumi. Jadi kalau kita merusak atau mencemari alam, kita sama aja egois sebagai makhluk sempurna yang Allah SWT ciptakan. Iya dong, apa fungsinya akal dan perasaan yang udah Allah SWT sematkan di badan kita?

Thank you ASDP Indonesia Ferry buat liburan yang sangat menyenangkan ini. Terimakasih juga buat kru ASDP udah menemani liburan kami selama di Pahawang, ada Mba Jumrotin, Mba Muthia dan Pak Iyeng. Dan akhirnya perjalanan bareng kalian tersimpan manis di ingatan serta tulisan kami. Thank you juga buat semua yang udah menyempatkan waktu baca curhatan panjangku kali ini, kalian luar biasa. 

Nb : Tulisan ini sepenuhnya adalah pengalaman pribadi, jadi Insyaallah gak ada unsur dilebih-lebihkan.

Biar makin asyik, yuk tonton vlog sederhanaku saat Trip ke Pahawang kemarin:





Continue reading Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry