Friday, June 22, 2018

, , , ,

Mudik Lebaran Nyaman dan Asyik Bersama ASDP




Dari tahun ke tahun ASDP IndonesiaFerry terus memberikan yang terbaik, terutama fasilitas saat momen mudik berlangsung. Berikut sedikit cerita lagi tentang pengalamanku mudik bareng ASDP tahun ini. Pada awalnya aku dan keluarga sudah berniat untuk tidak mudik lebaran tahun ini, karena salah satu keluargaku ada yang sedang sakit. Berpikir pasti repot, takut tak nyaman selama perjalanan atau malah tambah sakit nantinya.

Baca juga: Asyiknya Merajut Asa dan Silahturahmi Bersama ASDP Indonesia Ferry

Hari Idul Fitri pun tiba, kami melaksanakan solat Idul Fitri di mesjid sekitar rumah. Usai salat kami lanjutkan untuk keliling bersilahturahmi dengan para tetangga. Kalau orang-orang biasanya bilang “Ini mudik pertama kali setelah gak mudik bertahun-tahun.” Tapi kalau bagi kami kebalik, “Ini gak mudik pertama kali karena setiap tahunnya pasti mudik.”

Mumutuskan untuk tidak mudik rasanya seperti ada yang kurang, baik itu kurang di kami maupun keluarga besar di Tangerang. Beberapa kali telepon masuk hanya untuk menanyakan “Mudik engga?” padahal kami sudah jelas-jelas bilang engga dan lebaran pun sudah lewat sehari.

Sampai pada hari kedua setelah lebaran, Ibuku tiba-tiba mencetuskan mau mudik. Alhasil kami beres-beres deh buat perlengkapan mudik. Senang bercampur tak sabar menanti hari esok dimana kami akan merasakan kembali suasana mudik lebaran. Kami pun memutuskan untuk ngeteng alias naik kendaraan umum.

Bus ramai saat mudik
Mudik dengan menggunakan transportasi umum
Berangkat sehabis zuhur menuju terminal bus. Cukup padat suasanya, bangku-bangk di bus terisi semua dan bus pun cepat berangkat. Namun lumayan bisa dibilang macet karena bus yang kami tumpangi lebih banyak berhentinya. Sampai kurang lebih tiga jam perjalanan sampailah kami di Pelabuhan Bakauheni. Salah satu dari kami langsung menuju loket untuk membeli karcis kapal ferry.

Antri beli karcis di Pelabuhan Bakauheni
Antri beli Tiket Kapal Ferry di Pelabuhan Bakauheni
Aku yang kebagian tugas menjaga barang bawaan hanya diam dan memperhatikan sekitar. Sekali lagi aku takjub dengan perkembangan fasilitas dari ASDP Indonesia Ferry. Meski masih suasana mudik, tapi tak terlihat ada penumpukan penumpang di loket pembelian karcis. Mungkin karena bisa beli karcis kapal dengan cara online.

Harga Tiket Kapal tahun 2018
Harga Tiket Penumpang Kapal Ferry tahun 2018
Oke, karcis kapal yang berupa kartu sudah berada di tangan masing-masing. Selanjutnya kami memasuki pintu untuk men-tap karcis yang sudah kami beli. Ada lagi kesan nyamannya pelayanan ASDP kemarin yakni petugas lah yang membantu men-tap karcis kapal kami. Mungkin riweh juga kali ya lihat barang bawaan kami hehe.

Tiket Kapal Ferry dalam bentuk kartu
Bentuk fisik tiket kapal Ferry
Kapal yang akan kami tumpangi sedang bersandar, dari kejauahan tampak tempat bermain anak yang berada di bagian paling atas. Tersedia perosotan, ayunan dan aneka permainan lainnya. Beberapa anak kecil yang sedang antri naik kapal bersama keluarganya pun sudah mulai histeris girang, tak sabar untuk mencoba bermain. Alhamdulillahnya lagi adalah semua ruangan free alias gratis. Kami pun tak mau ketinggalan untuk mendapatkan ruangan yang nyaman.

Ruang Lesehan di Kapal Ferry
Ruang Lesahan di kapal Ferry digratiskan pada mudik lebaran 2018
Suasana Ruang Lesehan di kapal ferry
Mudik lebaran penumpang kapal Ferry lumayan ramai

Satu persatu penumpang masuk ke kapal, para petugas kapal sudah bersiap siaga menolong para penumpang yang membutuhkan mereka. Aku juga melihat, ada ibu-ibu yang jalannya lama dan kesusahan melangkah saat berada di jembatan penghubung menuju kapal, para petugas dengan cekatan memegang tangan Ibu tersebut untuk memberikan pertolongan. Sambil berucap “Hati-hati, Bu.” dan senyum terkembang. Pelayanan yang perlu dipertahankan.

Pelabuhan yang ramai saat mudik 2018 tiba
Pelabuhan yang cukup ramai saat mudik tiba
Tak terasa hari sudah memasuki waktu petang. Semburat orange mulai menampakkan wujudnya di ujung langit yang hampir gelap. Sinar matahari, langit gelap dan deburan obak serasa memanjakan para penumpang kapal. Aku juga tak mau ketinggalan untuk mengabadika momen indahnya langit sore di Selat Sunnda meski dengan kamera HP sederhana. 

Suasana indah di kapal Ferry saat sore tiba
Suasana romantis di selat sunda menjelang malam
Sunset di Selat Sunda
Pemandangan sore hari di Selat Sunda
Setelah puas memotret indahnya sunset, aku kembali ke ruang penumpang. Rasa lapar akhirnya membuatku menyerah untuk terus mengeksplor setiap sudut kapal ferry. Kami makan bersama di atas kapal ASDP Indonesia Ferry. Meski menu yang ada sangat sederhana, tapi rasanya sangat nikmat. Alhamdulillah.

Bekal dari rumah
Bawa bekal makanan dari rumah untuk berhemat dan lebih terjangkau kesehatannya
Perjalanan laut pun lancar, akhirnya kapal kami merapat di Pelabuhan Merak. Sebelum menuju bus kami menyempatkan untuk buang air kecil di toilet yang masih berada di arena pelabuhan Merak. Untuk ukuran toilet umum, rasanya cukup bersih meski cukup lama mengantri. Salah satu tips perjalanan jauh atau mudik bagiku adalah tidak terlalu lama menahan buang air kecil. Bila toilet yang ditemukan terlihat kotor maka kita harus sudah sedia tissu basah dan kering supaya tetap terlindungi dari kuman penyakit.

Toilet Umum di Pelabuhan Bakauheni
Toilet umum di sekitar Pelabuhan Bakauheni
Oh ya, berikut tips sederhana yang biasanya keluargaku lakukan sewaktu di kapal:

1.      Bawa bekal makanan sendiri dari rumah, supaya lebih aman dan terjangkau

2.      Bawa minum atau beli minum air putih, karena ke badan berasa lebih seger

3.      Kalau dirasa ngantuk atau boring tapi gak bisa tidur, bisa beli kopi yang dijual di kapal atau bawa sendiri dari rumah

Demikian pengalaman mudik lebaran kami di tahun 2018 ini. Alhamdulillah perjalanan lancar, meski ramai pemudik namun tetap terlayani dengan baik sehingga tidak ada penumpukan penumpang yang terlalu parah, serta berlayar bersama ASDP membuat perjalanan kami nyaman. #AsyiknyaNaikFerry




Continue reading Mudik Lebaran Nyaman dan Asyik Bersama ASDP

Thursday, June 7, 2018

, , , ,

THR Gadget Idaman adalah Investasi Seorang Blogger


Iprice pebanding harga gadget


Ramadhan yang penuh berkah ini lambat laun akan segera meninggalkan kita. Insyaallah bulan indah ini ditutup dengan perayaan Idul Fitri dengan penuh syukur. Kalau kita bahas tentang bulan Ramadhan dan lebaran pasti ujung-ujungnya bahas THR. Sadar diri sudah engga bisa dibilang remaja, kali ini kita yang menyiapkan THR untuk sepupu-sepupu kecil.

Baca juga: Inspirasi bacaan untuk perempuan

Suka ketawa sendiri lihat sepupu-sepupu kecilku berbaris rapih demi mendapatkan uang THR dari keluarga besar. Aslinya aku ketawa itu karena inget masa kecil, bahkan gak bisa bohong juga waktu zaman TK dan SD kami semangat puasa karena mempertaruhkan gengsi antar sepupu dan pastinya yang puasanya full bakal kebagian uang THR yang lebih banyak. Dasar anak-anak! Haha.

Setelah dewasa lalu aku iseng membandingkan bentuk bahagianya anak-anak sama orang dewasa, ternyata kontras banget ya. Kebahagian masa anak-anak itu sederhana, cuma antri THR dan makan kue lebaran. Nah kalu sudah besar kaya sekarang jadi lebih banyak dipikirkan, mau diapakan uang THR ini yang bisa menjadi investasi masa depan, terutama dalam menggapai cita-cita.
Leptop Acer impian
Leptop Acer impianku (Sumber gambar: www.acer.com)
Momen bahagia bagi-bagi THR di keluarga ini pun gak mau aku lewatkan begitu saja. Untuk menyenangkan diri sendiri dari jauh-jauh hari aku sudah melirik beberapa tipe notebook atau leptop yang merupakan gadget impianku, dan akhirnya jatuh hati pada leptop Acer yang satu ini. Kenapa aku memilih leptop tersebut? Alasan paling utamanya adalah simple dan mumpuni. Aku sudah punya leptop dengan ukuran layar yang lebih besar dari Acer yang ingin kubeli, memang performa dari leptop lamaku baik namun untuk dibawa kemana-mana rasanya terlalu besar dan berat.

Baca juga: Pengertian waktu imsak di bulan ramadhan

Tahu aku sedang melirik leptop dengan ukuran lebih mini, adikku yang masih kuliah sudah mulai mepet untuk merayu. Sebenarnya dia sudah punya leptop sendiri, namun yang agak bermasalah itu harus selalu dicharger karena baterai si leptop miliknya sudah soak. Fine, engga masalah kalau nanti dia mau pakai. Selama engga mengganggu kepentinganku untuk membawa leptop saat ada acara-acara blogger.

Beli leptop baru cuma buat gegayaan? Please tetiba hatiku kembali berbisik suudzon pada diri sendiri, kadang heran sama ini hati, seharusnya dia hinggap di tubuh siapa sih kok selalu meragukan keputusanku? Tenang Bro hati, aku mau beli notebook ini kan untuk memudahkan kerjaanku kalau ada panggilan ikut acara untuk anak-anak blogger. Leptop yang selama ini kupakai gak akan kulupakan kok, karena di leptop lama tersebut tercipta banyak karya. Terutama karya desain grapis ala-ala di CorelDraw. Sudah deh duhai hati, jangan baper lagi ya?

Orang-orang itu THR beli baju lebaran yang agak mahal dikit, atau beli emas yang bisa dijual lagi di kemudian hari, atau beli tas branded terus dipakai pas waktu lebaran, beli motor atau mobil dan lain-lain. Aku menanggapinya dengan santai, “Gimana dong, aku baru mampu beli leptop? Doakan saja semoga bisa lebih member kebahagian kepada banyak orang di lebaran-lebaran yang akan data.”
Yups, aku sedang belajar sabar dalam berpikir, berbicara dan berprilaku. Toh setiap dari kita punya alasan tersendiri kenapa sangat membutuhkan barang tersebut. Untuk soal THR diri sendiri aku akan bersikap sesuai kemampuan diri dan hal penting apa yang sangat diperlukan. Takutnya kalau kita terlalu mengcompare diri kita dengan orang lain, malah pusing sendiri.

Membeli gadget idaman pakai uang THR ini sangatlah berkesan. Yups, aku sengaja memberikan THR untuk diri sendiri di masa-masa lebaran. Dalam hati aku berbisik pada diri ini kalau nanti umpamanya jadi beli maka Insyaallah akan menjadi investasiku sebagai seorang blogger. Otomatis semangat mencari rejeki, semangat belajar desain grafis dan semangat mencari ilmu tentang dunia blogger via Mbah Google.

Ini versi THR dariku, kalau kalian punya rencana apa untuk menghabiskan uang THR? Yuk share di kolom komentar.

Continue reading THR Gadget Idaman adalah Investasi Seorang Blogger
, , , ,

Portal Online Khusus Perempuan, Buat traveling Nyaman dan Lupa Mantan




Sebelum agak serius bahas tentang travelingnya makhluk soleha bernama perempuan, aku mau tanya judul artikel kali ini udah greget belum? Hehe. Sengaja dibuat begitu, biar yang masih galau-galau punya mantan jadi melek teknologi dengan mencari ilmu sebanyak-banyaknya di portal online khusus perempuan.

Beberapa tahun kebelakang ini aku engga hanya memikirkan tentang karir yang secara umumnya mempunyai sebuah kantor. Bukan karena tak penting, justru di zaman emansipasi wanita ini seorang perempuan pun punya kesempatan yang sama dengan kaum pria dalam mencapai karir impiannya. Tentunya selama apa yang disebut dengan emansipasi wanita tersebut tak membuat kita lupa akan kodrat sebagai perempuan.

Saat ini hobi sekaligus pekerjaanku adalah ngeblog, dengan passion sebagai blogger harapan muluknya aku bisa menjadi travel blogger meski dana untuk jalan-jalan lebih sering modal nekad. Perempuan jadi travel blogger, why not? Kalau ada yang bilang cewek itu ribet ketika mau traveling. Bisa dibilang ribet, bisa juga engga. Ribet karena perempuan memang lebih banyak peralatan yang akan dibawa, enggak ribet kalo semuanya udah pake niat. Jadi tinggal gimana kitanya saja.

Baca juga: Cukang Taneuh, Green Canyon-nya Indonesia

Apa saja sih yang harus disiapkan ketika seorang perempuan akan traveling? Tips gampangnya sih kalian sering-sering pantengin glitzmedia.co. Kenapa aku saranin untuk baca-baca di situs itu? Karena aku yakin ketika mau traveling pun kita butuh referensi.

Di portal khusus perempuan, kita akan menemukan pencerahan mengenai tempat-tempat wisata yang oke punya, mendapatkan inspirasi pakaian yang tetap mengutamakan kenyamanan dan eye catching saat traveling, dapat info seputar skincare yang sangat berguna untuk perawatan kulit sebelum dan sesudah jalan-jalan.

Kali aja kan ada yang gak mau kulitnya jadi gelap setelah traveling. Aku dulu pernah tuh waktu main seharian di Pantai Pangandaran dan piknik gak modal ke Derawan, pulang-pulang kulit jadi hitam eksotis. Karena aku orang Indonesia tulen, jadi deh perawatan buat putihin kulit sedikit. Kurang bersyukur ya? Padahal kulit hitam eksotis itu yang didambakan bule. Hehe.

Baca juga: Berlibur ke Pulau Derawan

Share dong tips dan pengalaman traveling teman-teman di kolom komentar. Atau apa referensi bacaan kalian saat merencanakan traveling? Ada yang suka baca portal online khusus perempuan juga kah kaya aku?

Continue reading Portal Online Khusus Perempuan, Buat traveling Nyaman dan Lupa Mantan

Tuesday, June 5, 2018

, ,

Mudahnya Isi Ulang Pulsa, Kuota Internet dan Token Listrik Ketika Berada di Pedesaan

Assalamualaikum teman-teman, gimana kabar puasanya? Masih ada yang suka diam-diam buka kulkas dan minum air es gak nih? Gak lah yah, cuma mau cuci muka aja pasti. Tenang, aku orangnya khusnuzon kok sama orang. Efek dulu waktu TK pernah disuudzonin minum air es, padahal emang iya mimum sedikit. Apa deh, basa basi yang aneh. Maafkan ya, hehe.

Menjelang akhir puasa gini biasanya THR mulai bermunculan nih, kalian udah pada dapet belum? Lumayan kan buat mudik dan berbagi kebahagian bersama keluarga tercinta. Eh iya, pada pulang kampung gak? Kalau aku sih biasanya sehari menjelang lebaran baru melipir mudik ke desa tempat Almh. Nenekku tinggal. Ngomong-ngomong soal desa, aku mau share sedikit pengalamanku ketika berada di pedesaan.

Akhir-akhir ini cuaca di kotaku bisa dibilang agak galau, artinya kami kadang sulit memprediksi kapan seharusnya musim hujan dan kapan kemarau. Semua baik-baik saja sampai pada waktunya kami kehabisan pulsa listrik atau kuota internet. Maklum, kadang kalau kami bosan tinggal di rumah yang persis berada di tengah kota maka kami akan bertolak menghilangkan penat ke pedesaan. Udara yang masih segar dan kebisingan yang belum seramai di kota menjadi alasan terbaik untuk hijrah sementara. Selain itu masyarakat di desa yang kami kunjungi pun ramah-ramah, untuk urusan gotong royong masih sangat kental dirasa.

Balik lagi saat kehabisan pulsa listrik dan kuota internet. Suatu hari kami pernah kehabisan keduanya saat berada di desa, masalahnya terletak pada tak efektifnya jarak tempuh dan keadaan saat itu. Yups, hujan terus mengguyur desa kami sejak dini hari. Alhasil jalan pedesaan yang masih dominan tanah menjadi becek dan licin, apalagi desa kami berada di tempat yang cukup tinggi yang mengakibatkan munculnya kabut yang cukup tebal di saat hujan. Otomatis masalah kedua adalah jarak pandang. Benar-benar deh waktu itu bikin bete banget karena skak  tak bisa kemana-mana dan rumah jadi gelap.

Mudahnya isi pulsa dan token listrik via online
Tersedia lengkap operator  serta token listrik di 123pulsa

Untungnya, sekarang kami tak segaptek kemarin-kemarin. Teknologi  semakin canggih dan mempermudah dalam segala hal, setidaknya itu yang kurasakan dalam menjalani dan melengkapi apa saja yang diperlukan sehari-hari. Mulai dari beli pulsa untuk internetan sampai isi ulang token listrik jadi lebih mudah untuk dilakukan dalam segala kondisi. Salah satunya kalian bisa menggunakan jasa pengisian pulsa atau token listrik melalui web 123pulsa. Dijamin kita akan mendapatkan beberapa manfaat sekaligus dalam sekali transaksi seperti murah, mudah, cepat dan otomatis.

Baca juga: Asiknya merajut asa dan silahturahmi

Cara mudah oredr pulsa di 123pulsa
Cara mudah order pulsa via web 123pulsa

Tak hanya itu kadang kami pun membantu tetangga di desa apabila mereka butuh pulsa, kuota internet ataupun token listrik. Benar-benar memudahkan kami yang pada dasarnya jarak menuju arena jual beli relative jauh untuk dijangkau. Untuk cara transaksi pembeliannya pun sangat mudah, kita bisa langsung meluncur ke situs webnya lalu masukkan data-data yang dibutuhkan, setelahnya tinggal tekan tombol order lalu nanti keluar jumlah nominal yang harus kita bayar via transfer bank.

Setelah tahu cara mudah beli token listrik atau pulsa, kami jadi jarang keluar untuk sekedar membelinya. Buat kalian cara ini bisa juga dicoba untuk membuat senang orang-orang tercinta. Diam tapi tahu-tahu kuota internet bertambah atau token listrik sudah dibayar. Yang punya istri pasti istrinya bahagia banget punya suami pengertian, tak lama sehabis dibelikan langsung dimasakin makanan yang lezat. Terus buat yang jomblo kaya aku, jangan sedih karena bisa bahagiakan orang tua dengan inisiatif membelikan pulsa atau token listrik di rumah. Yakin deh, ortu makin getol doain biar cepet-cepet dapet mantu. Haha.

Oke cukup segini dulu sharing dariku tentang kemudahan hidup di pedesaan dengan adanya teknologi. Kalau kalian mau menambahkan kemudahan lain yang kalian dapat dari belanja pulsa dan token listrik via 123pulsa atau punya pengalaman yang lain mengenai beli pulsa dan token listrik, bisa komen di kolom komentar postingan ini. Siapa tahu bisa jadi berguna untuk orang lain yang membacanya.

Continue reading Mudahnya Isi Ulang Pulsa, Kuota Internet dan Token Listrik Ketika Berada di Pedesaan

Sunday, May 20, 2018

,

Pengertian Waktu Imsak di Bulan Ramadhan



Marhaban ya Ramadhan. Alhamdulillah, masih bisa menulis dan membaca tulisan di blog ini berarti Allah SWT masih memberi kita kesempatan hidup. Perlu banget tuh bersyukur karena bisa sampai di bulan penuh berkah pada tahun ini. Kalau ngomongin soal Ramadhan pasti gak akan bisa lepas dari yang namanya waktu imsak. Sebenarnya apa sih makna imsak itu sendiri?

Menurut bahasa etimologi imsak berasal dari amsakap-yumsiku-imsak yang artinya tahan, tangkap dan pegang. Sumber; (Ahmad Warsan Munawwir, Al Munawwir, Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku Ilmiyah Keagamaan, 1984, materi masaka).

Jadi kalau kita sangkut pautkan dengan puasa maka imsak adalah batasan waktu untuk stop dari makan, minum dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa. Semacam lampu kuning lah kalau di lampu lalu lintas.

Tapi pada kenyataannya pengertian imsak di masyarakat sudah bergesek sedikit maknanya yaitu tanda mulai berpuasa. Kalau masih makan dan minum pas sirene imsak berbunyi berarti batal puasanya. Terus antara senang dan sedih deh gak puasa pada hari itu.

Dulu pas zaman masih agak imut, aku pernah sahur pas selesai imsak. Maklum anak bocah, bisa berabe kalau puasa full tapi gak sahur. Terus diledekin sama Om, kalau aku udah batal puasa. Nangis dong, sedih banget kan kalau ada bolongnya. Masa kalah sama cucu-cucu Kakek yang lain. Nanti THR-nya gak full pula, wkwk masih kecil mata duitan.

Terus Kakek merangkul pundakku. Beliau dengan bijak mengatakan, “Gak batal sayang, lanjutin aja sahurnya. Azan subuh baru kita mulai puasa. Om kamu cuma mau nyomot rempeyek udangmu aja kalo kamu nangis.” Oke, aku baru sadar ternyata Omku musuh dalam rempeyek udang. Haha.

Semakin dewasa aku semakin telaten bertanya dengan Kakek tentang masalah imsak. Beliau pun semakin semangat berbagi ilmu. Sesungguhnya waktu imsak yang dikumandangkan terutama di Indonesia adalah sebuah lampu kuning untuk bersiap puasa. Dengan jeda waktu sebelum azan tersebut kita kan bisa gosok gigi, nyuci piring, salat sunah sebelum subuh, baca Quran dan hal-hal bermanfaat lainnya.

Gak ada yang salah dengan cara pemerintah menetapkan waktu imsak, karena tujuannya supaya masyarakat tertib dan lebih mempersiapkan diri untuk puasa di hari-hari selanjutnya. Jadi please jangan gara-gara perbedaan pendapat soal imsak pun bisa memancing amarah kita dengan sesema muslim. Hanya perlu diluruskan sedikit, bukan untuk debat kusir. Sayangkan ibadahnya, malah berselisih adu amarah ini yang membuat kita batal puasa.

Lanjut ke hadits sohihnya ya:

Dari Samurah ibn Jundub, Nabi saw, bersabda: Jangan sampai menghentikan makan sahur kalian lantaran adzannya Bilal atau fajar putih yang memanjang vertikal (fajar kadzib) sampai datangnya fajar memanjang horizontal (fajar shadiq).

Hadis di atas dikeluarkan oleh Muslim (shiyam: 1831, 1832, 1833, 1834); Turmudzi (shaum: 640); Nasai (shiyam: 2142); Abu Daud (shaum: 1999); Ahmad (musnad bashriyyin: 19221, 19238, 19290, 19338).

waktu fajar
Waktu-waktu Fajar
Waktu fajar di sini ada dua, yang pertama fajar shodiq (fajar masuknya waktu subuh atau dengan kata lain fajar yang diharamkan melakukan segala hal yang membatalkan puasa dan dihalalkan untuk salat), yang kedua ialah fajar kadzib (yakni fazar yang muncul sebelum fajar shodiq. Artinya fajar yang diharamkan salat dan dihalalkan untuk makan dan minum). Diriwayatakan oleh Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro no. 8024 dalam “Puasa”, Bab “Waktu yang diharamkan untuk makan bagi orang yang berpuasa” dan Ad Daruquthni dalam “Puasa”, Bab “Waktu makan sahur” no. 2154. Ibnu Khuzaimah dan Al Hakim mengeluarkan hadits ini dan keduanya menshahihkannya sebagaimana terdapat dalam Bulughul Marom. 

Dalam Al-Quran pun Allah menjelaskan:

“Makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yakni waktu fajar.”(Al-Baqarah ayat 187)

Demikian beberapa acuan yang bisa kita pakai untuk urusan imsak atau waktu dimulainya puasa. Kalau sekiranya masih ada salah tolong diperbaiki dan dimaafkan. Kita sama-sama terus belajar tentang islam. Siapa tahu bisa saling sapa dan saling membantu di akhirat kelak karena kita pernah saling mengingatkan dalam kebaikan.

By the way, masih pada semangat kan puasanya? Harus dong! Yang tahun-tahun lalu masih males-malesan puasa Ramadhan, coba deh diniatkan sungguh-sungguh pas sahur. Bilang sama diri sendiri “Aku mampu puasa dan menahan segala nafsu!”

Ibadah itu bukan masalah bisa atau engga, tapi soal niat di dalam diri. Banyak hal yang Allah ajarkan dari puasa. Salah satunya ikut merasakan laparnya saudara saudari kita yang gak makan berhari-hari. Yah sebenarnya kalau dibanding sama puasa kita mah belum ada apa-apanya rasa lapar yang mereka alami.

Serius deh, suka sedih kalau ada orang yang sudah baligh atau wajib puasa, tapi dia malah gak mau puasa. Aku yang gak melakukannya saja merasa malu sama Allah, karena ada saudara seimanku yang lalai. Astagfirullah. Tapi aku percaya, pembaca blogku insyaallah pada kuat-kuat imannya.

Sekian dulu pembahasan ringan tentang imsak dariku. Mulai besok jangan ada yang tanya lagi ya, “Imsak di Lampung jam berapa, Sob? Es buah belum sempat gue minum soalnya.” Serius, aku gak simpen jadwal imsak soalnya. Tandanya aku mulai puasa itu pas dengar adzan subuh.

Bagaimana pendapat kalian, yuk berbagi pengalaman dan info seputar imsak di kolom komen.



Continue reading Pengertian Waktu Imsak di Bulan Ramadhan