Thursday, September 20, 2018

, ,

Tak Harus Ke Luar Negeri, 6 Tempat Wisata Indonesia Ini Mirip dengan yang Ada di Luar Negeri



Weekend atau bahkan liburan panjang merupakan momen yang paling ditunggu oleh masyarakat, sebenarnya bukan tanpa alasan, melainkan mereka memiliki lebih banyak waktu senggang atau free untuk digunakan jalan-jalan bersama dengan teman atau mungkin keluarga. Karena dengan terlalu lama menghabiskan waktu di tepat kerja atau juga di sekolah sering kali membuat pikiran jadi penat, sehingga paling tepat menghabiskannya untuk liburan. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika ada banyak tempat wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

Selain karena pertimbangan biaya atau budget yang cukup mahal, sebenarnya hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah waktu, dimana untuk mencapai wisata luar negeri tentunya butuh waktu lebih lama, jika waktu liburan Anda tak begitu lama, sudah pasti nantinya hal ini hanya akan membuat waktu Anda dalam menghabiskan liburan juga sangat terbatas bukan?Padahal seharusnya waktu senggang dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Tak jarang juga sebenarnya banyak diantara tempat wisata Indonesia yang mirip dengan di luar negeri, seperti beberapa obyek wisata berikut ini, yaitu:


  1. Patung Buddha Tidur, tentunya banyak yang sudah pernah mendengar nama yang satu ini bukan, yaitu sebuah patung Buddha dalam posisi tidur yang berada di kawasan Mojokerjo, Jawa Timur. Sangat mirip dengan patung buddha yang berada di Thailand, namun bedanya yang ada di Wat Pho tersebut dilapisi dengan emas 18 karat, juga ukurannya yang jauh lebih besar.

    Sumber foto: dolenku.blogspot.com

  2. Pasar Apung, di beberapa bagian wilayah Indonesia terdapat sungai besar yang dijadikan sebagai obyek atau kawasan perdagangan, seperti diantaranya yang berada di Banjarmasin, yaitu Sungai Barito yang terbilang besar dan luas banyak dipakai oleh masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli, tentunya di atas kapal-kapal kecil mereka. Unik dan tak hanya ada di Indonesia, kegiatan transaksi semacam ii juga ada di kawasan Thailand hingga Vietnam, sehingga tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk melihatnya.

    Sumber foto: ksmtour.com

  3. Simpang Lima Gumul, monumen yang satu ini berada di Kabupaten Kediri, merupakan sebuah Monumen yang diresmikan pada tahun 2008 dan mirip seperti Arc De Triomphe yang ada di Paris, yaitu monumen yang digunakan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, juga digunakan untuk menggambarkan revolusi yang terjadi pada masa kekaisaran.

    Sumber foto: tabloidwisata.com

  4. Candi Prambanan, Prambanan adalah salah satu kawasan Candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah dengan nilai cerita menarik, Candi ini sudah masuk dalam warisan dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO. Kawasan Candi ini sangat mirip dengan Angkor Wat yang ada di Kamboja.

    Sumber foto: hipwee.com

  5. Patung Yesus Kristus, di Rio De Jenerio Brazil memang ada sebuah patung Yesus Kristus yang memiliki landmark sangat indah dan juga besar, namun Indonesia juga berhasil membangun yang serupa pada tahun 2015 lalu. Untuk bisa ke sini sepertinya Anda harus melewati sekitar 7777 anak tangga.

    Sumber foto: indonesiakaya.com

  6. Kampung warna-warni, tak perlu datang ke Brazil maupun La Trinidad, Filipina Utara untuk menyaksikan keindahan kampung yang dipoles dengan warna-warni cat, melainkan cukup dengan datang ke beberapa kawasan di Indonesia seperti diantaranya adalah Jodipan; Malang, Kenjeran; Surabaya hingga di Yogyakarta.

    Sumber foto: beriwartacom

Banyak bukan tempat wisata Indonesia yang unik dan mirip dengan luar negeri, namun sayangnya sebagian besar masih menganggap liburan ke luar negeri memberikan pride tersendiri untuk mereka. Persiapan akomodasi terbaiknya dari Lalalaway dengan membaca referensi dari travel blog.


Continue reading Tak Harus Ke Luar Negeri, 6 Tempat Wisata Indonesia Ini Mirip dengan yang Ada di Luar Negeri

Sunday, September 2, 2018

, , ,

Sanitasi Aman Penentu Kesehatan: TPA Bakung Bandar Lampung Butuh Bantuan



Tulisan ini aku buat karena temanya unik dan jarang banget orang mengangkatnya menjadi pembicaraan yang hangat, padahal bahasannya sangat penting buat kesehatan dan tentunya kelangsungan hidup manusia. Memang tentang apa sih sampai sebegitu pentingnya? Tentang Sanitasi aman yang merupakan tanggung jawab kita semua. Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. (Sumber: Wikipedia)

Pembukaan dan perkenalan peserta workshop sanitasi bareng AJI Bandar Lampung

Selfie bareng beberapa peserta Workshop Sanitasi aman (Sumber gambar: Latifah)
Beberapa hari yang lalu aku diberi kesempatan buat ngobrol yang agak serius bersama AJI Bandar Lampung, Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tentang sanitasi aman. Pesertanya dari kalangan jurnalis baik itu jurnalis media (wartawan) ataupun jurnalis warga (Blogger). Dimulai dari pertanyaan Pak Agus Setyo selaku Kepala Kesling Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang mengawali obrolan kami, “Kenapa sih kita jarang mengangkat tulisan tentang sanitasi? Padahal sanitasi itu ibaratnya makanan sehari-hari. Apa mungkin tema ini kurang seksi? Atau tema-tema yang menjual kesedihanlah yang laku dipasaran?” Terus aku merenung, benar juga kalau dikatakan sedikit yang membahas tentang sanitasi. Di dunia Blogger sepertiku pun kuperhatikan sedikit sekali yang menulis tentang sanitasi, apalagi sampai terjun langsung ke lapangan melihat kondisi lingkungan yang tercemar misalanya.

Pak Agus Setyo selaku Kepala Kesling Dinkes Lampung
Oke, pertanyaan tersebut merupakan awalan yang menarik untuk diperbincangkan. Indonesia bisa dikatakan darurat untuk urusan kebersihan air dan juga sistem sanitasi yang akhirnya merambat ke berbagai hal. Setelah mengikuti workshop dan field trip kemarin, aku kembali disadarkan bahwa banyak hal yang akan terganggu jika sistem sanitasi di lingkungan kita tak aman. Contoh-contoh sederhananya adalah toilet-toilet di sekolahan, tak terkecuali sekolahku dulu yang masih terbilang sangat minim kebersihan. Sepertinya yang penting punya WC saja sudah dirasa sangat beruntung, padahal sumber kesehatan dan produktifitas belajar siswa dipengaruhi oleh sanitasi yang baik.

Dampak dari sanitasi yang buruk di lingkungan sekolah pun aku rasakan. Mulai dari males buang air kecil dan buang air besar di sekolah, diare, sampai pada risih atau merasa risau saat menstruasi dan harus ganti di sekolah. Kalau misal ditahan untuk tidak ke kamar mandi dan menuntaskannya di rumah pun rasanya gak karuan, konsentrasi belajar pun buyar. Sanitasi buruk pun tak jarang menyebabkan Stunting yakni masalah kekurang gizi kronis yang terjadi dalam waktu yang lama dan penderita biasanya tinggi badannya lebih rendah dari standar usianya, Stunting terjadi sejak janin masih dalam kandungan dan baru terdeteksi saat anak berusia dua tahun. Lagi dan lagi sanitasi menjadi dasar terwujudnya SDM yang berkualitas untuk kemajuan bangsa.

Fakta sanitasi yang jarang sekali kita bahas. (Sumber data: Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 20017 & Bappenas, 2010)
Masalah sanitasi pun akhirnya meluas ke ranah isu gender, opini ini ditambahkan langsung oleh Mba Eni Muslihah selaku panitia pelaksana. Beliau katakana bahwa sanitasi yang buruk dapat mempersulit kaum wanita khususnya para ibu yang sedang hamil atau baru melahirkan. Contoh ceritanya adalah, ada seorang Ibu yang sedang hamil dan ketika dia ke kamar mandi tiba-tiba lantai kamar mandinya amblas. Ternyata di bawah kamar mandinya tersebut adalah sekaligus lubang septic tank dan ubin/pondasinya tak kuat menampung beban pijakan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada si Ibu, otomatis belumuran kotoran dan yang yang lebih mirisnya lagi si Ibu akhirnya melahirkan lebih cepat sebelum waktunya. Nah ini fakta-fakta di lapangan yang nyata tentang sanitasi namun tak banyak yang mengangkatnya menjadi sebuah artikel penting.


Bu Eni Muslihah selaku panitia pelaksana
Di sambung oleh Pembicara lain yakni Pak Bambang Pujiatmoko dari SNV yang membahas tentang hubungan sanitasi dan pencapaian SDGs. Oleh sebab itu sanitasi aman merupakan serangkaian tujuan besar yang sedang Indonesia usahakan demi terwujudnya SDGs (Sustainable Development Goals) yang merupakan bentuk pembangunan bersama berbagai elemen kesejahteraan masyarakat sampai tahun 2030 yang disepakati oleh PBB. Artinya cakupannya besar yakni cita-cita pembangunan seluruh negara.

Tujuan SDGs tentang sanitasi air yang merupakan tujuan bersama anggota PBB


Bahkan sanitasi yang buruk sangat berdampak pada dunia pendidikan, kata Pak Bambang.
Dari tadi bahas sanitasi aman tapi belum dijelaskan bagaimana sih sanitasi aman itu? Selow, aku kasih waktu lima detik dari sekarang buat ambil napas dan relaks. Gimana? Masih belum pegal kan baca tulisanku tentang sanitasi kali ini? Hehehe. Jadi gini, sanitasi yang aman itu terbagi menjadi lima komponen utama yaitu:

1.    Jamban

Bisa dipastikan ya di rumah teman-teman ada jamban, hayo ngacung yang di rumahnya belum ada jamban atau masih menumpang di tempat lain? Aku doakan semoga bisa segera punya tempat pembuangan sendiri. Nah selanjutnya pastikan bahwa jamban kalian dilengkapi pijakan dan leher angsa dan  ditempatkan di tempat yang tertutup yang bersih dan nyaman.

2.    Septic Tank/ tempat penampungan tinja

Nah ini pun gak kalah penting, Tanki septik hurus, kudu dan wajib kedap seluruhnya baik itu bagian dasarnya, bagian dindin, maupun samping. Tak lupa juga harus berstandar SNI. Kemudian antara septic tank dan sumber air harus harus berjarak sepuluh meter, menghindari tercemarnya air bersih dari cairan tinja. Pastikan juga septik tank mempunyai struktuk pembangunan yang benar.


Septik tank yang baik seharusnya terdapat skam di bagian atasnya.
3.    Penyedotan

Pastikan kalian rajin menyedot septik tank dalam tiga tahun sekali supaya tidak membuatnya terlalu penuh dan akhirnya malah kotoran tersebut naik ke permukaan lalu menimbulkan penyakit. Oh ya, yang disedot itu bagian endapan atau lumpur tinjanya.

4.    Pengolahan lumpur tinja

Jadi nanti itu saat septik tank disedot, yang bakal diamabil adalah lumpur tinjanya. Nantinya lumpur tinja tersebut diangkut secara aman ke IPLT (Instalasi Pengolaha Lumpur Tinja) dan diolah secara aman sebelum akhirnya digunakan kembali.

Aneka limbah diangkut ke TPA/IPLT Bakung, Bandar Lampung
5.    Pembuangan dan pemanfaat kembali

Buangan air olahan lumpur tinja tersebut nantinya dites apakah sudah memenuhi standar baku mutu lingkungann, baru kemudian lumpur tinja tersebut dimanfaatkan kembali sesuai keperluan, contohnya untuk dibuat pupuk.

Pembuangan lumpur tinja yang nantinya akan menjadi pupuk alami

Jadi apakah sanatasi di rumah kita sudah aman? Aku bersyukur banget bisa ikut workshop ini, karena ternyata banyak ilmu-ilmu tentang sanitasi yang belum kuketahui. Seperti jarak septic tank yang wajib 10 meter dari sumber air, terus lapisan septic tank yang ada bagian sekamnya, sampai pada apalikasi keren yang dibuat oleh Kemenkes dan Senetarian tentang desa atau wilayah mana saja yang sudah ODF (Open Defecation Free) dan wilayah mana saja yang masih OD atau masih buang air besar sembarangan. Nama aplikasi keren tersebut yakni STBM SMART, kalian bisa mendownloadnya di Google Play.




















Tak hanya urusan sanitasi berupa limbah pembuangan, kami pun dibekali ilmu tentang air galon isi ulang yang baik. Iya, kalian tahu kan depot isi ulang air mineral yang sering kita kunjungi untuk isi ulang air. Ternyata masih teramat banyak loh depot isi ulang air galon yang gak memenuhi standar Kemenkes atau pun BPOM. Otomatis bisa sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Proses pencucian dan pengisian ulang di di depot air mineral isi ulang.
Ada tiga hal yang kutangkap yang selama ini mungkin keliru di masyarakat tentang depot air isi ulang yakni:

1.      Sinar UV yang  terdapat di depot air dipastikan harus selalu menyala serta warnanya biru dan tidak diganti dengan neon untuk mengelabui konsumen.

2.      Patikan saat pembersihan atau pembilasan galon, lobang tutup galon menghadap ke bawah dan bukan yang menyamping.

3.      Seharusnya galon yang sudah diisi ulang airnya tidak dijejer-jejer seperti yang sering kita lihat di warung di sekitar rumah kita. Ya, air isi ulang baiknya langsung dipakai dan bukan disimpan lama-lama karena dapat menyebabkan terkontaminasinya air dengan bakteri.

Demikian ilmu tentang depot air minum yang sempat terekam oleh memori otakku, jika kalian ada yang mau didiskusikan lebih lanjut mengenai sanitasi atau tentang depot air mineral yang sehat itu seperti apa, biar lebih jelasnya kalian bisa hubungi nomor-nomor di bawah ini.

Nomor yang bisa dihubungi untuk diskusi tentang sanitasi atau soal depot air galon yang baik
Selesai pembekalan tentang sanitasi di hari pertama, hari selanjutnya kami langsung turun ke lapangan atau melaksanakan field trip. Nah di sini mataku semakin terbuka tentang kebersihan. Jujur, sebagai seorang Blogger baru kali ini aku diajak kunjungan ke tempat yang menurutku lumayan horror dari segi kebersihan. Biasanya, sih kalau diajak trip itu ke tempat-tempat wisata, yang pastinya semua serba enak dan bersih.

Bersyukur banget sih karena kemarin akhirnya turun ke lapangan dan membuatku malah semakin melow tentang makna syukur. Gimana engga, penglihatanku disuguhkan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang sekaligus berfungsi sebagai IPLT-nya Bandar Lampung. Iya, tempat pembuangan aneka sampah dan lumpur tinjanya manusia di Bandar Lampung.

TPA dan IPLT Bakung Bandar Lampung

Kami tiba di TPA/IPLT Bakung
Dari 25 peserta terpilih di workshop sanitasi tersebut kami dibagi beberapa kelompok untuk melakukan field trip. Aku sekelompok dengan Mba Sulis (Wartawan Tribun), Mba Maya (Wartawan Lampung Pro) dan Mba Ning (Blogger). Kami berempat berangkat ke TPA Bakung Bandar Lampung. Selama perjalanan aku merasa santai saja, sampai pada kira-kira jarak dua kilometer dari TPA Bakung hidungku mulai terusik dengan bau sampah yang menyengat. Ampun dah, jarak masih jauh saja udah semenyiksa ini baunya. Bagaimana dengan masyarakat yang hidup dekat dengan TPA tersebut? Apa gak sangat beruntung hidupku karena rumah terbebas dari aneka bau yang tak sedap? Kadang di situlah aku tersadar untuk kembali bersyukur.

Bau sampah dan Limbah tinja tetap tercium meski kami sudah menggunakan masker

Belum ada sejam kami di sini sudah mulai merasa mual dan pusing menghirup aroma busuk
Sebenarnya kalau lokasi ini bukanlah TPA atau tempat pembuangan akhir, aku rasa lingkungannya masih cukup asri. Karena selama perjalanan yang kutemukan hamparan hijau sisa hutan di kota Bandar Lmpung. Misal jadi tempat wisata, aku rasa banyak orang yang akan main ke sini, karena masuk daerah perbukitan dan kalau bukan tempat sampah pasti udaranya masih sejuk.

TPA Bakung masih di daerah perbukitan yang cukup hijau, namun sayang hanya aroma busuk yang melekat di ingatan
Makin mendekati gapura yang bertuliskan TPA Bakung, makin hilang imajinasiku untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata. Boro-boro menghirup udara segar, aku gak muntah pun udah syukur berada di tempat ini.  Meski begitu aku sangat antusias untuk membuat tulisan tentang sanitasi di kota tempatku tinggal ini. Maka dari itu sangat dibutuhkan data dan foto langsung di lapangan. Hitung-hitung merasakan kerja lapangan ala wartawan lah ya, iya dong jadi Blogger itu kan harus excited tentang apapun selama hasil tulisannya bermanfaat buat pembaca.

Turun langsung ke lapangan saat hendak membuat tulisan tentang sanitasi
Sesampainya di TPA Bakung kami langsung ngobrol santai dengan salah satu petugas kebersihan di tempat pembuangan akhir tersebut. Beliau mengatakan kalau mobil tinja yang masuk dalam sehari ada sekitar 30 mobil, sedangkan untuk yang mengangkut sampah ada sekitar 100 truk sehari. Itu baru mobil tinja, belum truk-truk sampah yang kalau kuhitung-hitung tiap dua sampai tiga menit sekali masuk ke wilayah TPA Bakung. Kebayang ya sebanyak apa sampah yang diproduksi manusia khusus daerah Bandar Lampung saja.

Pak Setiyawan sebagai  petugas penting dan penanggung jawab TPA Bakung 
Tak puas mengobrol dengan satu petugas yang ada di sana, kami pun langsung mendatangi seorang atasan yang selalu siaga berada di kolam penampugan tinja. Tempatnya agak menanjak, jalannya becek karena tumpahan dari limbah tinja, serta pemandangan warna-warni gunung sampahnya Bandar Lampung. Aku hampir menyerah, luar biasa bikin bulu kuduk berdiri bukan karena melihat hantu tapi karena lingkungan yang sangat kotor.

Obrolan dengan Pak Setiyawan terus berlanjut karena kami masih sangat penasaran dengan proses pengolahan limbah tinja
Dari hasil wawancara kami mengetahui bahwa gak sampai seperempat luas wilayah TPA Bakung ini yang dijadikan sebagai tempat penampungan tinja. Karena bisa kita lihat dari foto bahwa sampah selain tinja manusia saja sudah sangat menggunung dan kekurangan tempat penampungan. Jadi yang dipakai untuk IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) hanya 2010 meter persegi. Dan yang bikin mikirnya lagi ternyata cuma ada satu IPLT yang aktif di wilayah Bandar Lampung, yakni di TPA Bakung ini. Selebihnya hanya kolam-kolam penampungan tinja kecil sementara yang sering disebut Ipal Komunal. Kira-kira ada 24 Ipal Komunal yang tersebar di perumahan yang ada di Bandar Lampung.

Sampah di TPA Bakung sudah menggunung dan pengelola meminta bantuan pemerintah untuk penambahan area penampungan sampah dan lain-lain
Untuk proses pengolahan tinja di IPLT TPA Bakung ini mengalami lima tahapan yaitu mobil tinja masuk ke dumping area, selanjutnya tinja tadi dialirkan ke kolam SSC (Solid Separation Chamber) atau kolam pemisahan lumpur tinja dan airnya. Setelah dari kolam SSC, dialirkan lagi kolam fakultatif yakni kolam yang berfungsi mengurangi kadar bahan organik yang ada di dalam limbah. Lalu terakhir masuk ke kolam maturasi yang salah satu fungsinya adalah sebagai penghilang mikroba patogen dari limbah. Semua proses pengolahan tinja tersebut sebenarnya hanya dibutuhkan satu hari sampai pada tahap akhir yakni lumpur tinja yang seperti tanah dan bisa dijadikan pupuk.

Lumpur tinja yang sedang disaring
Gak kebayang ya bagaimana kolam penampngan tinja di TPA Bakung ini yang pastinya sudah over kapasitas kalau pas hujan. Ya TPA Bakung pun sudah sering mendapat keluhan dari warga mengenai air limbah sampah maupun tinja yang akhirnya turun ke rumah-rumah penduduk atau tercampur dengan sumber air bersih warga. Baunya yang busuk dan sangat mengancam kesehatan warga adalah PR bagi setiap kalangan. Aku semakin sadar bahwa kebersihan itu bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga tugas setiap warga negara.

Diharapkan kedepannya pemerintah daerah khususnya, lebih menseriuskan tentang masalah sanitasi yang ada di TPA Bakung ini. Misal penambahan area penampungan sampah sampai ditambahnya kapasitas penampungan lumpur tinja dan sebagainya.


Di wilayah TPA Bakung ini ada sekitar dua ratus pemulung yang tinggal dan sekaligus mencari nafkah dari tumpukan sampah yang menggunung. Lagi dan lagi ada yang membuat kami miris adalah saat anak-anak pemulung yang asik bermain di kolam air tinja. Bukankah itu sangat berbahaya bagi kesehatan mereka? Dari pihak pengelolah TPA Bakung sendiri sebenarnya sudah diberi peringatan agar tidak bermain-main di area kolam tinja, tapi tetap saja karena mungkin sudah menjadi hal yang biasa, jadilah anak-anak tersebut menjadikan kolam penampungan tinja tersebut sebagai lapangan bermain.

Anak-anak bermain di kolam penampungan dan penyaringan limbah tinja di IPLT Bakung (Sumber foto: Mba Sulis)
Aku benar-benar menyerah setelah kurang lebih tiga puluh menit berada di tempat kolam penampungan tinja, dan akhirnya aku memutuskan untuk turun dan menjauh dari aroma-aroma bau busuk tersebut. Salut dengan para petugas kebersihan dan warga di sekitar TPA Bakung ini, mereka masih bisa makan dengan aroma udara sekitar yang sangat berbau busuk. Bahkan Mba Sulis pun tak mau ketinggalan mengambil foto saat keluarga pemulung di lingkungan TPA Bakung makan bersama. Subhanallah, mungkin hidung mereka sudah lupa bagaimana aroma ayam goreng, sambal terasi, pete, sate dan sebagainya karena yang tercium oleh indra penciumanku hanya bau sampah yang menyengat.

Warga/para pemulung makan bersama dengan kondisi sekitar yang sangat kumuh (Sumber foto: Mba Sulis)
Aku yakin banget, sistem sanitasi dari rumah-rumah kumuh para pemulung ini sangat buruk. Ya Robb, lalu bagaimana dengan kondisi kesehatan mereka dan warga di sekitar TPA Bakung ini. Serius deh, aku banyak banget bersyukur dan belajar tentang kebersihan dan tentunya tentang kehidupan. Makasih banyak loh buat AJI Bandar Lampung yang udah ajak aku melihat realita kebidupan tempat-tempat kumuh meski masih di wilayah Bandar Lampung.

Aku gak tahu mau cerita apalagi, yang pasti dengan mengikuti serangkaian workshop sanitasi  ini aku semakin mencintai kebersiham, kesehatan dan rasa syukur. Ya, semua indraku dalam workshop ini gak cuma dimanjakan dengan makanan enak atau fasilitas baik yang biasanya kami kunjungi dan dapati dari acara Blogger, tapi juga diwajibkan untuk melihat kenyataan bahwa kehidupan itu gak selamanya ada di tempat enak, tapi juga ada orang-orang yang sangat berjasa di bidang kebersihan sehingga mumbuat hidup kita nyaman dan tentunya enak dengan kebersihan kota Bandar Lampung yang tercinta ini.

Makan enak saat pembekalan sebelum akhirnya hilang selera makan setelah pulang dari field trip, hehe.

Selfie sebelum pulang dari TPA Bakung
Kalau kalian pernah gak berkunjung ke TPA atau IPLT di kota masing-masing? Atau ada yang mau share pengalaman tentang sanitasi? Boleh banget kalian tinggalkan cerita di kolom komentar di postingan ini, siapa tahu bermanfaat buat yang lain. Salam Sanitasi, Salam Hidup Sehat!

Oh iya, tonton juga ya vlog sederhanaku selama workshop sanitasi kemarin berlangsung:




Continue reading Sanitasi Aman Penentu Kesehatan: TPA Bakung Bandar Lampung Butuh Bantuan

Wednesday, August 22, 2018

,

Profesi Asik; Blogger Sekedar Gengsi atau Niat berbagi?




Assalamualaikum. Udah bahagia belum hari ini? Bersyukur dulu geh biar Allah SWT kasih kita bahagia. Kali ini entah kenapa lagi kepengen bahas tentang berkarya di dunia internet. Yups, terkusus mereka yang bekerja santai, nyaman, bermanfaat dan bonusnya menghasilkan pundi-pundi rupiah. Contohnya Blogger dan Youtuber. Menurutku kedua profesi ini sama-sama asik. Asik dalam artian kita belajar untuk berkarya dengan persaingan sehat. Tentunya dibutuhkan lebih banyak kreativitas dari kedua profesi tersebut.

Menurut pengamatanku tapi maaf kalau salah, untuk kaum muda lebih banyak yang terjun di dunia Youtuber ketimbang Blogger. Entah kenapa gitu rasanya orang-orang lebih banyak tahu Youtuber terkenal ketimbang Blogger. Entah karena kami ini kalem dalam berkarya atau factor lainnya. Yang pasti banyak juga lho Blogger yang karyanya benar-benar gurih. Contohnya Bang Raditya Dika dan Mba Trinity  (Film: The Naked Traveler), mereka awalnya ngeblog. Lama-kelamaan karena kegigihannya dalam berkarya itulah menjadikan mereka terkenal dan terkenang dalam sebuah karya besar.

Aku sebagai generasi setangah muda dan setengah dewasa sudah pasti kepo dengan kedua profesi ini. Pelan tapi pasti aku selalu berusaha update  ilmu sehingga nantinya bisa ngeblog dan ngeyoutube dengan materi-materi baik. Karena karya-karya kita di media online ini bisa jadi amal jariyah atau dosa jariyah yang akan dibawa mati. Iya dong, untuk apa berkarya dengan income berlimpah tapi malah mengajak orang lain berbuat keburukan. Konten adalah raja, rajanya pahala atau dosa.

Eh lagi gak buat materi dakwah, tapi gak apa-apa lah sedikit diselipin urusan akhirat buat pengingat. Balik lagi ke Blogger dan Youtuber, keduanya ini sangat berperan lho di dunia informasi. Informasi yang bersifat politik, agama, iklan, branding diri atau hal-hal yang berbau tranding topic lainnya. Maka dari itu aku bersyukur bisa kecanduan dunia mereka yang pastinya menyediakan konten-konten kreatif dengan cara baik. Santai tapi asik dan yang pasti tidak menimbulkan konflik.

Aku mulai merasa asik saat ngeblog itu ketika ada yang komen tulisanku, itu tuh rasanya gurih banget, kaya bumbu mie instan atau bisa juga micin. Kaya nanti tulisan ini berakhir pun bakal berasa indah kalau banyak yang komen (merayu ceritanya haha). Eh tapi serius, semakin banyak dikomentari seorang Blogger itu bakal semakin semangat nulis dan makin baik tulisannya. Jadi jangan ragu kasih masukan ke kami ya.

Balik lagi ke bahasan profesi asik, sebenarnya semua profesi itu bakalan menyenangkan kalau kita suka melakukannya. Nah yang udah pasti tuh kita bakal senang berkerja itu kalau ternyata perkerjaan kita adalah hobi yang dibayar. Bayangin deh kamu punya hobi gak dibayar aja bakal kamu lakuin terus, apalagi kalau dibayar. Tapi, ada tapinya juga, jangan jadikan uang sebagai patokan kita dalam berkarya yang sesuai hobi kita. Karena takutnya yang ada hanya kecewa kalau gak ada benefit berupa materi  yang kita dapat.

Jadi seorang Youtuber atau Blogger kaya kami itu banyak pahalanya selama konten kita positif. Selain dapat banyak pahala karena konten, kita juga belajar buat sabar. Sabar saat orang sibuk bertanya apa pekerjaan kita, sabar ketika kamu tetap dicap pengangguran, sabar saat dituduh pesugihan atau bisnis jelek lainnya. Ih serius, ada ceritanya nih jadi temannya temanku ini seorang Blogger yang udah Pro banget lah, trafik blognya aja mungkin udah bisa bikin puyeng yang ngitung. Logikanya, berapa dolar yang masuk dari iklan google adsensennya kalau trafiknya aja udah aduhai. Menurut cerita, doi ini udah stay cool setiap bulannya sekitar sepuluh jutaan buat nyumbang ke pesantren dari hasil adsensennya. Sepuluh juta sebulan buat disumbang, berarti berapa dah tuh kira-kira penghasilannya.

Nah ada tantangannya, karena si Doi ini seorang Blogger yang benar-benar mengandalkan SEO di setiap postingan tulisannya, otomatis dia lebih banyak lesehan di depan layar komputer di rumahnya. Ya, dia jarang keluar kalau gak ada hal yang penting-penting banget. Alhasil, doi dikira pesugihan sama tetangganya karena keluar buat kerja aja engga, tapi banyak duitnya. Haha, menurutku ini sih pe-er juga buat para Blogger yang sepenuhnya duit udah ngalir otomatis dari hasil ngoprek SEO, tetap kudu gabung sesekali ikut acara Blogger misal atau kegiatan lain yang kelihatan kita keluar rumah.

Tapi kalau ada yang mentalnya kuat dan gak terlalu ambil pusing apa kata orang sih ya gak masalah. Toh kita ada di dunia ini pun gak selalu harus memuaskan ambisi orang lain, kita yang menjalankan, kita tahu pekerjaan kita halal dan argument lainnya yang menguatkan bahwa apa yang kita lakukan itu positif. It’s no problem.

Aku selalu iri dengan orang-orang yang teguh pendiriannya, bekerja bukan karena hanya untuk gaya tapi bekerja dengan hati dan sesuai passion. Awalnya aku juga ragu ketika memutuskan untuk serius di dunia Blog. Sekedar informasi aku memang senang menulis sejak SD dan mulai berkarya di fiksi sejak kuliah. Selepas kuliah aku mulai melirik dunia blogger, lalu mulai serius-seriusnya baru setahun lebih. Tepatnya setelah aku mendapatkan benefit dari hasil ngeblog yakni jala-jalan gratis ke Pulau Derawan, Kalimantan Timur.

Baca Juga: Perjalanan Seru Berau-Pulau Derawan

Mungkin sebagian orang akan menganggap hadiah liburan itu biasa, toh bisa liburan bareng dengan keluarga misalnya. Tapi bagiku, bersyukur banget bisa jalan-jalan yang cukup jauh dan pastinya gak sedikit dana yang keluar dan itu gak nyusahin minta dari orang tua atau pacar. That’s a point, aku bersyukur dan gak lagi sombong, serius.

Jadi udah banyak duit dong sekarang, Cha? Pertanyaan seram setelah ditanya kapan nikah, hahaha. Banyak atau sedikitnya duit itu relatif, karena aku gak tahu bisa dibilang banyak tuh berapa jumlahnya di mata orang lain? bagiku bisa beli es krim di M** saja udah banyak lho, jadi aku yakin definisi banyak duit di mata setiap orang pasti berbeda. Buat nyatuinnya balik lagi kita ke rasa syukur, sering-sering bilang Alhamduillah biar Allah tambah nikmat hidup di dunia dan akhirat.

Apa yang udah kamu dapet dari ngeblog, Cha? Ini aku pernah curhat nih sama Lala, teman Blogger baruku saat trip ke Pahawang. Yang pasti, aku dapat banyak pengalaman setelah serius ngeblog. Pengalaman dapat ilmu dari berbagai acara Blogger, banyak dapat teman baru, makin dewasa dalam bersikap dan menilai orang baru, bertambah semangat dalam berkarya, bonus bisa jalan-jalan gratis, benefit berupa uang yang cukup buat beli es krim dan yang paling penting nikmat syukur yang semakin bertambah. Lah beli es krim doang? Iya, es krim yang murah meriah itu dan Alhamdulillah udah bikin happy.

Baca juga: Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry

Oh ya, kalau misal kamu tertarik buat ngeblog, hal pertama yang harus kalian niatkan adalah untuk berbagi. Tentunya berbagi ilmu atau pengalaman melalui tulisan, jangan belum apa-apa yang kita incar hanya uang semata. Karena biasanya yang ngeblog dengan harapan seperti itu akan berhenti di tengah jalan karena tidak sejalan dengan harapan. Blogger-blogger hebat lahir dari mereka yang awalnya senang berbagi, biarkan benefit berupa pundi-pundi rupiah sebagai bonus . Pasti deh rasanya gembira banget, karena kita menjalani setiap prosesnya.

So, menjadi seorang Blogger menurut kalian hanya sekedar gengsi atau niat berbagi? Bagiku ngeblog itu asik, karena bisa berbagi di media sendiri. Apa saja yang mau kita share, selama itu hal baik dengan adanya blog pribadi kita tak perlu lama menunggu antrian buat diterbitkan seperti saat kita mengirimkan artikel ke media-media besar. Ambil positifnya yakni berkarya dan berbagi hal baik bisa kapan saja dan punya wadah sendiri. Apa gak asik tuh?

Yuk sharing di kolom komentar apa sih yang memotivasi kalian untuk menjadi seorang Blogger, siapa tahu motivasi kalian bisa jadi motivasi buat yang lain juga.
Continue reading Profesi Asik; Blogger Sekedar Gengsi atau Niat berbagi?

Sunday, August 5, 2018

, , ,

Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry


Liburan ke Pahawang bareng ASDP Indonesia Ferry

Assalamualaikum, udah bahagia belum detik ini? Bersyukur dulu geh biar Allah SWT kasih kita bahagia. Akhirnya aku muncul lagi mengisi kekosongan blogku selama dua minggu menghilang. Eiiiits, aku menghilang sementara buat mencari wangsit tulisan yang kira-kira agak fresh buat dibaca. Maklum cita-cita sih mau fokus jadi Travel Blogger, tapi travelingku belum secanggih orang-orang. Maafkan ya kalau tiba-tiba cerita travelingku cuma ke pasar misalnya, hehe.

Alhamdulillah, kali ini travelingnya agak bener lagi nih setelah dulu main agak jauh ke Derawan, Kalimantan Timur. Aku trip bareng ASDP Indonesia Ferry dan juga teman-teman Blogger dari berbagai daerah. Kenalan dulu yuk sama mereka di Instagram, ada @kamilahkinanti (Jakarta), @feryarifian (Malang), @damaskecil (Jakarta) dan @heyho_traveler (Bali).

Pemenang Lomba Blog ASDP Indonesia Ferry
Pemenang Lomba Blog Asiknya Naik Ferry

Baca juga: Asiknya Merajut Asa dan Silahturahmu Bersama ASDP Indonesia Ferry

Jadi ceritanya kami berlima itu menang lomba blog yang diadakan ASDP Indonesia Ferry, nah hadiahnya tuh main ke kantor ASDP dan liburan bareng mereka ke Pahawang selama 3N2D. Perjalananku dimulai dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soeta. Ya, rumahku memang di Lampung dan Pahawang pun berada di Lampung, tapi kami semua kumpul di Kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry yang ada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Biar gak cuma tahu ASDP ada di Pelabuhan Bakauheni dan Merak aja. Sampai di Bandara Soeta aku langsung bergegas menuju kantor ASDP.

Bandara Radin Intan II Lampung
Bandara Radin Intan II, Lampung.
Terbang dari Lampung menuju Jakarta
Terbang dari Lampung menuju Jakarta


Suasana di dalam pesawat ketka menuju Jakarta
Suasana di dalam Pesawat ketika menuju Jakarta
Hari mulai sore dan aku cukup terhibur ditengah macetnya kota Jakarta karena aku masih bisa menikmati suasana sore yang indah di perjalanan. Langit kemerahan Jakarta berpadu serasi dengan bayangan gedung-gedung tinggi, ini cukup membuat pendengaranku kabur dari curhatan Pak Supir taksi tentang politik dan keluhan lain tentang negeri tercinta. Bukan sengaja tak mendengarkan apa yang beliau sampaikan, aku hanya ingin kembali menjejaki Jakarta dengan perasaan bahagia. Karena tujuanku adalah liburan.

Tiba di Bandara Soeta Jakarta

Menuju kantor pusat ASDP Indonesia Ferry Jakarta
Menuju kantor pusat ASDP  Indonesia Ferry
Potret senja di Jakarta
Potret senja di Jakarta
Berangkat menuju Pelabuhan Merak Banten
Persiapan Berangkat ke Pahawang Island dari Kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry di Jakarta

Gedung ASDP Indonesia Ferry sudah terlihat jelas olehku. “Waduh Neng, gak ada uang pas aja? Kembaliannya kurang sekian.” Si Bapak Supir taksi mulai sibuk mencari recehan.

“Udah Pak ambil aja kembaliannya, tapi saya minta print bill ongkos taksinya ya.” Sambutku dengan cepat.

“Oke, makasih ya Neng.”

“Sama-sama Pak.” Dalam hati aku bergumam, semoga bisa sedikit menghilangkan lelah dan menghapus gerutu si Bapak selama perjalanan tadi.

Jam enam sorean aku tiba di kantor ASDP Pusat. Sebelum masuk ke gedung kita harus tuker tanda penganal dulu di Pak Satpam.

“Selamat sore, ada perlu apa Mba?” tanya Pak Satpam dengan sopan.

“Saya mau ketemu Bu Jumrotin, udah janjian sebelumnya.” Kataku dengan tatapan yakin.

“Baik, maaf sebelumnya bisa isi buku tamu dulu.” Sambung Pak Satpam sambil menyodorkan buku tamu kepadaku.

Awal-awal ngisi lancar sampai akhirnya mentok di tujuan kunjungan, macam-macam tujuan orang datang ke kantor ini tapi mustahil ada yang tulis liburan ke Pahawang, menang lomba blog, kepo deh ah dan lain-lain, hehe. Gak lama mataku nemu sebuah nama yang pernah kubaca, kayaknya ini si Fery yang menang lomba blog juga. Yaudah aku ikutin dia tulis keterangan kunjungannya dinas. Agak senyum-senyum juga sih pas nulis dinas, tapi males pusing deh toh yang penting gak bohong ini ada perlu.

Semua kumpul abis salat Magrib, termasuk panitia ASDP. Kami ngobrol-ngobrol ringan tentang ASDP Indonesia Ferry. Salah satu info yang sebelumnya aku benar-benar buta tuh pas tahu kalau ternyata kapal-kapal di Pelabuhan itu gak semuanya punya ASDP. Jadi ada juga yang punya swasta. Nah salah satu ciri dari kapal milik ASDP Indonesia Ferry tuh semua fasilitasnya gratis dan ada tulisan We Bridge The Nation. Asik, pasti senang kalau udah dengar kata gratisan. Karena selama ini kalau naik kapal, suka ada aja penumpang kapal yang marah-marah pas ditagih biaya tambahan padahal di kapal yang sebelumnya yang mereka naiki semua serba free.

Tiba di kantor Pusat ASDP Indonesia Ferry
Tiba di kantor ASDP menjelang Magrib
Miniatur kapal ferry yang menarik perhatianku
Miniatur kapal ferry yang menarik perhatianku

 Ngobrol Bareng dengan Kru ASDP. Ada Mba Muthia, Mba Jumrotin, Pak Iyeng dan Manager ASDP
Ngobrol Bareng dengan Kru ASDP. Ada Mba Muthia, Mba Jumrotin, Pak Iyeng dan Manager ASDP

Makanya ASDP Indonesia Ferry menggandeng Blogger buat ikut mensosialisasikan hal-hal seperti itu. Oke, jadi sekarang udah pada tahu kan kalau beda kapal itu bisa beda peraturan. Kalau kita naik kapalnya ASDP maka gak akan ada biaya tambahan lagi ketika mau masuk ke ruang ber-AC.

Selesai ngobrol, kami pun siap-siap untuk berangkat menuju Pelabuhan Merak yang nantinya disambung ke Pahawang Island. Malem itu juga berangkatnya? Iya dong karena selain jalanan ibu kota sudah agak renggang, hawa selama perjalanan pun lebih adem.

Perjalanan Menuju Pelabuhan Merak
Perjalanan Menuju Pelabuhan Merak

Saat berangkat, kami kebagian naik kapal milik ASDP yang namanya Jatra III. Sayang naiknya pas udah malam jadi gak sempat deh foto kapalnya. Tapi gak apa-apa yang penting udah sampai di kapal dengan selamat dan siap-siap untuk paksain tidur. Maklum, perjalananku dari Bandarlampung, jadi lumayan agak pegal-pegal.

Jatra III ini termasuk kapal ASDP edisi lama, jadi ASDP sendiri sedang gencar-gencarnya memperbaiki fasilitas dari tiap-tiap kapal mereka. Serius lho, sedikit demi sedikit kapal-kapal milik mereka ini disulap menjadi kapal yang asik buat para penumpang. Baca postinganku kali ini sampai habis ya kalau mau tahu gimana perubahan-perubahan keren yang ASDP lakukan untuk kapal-kapal mereka.

Fix, ternyata susah tidur karena sebenarnya udah tidur ayam di mobil. Sampai akhirnya aku keluar sama Lala, menghirup udara malam dan berharap gak masuk angin. Pengen gitu ada keajaiban bintang jatuh misalnya, terus mata berbinar-binar kaya di film-film kartun pas lihat bintang jatuh. Halah!

Eh tapi gak sia-sia juga sih keluar dari ruangan penumpang. Kami bisa melihat bulan yang cantik. Sayang kami gak punya kamera agak benar buat mengabadikan si bulan cantik. Jadinya dinikmati aja dengan mata dan rasa syukur. Kenapa cantik? Karena cahaya bulannya tuh terpantul ke air laut yang gelap, otomatis cahaya bulannya ikut bergelombang serasi dengan air laut. Pengalaman indah kaya gini nih yang gak bisa kita dapat kalau gak naik kapal.

Pemandangan Indah saat malam di atas kapal ASDP Indonesia Ferry
Terang Bulan di Selat Sunda

Setelah sekian jam kami menemani Pak Nahkoda berlayar di Selat Sunda, kapal yang kami tumpangi sandar di dermaga Bakauheni, Lampung. Duh, baper gini sama si kapal. Dia aja punya sandaran lho di saat lelah mengarungi lautan. Dah ah jangan diterusin, haha.


Perjalanan pun dilanjutkan ke Dermaga Ketapang, kurang lebih jam enam pagi kami tiba. Udara laut waktu pagi cukup sejuk dan terlihat di sekitar Dermaga pemandangan sedikit tertutup kabut. Kami sarapan dulu di salah satu rumah warga, nasi uduk plus gorengan dan minum teh manis hangat benar-benar membuat semangat sarapan pagi. Itung-itung nyimpen tenaga lagi buat berlayar ke Pulau Pahawang. Berasa tuh perahu didayung ye.

tiba di dermaga ketapang
Kami tiba di Dermaga Ketapang kira-kira pukul enam pagi
  Tiba di Dermaga Ketapang, Lampung Selatan
Tiba di Dermaga Ketapang, Lampung Selatan
Udara Pagi di Dermaga Ketapang Lampung Selatan masih berkabut
Udara Pagi di Dermaga Ketapang Lampung Selatan masih berkabut
Sarapan nasi uduk plus teh manis hangat menambah semangat liburan
Sarapan nasi uduk plus teh manis hangat menambah semangat liburan
Eksis dulu sebelum melanjutkan pelayaran ke Pahawang
Eksis dulu sebelum melanjutkan pelayaran ke Pahawang

Selesai makan kami bergegas menuju Pulau Pahawang dengan menyewa perahu nelayan. Suara mesin perahu nelayan mulai terdengar, membelah perairan di laut Lampung. Perjalanan kurang lebih memakan waktu dua jam untuk tiba di Pahawang. Mendekati tujuan akhir perjalanan, kita akan melihat deretan
cottage atau resort yang cantik.

Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry
Deretan warna-warni rumah penduduk di Dermaga Ketapang
Perjalanan menuju Pahawang menyewa kapal nelayan
Perjalanan menuju Pahawang menyewa kapal nelayan
Air laut yang tenang sehingga tidak membuat goncangan terlalu parah
Air laut yang tenang sehingga tidak membuat goncangan terlalu parah
Kami tidak melewatkan untuk memotret pemandangan indah selama pelayaran
Kami tidak melewatkan untuk memotret pemandangan indah selama pelayaran
Sedikit cerita lucu, jadi waktu itu perahu kami berlayar di sekitar Andreas Resort, itu loh tempat menginap di Pahawang yang lagi ngehits banget buat jadi bahan pamer foto di Instagram haha. Nah kita para pemenang tuh udah heboh plus ngarep bisa menginap di resort mahal ini. Misal kalaupun engga menginap ya minimal mampir dulu lah buat majang badan di tempat itu.

Tiba di Pahawang Island
Tiba di Pahawang Island
Akhirnya kami tiba di penginapan yang ada di Pahawang Island
Akhirnya kami tiba di penginapan yang ada di Pahawang Island
Dermaga resort/villa yang kami inapi
Dermaga resort/villa yang kami inapi

Perahu nelayan semakin merapat ke Resort Andreas, benar ternyata kami mampir ke penginapan instagramable ini. Eh tapi tunggu dulu, ternyata bukan hanya singgah. Panitia bilang kami menginap di situ. Alhamdulillah, kebayar semua lelah perjalanan kami. Oh ya sebagian orang menamakan resort ini adalah Villa Lombok. Dengan konsep ala-ala Maladewa, Villa ini berhasil memikat para pengunjung baik hanya sekedar mampir ataupun menginap. Kalau kamu ke Pahawang, wajib banget nih cobain sensasi indahnya villa ini.

Kami menginap di Resort Andreas, salah satu resort terbaik di pulau ini
Kami menginap di Resort Andreas, salah satu resort terbaik di pulau ini
Tetap eksis buat perbandingan warna kulit sebelum dan sesudah jadi anak pantai
Tetap eksis buat perbandingan warna kulit sebelum dan sesudah jadi anak pantai hehe
Dalam kamar villa ala Maladewa ini
Dalam kamar villa ala Maladewa ini
Sesampainya di Villa Lombok, kami siap-siap untuk snorkeling. Penasaran, masih sealami apa sih bawah laut Provinsi Lampung. Tiba di titik snorkeling Pemandu kami mengintruksikan untuk mulai berenang. Aku kira sih standar aja, ya paling ada ikan warna-warni biasa. Tapi pas udah nyebur terus berenang maksa ala duyung kena jaring, agak menjauh dari perahu kami mulai semangat buat melihat ke dalam laut.

Persiapan mau snorkeling di Pahawang

Persiapan mau snorkeling di pahawang


Persiapan mau snorkeling di pahawang

Yups! Si unyu Finding Dory lagi berenang-renang manja di terumbu karang yang masih terjaga. Oke, gak nyesel lah ya nyebur dan berenang entah gaya apa buat silahturahmi sama si Ikan Dory lucu. Yang uniknya lagi ada, jadi setiap mau foto Guide kami tuh selalu bilang “Bentar Saya kumpulin dulu Ikan Dorynya biar fotonya lebih bagus.” Beuuuh, kaya lagi mau ngumpulin pasir pantai aja dengan gampangnya si Bapak bilang gitu. Terus aku mikir lah, kayaknya si Bapak ini udah solmet banget ya sama si Dory. Iya lho, nurut si ikan unyu ini digiring cuma pakai tangan kosong si Bapak. Apa sebelumnya mereka udah Whatsappan kali ya, jadi kaya sinetron gitu di setting  dulu. Hahaha, makin ngaco.

Tugu bersejarah Pahawang Island bawah laut
Tugu bersejarah Pahawang Island bawah laut :D
Akhirnya bisa bertemu si ikan nemo unyu yang ada di film Finding Dorry
Akhirnya bisa bertemu si ikan nemo unyu yang ada di film Finding Dorry
Snorkeling dan nemu ikan nemo

Teman-teman Blogger pun pada happy bisa main dengan ikan nemo
Teman-teman Blogger pun pada happy bisa main dengan ikan nemo

Puas main sama si unyu Dorry, kami melanjutkan pelayaran menuju gapura selamat datang di Pahawang, tujuan kami adalah mengisi tenaga alias makan siang. Menunya khas laut banget pastinya. Ada ikan bakar, tempe goreng, lalaban, kerupuk, sayur asem, plus sambel khas Lampung. Benar deh, diet gagal total pokoknya selama liburan bareng ASDP Indonesia Ferry. Belum lagi makan diusap-usap sama angin pantai tuh bikin nambah, nambah ngantuk maksudnya. Selain makan ditemani pemandangan pantai, yang menjadi perhatian menarik bagiku adalah anak-anak kecil berenang di sekitar dermaga. Terus mereka teriak Mba, Om lempar koin dong. Senang sih karena anak-anak ini lebih banyak menghabiskan waktunya bermain di alam bersama teman ketimbang main gadget.


Merapat kembali ke Tugu selamat datang Pahawang untuk makan siang
Merapat kembali ke Tugu selamat datang Pahawang untuk makan siang

Menu makan siang di Pahawang
Menu makan siangnya mantap. Ada ikan bakar, sayur asam, lalaban, sambal khas Lampung, kerupuk dan tempe

Lempar koin di laut
Pemandangan unik anak-anak Pahawang yang bermain bareng teman plus minta lemparin koin
Selesai makan, petualangan belum usai. Pasir Timbul di Pahawang Kecil menjadi tujuan kami selanjutnya. Jadi biasanya wilayah ini tuh terendam air laut, namun ketika surut terbentuklah jalan yang seolah membelah lautan yang biasa kita sebut Pasir Timbul. Di tempat ini kita dengan mudah dapat menemukan tumbuhan bakau yang bergerombol, kemudian cangkang-cangkang kerang, di sebagian pasir yang masih tergenang air kita bisa temukan plankton dan masih banyak lagi hal-hal indah yang Allah bagi ke kita agar kita tak lupa bersyukur dari perjalanan kali ini.

Tiba di Pasir Timbul Pahawang kecil, Lampung Selatan
Tiba di Pasir Timbul Pahawang kecil, Lampung Selatan
Minum kelapa muda
Minum kelapa muda di pantai bikin segar, harganya murah cuma sepuluh ribuan
Tanaman bakau
Banyak tanaman Bakau membuat suasana pantai lumayan sejuk
kantin unik di Pasir timbul
Kantin unik di Pasir Timbul

Di Pasir Timbul ini aku dan Lala lebih sering keliling, atau sengaja menjauh dari keramaian dan duduk di akar-akar pohon bakau sambil menikmati sejuknya angin pantai. Selama liburan di Pahawang kami memang sering terlihat bersamaan padahal ya baru kenal pas tour Pahawang, karena menurutku kami berdua tuh punya semacam
similarity yakni kepo sama hal yang jarang orang kepoin dan juga senang menyendiri meski dia gak sependiam aku, hehe. Oh ya ada beberapa hal unik dan penting yang kami temukan dan mungkin gak semua orang sadar ketika mereka berada di Pasir Timbul di Pulau Pahawang Kecil ini. Next post  bakal aku certain deh apa yang aku dan Lala temukan di sini.

Bersama Lala salah satu pemenang lomba blog ASDP
Lala, teman kepo bareng selama di Pahawang
Ngapain aja sih kami di Pasir Timbul? Dibuka dengan minum air kelapa. Segar banget diminum di tengah teriknya Pulau Pahawang Kecil. Harga satu porsi kelapa di sini cukup murah yakni sepuluh ribuan. Berarti gak mainin harga nih Abang Penjualnya. Kalau diamati lebih jeli, menurutku unik nih karena mereka tuh jualan di atas perahu. Selain jual kelapa muda, kalian juga bisa beli minuman lain seperti aneka es sirup instan, kopi dan lain-lain yang tentunya tersedia di atas perahu.

 Foto di sisa genangan air laut yang biasanya tertutup air saat pasang
Foto di sisa genangan air laut yang biasanya tertutup air saat pasang
Suasana yang cerah di Pasir Tibul cocok buat berfoto
Suasana yang cerah di Pasir Tibul cocok buat berfoto

Badan masih tanggung nih capeknya, jadi deh kami lanjut main
banana boat dan donat. Naik banana boat aku kira lebih seram dari pada naik donat, karena kan kalau banana boat itu kita diceburin alias ditebalikin, nah kalau donat mah gak sama sekali. Eh ternyata, malah bikin puyeng naik donat.

Hari tak terasa sudah manuju senja, itu tandanya di Pasir Timbul air sudah mulai pasang dan kami harus bergegas pulang ke resort. Cukup untuk hari ini, ingin cepat- cepat sampai kasur dan rebahan. Di perjalanan pulang karena sudah masuk waktu senja, kami kembali disuguhkan dengan keindahan alamnya Allah SWT lagi. Dengan pantulan cahaya senja yang mengenai air laut, membuat lukisan laut yang menakjubkan. Aku suka terdiam di waktu-waktu seperti ini, entah itu ketika berada di ketinggian saat naik pesawat atau di tengah-tengah lautan hanya menggunakan perahu kecil. Berasa banget melownya, manusia tuh punya apa sih yang pantes buat disombongin? Kecil banget dibanding maha luasnya lautan, enteng banget dibanding kuatnya angin dan tinggi langitnya Allah SWT.

Menjelang senja dan kami bersiap kembali ke villa
Menjelang senja dan kami bersiap kembali ke villa
Air pasang
Waktu sore air laut mulai terlihat pasang di Pasir Timbul

Belum cukup hanya sekedar merasa kecil dengan semua ciptaan Tuhan, di sepanjang pelayaran menuju villa aku terus berdoa. Doa yang sama yang sering kulantunkan ketika diberi rejeki jalan-jalan. Ya, berharap Allah SWT kasih kesempatan lagi dan lagi untuk menjelajahi bumi-Nya dengan gratis. Kalau kata Bu Ustadzah mah kalau lagi senang kudu ingat Allah, kalau lagi ada di alam terbuka saat kamu dekat dengan lautan atau bukit atau pegunungan cobain sensasi doa atau beribadah di tempat itu. Insyaallah tuh doa langsung tembus ke langit-Nya dan cepat sampai ke Allah SWT. Wallahualam.

Sunset sempurna tiba ketika kami sampai di penginapan, sayangnya aku pas mandi dan langsung rebahan di kasur. Jadi gak sempat foto-foto momen indahnya sunset. Paling sesekali aku intip dari dalam kamar dan memang indah. Tenang aku punya kok foto sunset di Pahawang, berkat minta sama Fery dan Lala yang antusias banget mengabadikan sunset hari itu. Gomaweo, Chingu.

Senja di pahawang
Senja Menakjubkan terlihat dari Villa tempat kami menginap (Taken by Ferry)
Senja sempurna di pahawang (Taken by Ferry)
Waktu senja di pahawang
Potret senja yang eksotis berpadu dengan atap bangunan villa ala Maladewa

Habis makan malam, kami lanjut acara berbequean. Coba, gimana gak tambah makmur? Di tengah-tengah waktu barbeque, ada acara renungan malam. Udah kaya acara rohis yak? Hihi. Bukan, jadi ada sesi sharing gitu tentang acara jalan-jalan ke Pahawang, masukan buat ASDP Indonesia Ferry dan lain-lain.


Menikmati malam yang indah di Pahawang
Berbeque
Manggang ikan yang fresh dari laut Pahawang
sesi sharing
Sesi sharing tentang pengalaman trip, saran atau komen tentang ASDP dan lain-lain
Ini salah satu yang keren dari ASDP, mau terbuka terima masukan dari kami para Blogger yang bisa dibilang mewakili masyarakat. Jadi gak sekedar diajak senang-senang aja, kita pun diberi kesempatan buat komenin apa aja tentang mereka. Dan tentunya memberi ruang tersendiri agar kami bisa ikut terlibat juga dalam upaya ASDP Indonesia Ferry dalam membangun negeri. Sampai aku yang orangnya males ngomong pun tergerak juga untuk menyampaikan pesan kesan selama menggunakan kapal ferry khususnya punya ASDP. Sure, aku tuh gak hobi ngomong tapi kalau nulis bisa sepanjang ini. Semoga yang baca gak keburu bosen ya? Hehe.

Lanjut keesokan harinya, aku sengaja bangun subuh-subuh banget karena yang pertama pasti ngantri kamar mandi dan yang kedua aku tuh gak mau kelewatan lihat sunrise. Secara aku kan gak sempat motret cantiknya sunset. Aku, Lala dan Ferry akhirnya nemu spot foto sunrise yang kece. Udah deh semuanya sibuk dengan kameranya masing-masing.
Menikmati sunrise di Pulau Pahawang

Bersyukur bisa nemu indahnya alam di Pahawang Lampung Selatan
Menikmati udara pagi yang segar di Pulau Pahawang Lampung





Masyaallah, sungguh indah lukisan alam-Mu ya Robb. Sesekali aku termenung, menghitung kembali nikmat-nikmat yang udah Allah SWT kasih ke aku. Makanya aku suka terlihat seperti melamun, bahkan sempat diingetin sama Adit buat gak ngelamun. Thank you Dit, tapi serius gak lagi kosong kok pikiran karena sebenarnya lagi merenung dan bersyukur.

Selesai sarapan, foto-foto dan berenang sebentar di sekitar resort, kami lanjut ke sesi wawancara. Ya, si pendiam ini jadi yang pertama cerita-cerita di depan kamera karena kebetulan aku yang udah siap duluan. Asli rasanya tuh pengen ajuin banding, bisa gak kalo ngomongnya itu diganti pake teks aja. Males banget mau ngomong, wkwk. Tapi ya bukan tantangan kalo nyerah sama kamera, toh semuanya juga bakal diwawancara, kan gak lucu kalau mukaku gak ada sedangkan pemenangnya ada lima orang. Kaya balonku tinggal empat dong jadinya.

Foto sebelum pulang

prepare
Persiapan foto-foto dan wawancara sebelum pulang

wawancara
Sesi wawancara, asik gak tuh Bli Adit gayanya :D

wawancara
Serius amat Fer jawab wawancaranya :D
Hari itu juga kami kembali ke Jakarta. Nah ini waktunya kami naik kapal ferrynya ASDP yang sudah ada sentuhan kekinian. Kenapa aku bilang kekinian? Karena ketika kami masuk ruangan ber-AC di tiap dindingnya ada lukisan mural. Ini sih asik banget buat tempat foto Instagramable. Makin kebukti ya kalau ASDP Indonesia Ferry tuh sungguh-sungguh dalam berbenah.

Naik kapal ini gak berasa kalau udah jalan, karena banyak spot asik buat foto dan juga kapalnya gak terlalu terasa goyangan ombaknya. Gimana, fasilitasnya lumayan kan buat mudik keluarga?

fasilitas gratis di kapal ASDP Indonesia Ferry
Semua ruangan gratis kalau kalian naik kapal milik ASDP Indonesia Ferry

tempat salat di kapal ASDP
Tempat salat tersedia, jangan lupa ibadah ya meski sedang di perjalanan :)

Pilihan menu hiburan gratis di kapal ASDP
Pilihan hiburan yang bisa diakses di kapal ASDP. Rencana bakal ada wifi gratis, doakan ya 

toilet
Tersedia toilet dengan dinding luarnya yang cantik

Just Information lagi nih, ASDP Indonesia Ferry menjadi salah satu penyumbang terbesar kesejahteraan perekonomian dalam segi transportasi di Indonesia lho. Karena salah satunya ongkos naik kapal ferry itu murah, semua kalangan bisa dengan leluasa menikmati fasilitas asiknya naik ferry. Bangga kan? Jadi ayo kita dukung ASDP Indonesia Ferry dengan menggunakan transportasi ini dan juga menjaga kebersihan serta fasilitas dari kapal ferry.

ASDP kekinian
Konsep ruangan anak muda banget

ASDP Indonesia Ferry berbenah dan kapalnya makin cantik
ASDP Indonesia Ferry berbenah, salah satunya bekerjasama dengan para pelukis mural untuk membuat indah dinding kapal

ASDP berubah
Mau lesehan atau duduk konkow bareng keluarga dan teman pun menyenangkan

Mural jadi background foto kekinian di kapal ASDP
Mural jadi background foto kekinian di kapal ASDP
Harapanku untuk ASDP Indonesia Ferry semoga bisa terus memperbaiki segala fasilitas di semua kapal milik ASDP, makin dekat dengan masyarakat, makin erat jalin silahturahmi sama Blogger dan media lain agar apa yang ingin disosialisasikan kepada masyarakat bisa cepat tersampaikan dengan baik.

Kami sampai di Jakarta sudah sangat larut malam, jadi pihak ASDP sudah menyiapkan penginapan. Kami melepas lelah sejenak di Hotel Yello sebelum paginya kembali ke rumah masing-masing. Kalau menurutku hotel ini pas buat para traveler, ukurannya pas dan ornamennya unik kekinian.

Hotel Yelo, penginapan yang nyaman dan kekinian
Tiba di Jakarta larut malam dan diputuskan untuk menginap di Hotel Yelo sebelum pulang paginya
Kalau boleh aku berpesan buat teman-teman, yuk kita jaga lingkungan biar tetap asri. Contohnya jangan buang sampah ke laut, karena hidup manusia pun bergantung dengan laut. Ingat ya temans, dunia ini gak selalu tentang manusia tapi tentang seluruh alam dan makhluk yang ada di muka bumi. Jadi kalau kita merusak atau mencemari alam, kita sama aja egois sebagai makhluk sempurna yang Allah SWT ciptakan. Iya dong, apa fungsinya akal dan perasaan yang udah Allah SWT sematkan di badan kita?

Thank you ASDP Indonesia Ferry buat liburan yang sangat menyenangkan ini. Terimakasih juga buat kru ASDP udah menemani liburan kami selama di Pahawang, ada Mba Jumrotin, Mba Muthia dan Pak Iyeng. Dan akhirnya perjalanan bareng kalian tersimpan manis di ingatan serta tulisan kami. Thank you juga buat semua yang udah menyempatkan waktu baca curhatan panjangku kali ini, kalian luar biasa. 

Nb : Tulisan ini sepenuhnya adalah pengalaman pribadi, jadi Insyaallah gak ada unsur dilebih-lebihkan.

Biar makin asyik, yuk tonton vlog sederhanaku saat Trip ke Pahawang kemarin:





Continue reading Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry