Tuesday, September 5, 2017

, , , ,

Buhe, Surga Tersembunyi di Provinsi Lampung




Ada yang bilang yang namanya surga dunia itu berupa berlimpahnya harta dan kekuasaan. Namun tak sedikit pula yang bilang bahwa surga dunia adalah kebebasan diri dalam mensyukuri setiap nikmat sehat yang Allah berikan. Contoh sederhana dan nyata adalah nikmat melihat. Alhamdulillah, dengan kedua mata yang masih Allah percayakan kepada saya, sampai detik ini saya masih bisa melihat suguhan alam-Nya yang sangat indah. Menyusuri setiap surga tersembunyi yang ada di belahan bumi Indonesia, tak terkecuali yang ada di Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung yang merupakan bagian penting dari pulau Sumatera ini memiliki banyak tempat wisata alam atau surga tersembunyi yang patut kita jaga dan lestarikan. Seperti surga tersembunyi Air Terjun Way Lalaan di Tanggamus, Bawang Bakung di Lampung Barat, Bukit Pangonan di Pringsewu, Munca Teropong Laut di Pesawaran, Puncak Mas di Kemiling, Bukit Hejo di Kemiling dan masih banyak lagi.

Beberapa tempat wisata yang ada di Provinsi Lampung


Dalam postingan kali ini saya akan menceritakan bagaimana indahnya salah satu dari sekian banyak surga tersembunyi yang ada di Lampung yang tepatnya berada di Kedaung, Kemiling Bandarlampung. Untuk kalian yang berada di luar Provinsi Lampung yang ingin bermain manja dengan alamnya Lampung bisa langsung pesan tiket perjalanan di tiket.com, terserah mau beli tiket kereta api atau pesawat terbang, semua lengkap tersedia di situs ini. Asal jangan pesan tiket masuk surga saja, kalaupun ada saya sudah borong duluan tiket tersebut, hehe.

Tiket.com adalah website pembelian tiket pesawat, kereta api, sewa mobil sampai pada penginapan

Selesai acara pesan memesan tiket langsung saja pantengin terus review saya tentang salah satu surga tersembunyi yang diberi nama Buhe atau Bukit Hejo. Ada yang tahu artinya Bukit Hejo? Yups, hejo diambil dari bahasa sunda yang artinya Hijau. Kok pakai bahasa sunda? Kebetulan pemilik bukit ini orang sunda dan sudah belasan tahun merantau ke Provinsi Lampung.

Kenapa saya tertarik sekali membahas tentang Buhe? Karena, alasan nyatanya tempat ini bisa dibilang masih sangat alami. Mulai dari udara sampai dengan pemandangan alamnya. Belum resmi dibuka untuk tempat wisata, namun Alhamdulillahnya saya sudah bisa melihat cuplikan surga tersembunyi di daerah saya.

Salah satu sudut Buhe


Ada apa saja sih di sana? Kalau untuk sekarang saya baru bisa duduk, diem dan menikmati alamnya Bukit Hejo. Sesekali selfie buat mengabadikan momen asri Bukit Hejo. Kedepannya menurut sang pemilik Buhe atau Bukit Hejo, tempat ini akan dibuat semacam resto, namun resto dengan konsep sederhana. Kan asik tuh sambil makan, mata dan pikiran yang lelah dimanjakan dengan hijaunya salah satu surga tersembunyi yang ada di Lampung.

hamparan permadani yang siap menyambut kedatangan kita


Dari Bukit Hejo selain dapat melihat hijaunya hutan, kita pun secara otomatis disuguhkan pemandangan laut. Kalau kalian lihat aslinya, seperti layar bioskop yang luas namun pemandangan ini nyata dan secara langsung Tuhan hidangkan untuk hambanya. Sesekali mendengar suara kapal laut, suara kicauan burung alami, serta semilir sejuk angin khas perbukitan. Bisa-bisa kalian mengantuk karena diterpa sejuknya angin dan situasi alam yang tenang.

langit yang berwarna biru cerah, berpadu dengan birunya langit dan hijaunya tanaman yang ada di Buhe

Untuk kalian yang hobi fotografi, tempat ini sangat cocok untuk dibidik dengan kamera canggih yang kalian punya. Pasti hasil tangkapan kameranya lebih tajam dan sempurna dibandingkan dengan cara saya menggambil gambar, maklum hanya menggunakan kamera hp. Tapi, saya tetap bersyukur dengan apa yang saya miliki. Hehe.

Pemandangan hijau selalu tersaji bila kalian berkunjung ke Buhe


Lokasi Buhe ini merupakan tempat berkumpulnya beberapa bukit. Setiap bukit yang ada di sekitar Bukit Hejo ada yang menjadi hutan kotanya Bandarlampung. Jadi menurut cerita yang saya dengar, wilayah tersebut tak boleh ditebangi pepohonannya, apalagi sampai dibuat bangunan. Alhamdulillah! Kalau begitu kita bisa menikmati hijaunya pemandangan terus setiap waktu. Yah, semoga.

Waktu itu, kami rombongan butuh piknik mampir sebentar ke Buhe setelah jam pulang kerja. Meski waktu sudah masuk sore hari, tapi kebetulan cahaya matahari masih sangat semangat menyinari bumi lampung saat itu. Mba-Mba saya yang cantik ini pun sangat antusias untuk naik ke salah satu rumah pohon di Buhe. Meski rumah pohon ini dibuat masih dengan sederhana, nyatanya tak menyurutkan tekad mereka untuk menaikinya. Saya salah menduga, mereka ternyata lebih gesit urusan panjat memanjat pohon, hehe. Cekrak-cekrik mereka bergantian difoto, senangnya.

Oh ya nantinya, jika Buhe ini sempurna dibuka biaya masuk ke surga tersembunyi ini berkisar sepuluh sampai lima belas ribu rupiah. Gimana? Gak menguras kantong kan? Nah setelah kalian masuk, terserah deh mau pesan makan atau sekedar selfie. Tapi saya rasa kalian tak akan cukup untuk sekedar melihat pemandangan saja di tempat ini. Karena tempat yang indah mempengaruhi tingkat lapar pada perut manusia, setidaknya itu hasil analisis saya selama berada di Bukit Hejo.

Di tempat ini kalian bisa bisa dengan santai bercakap-cakap dengan sahabat dan keluarga, tentunya sambil diiringi dengan kicauan burung dan bunyi serangga khas hutan. indah dan damai deh pokoknya!

Difoto dari sudut manapun mereka tetap terlihat cantik, di tambah lagi dengan indahnya pemandangan.

Beberapa orang selain kami pun sudah merasakan indahnya alam di Bukit Hejo ini. Mereka tentunya sudah meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik Bukit Hejo untuk masuk ke tempat indah ini. Tapi, peraturan tetap disamakan ketika nantinya Bukit Hejo ini dibuka. Artinya tidak betindak semaunya yang nantinya dapat mengakibatkan surga tersembunyi ini menjadi rusak.

Entah apa yang lagi mereka bicarakan, kayaknya bahagia banget! :D

Mau berdua, bertiga dan berapapun tempat ini tetap sama indahnya

Di setiap waktunya, Bukit Hejo selalu menawarkan panorama alam yang berbeda-beda. Seperti saat pagi hari, ketika matahari mulai terbit pun wajah langit sangat indah. Garis-garis cahaya berwarna orange terlukis rapih di ujung mata memandang. Sampai nantinya matahari muncul perlahan-lahan, indahnya pemandangan Bukit Hejo tak hilang sedikit pun.

Matahari mulai muncul dengan menyuguhkan guratan orange di langit pagi

Langit pagi yang saya lihat di Buhe, selalu saja ada kejutan indah di setiap pergantian waktu

Suasana subuh di Bukit Hejo, warna langit yang cantik dipadu dengan kelap-kelip lampu di arah laut

Lain lagi dengan aura senjanya yang menawan, lalu tak lama kemudian warna merah di langit pudar berganti dengan gelapnya malam.


Senja dengan sedikit mendung di Bukit Hejo


Suasana malam di Bukit Hejo tak kalah indahnya. Kelap-kelip lampu kapal dan perumahan penduduk, menemani tenangnya malam. Yups! Harus banyak bersyukur karena di tengah hiruk pikuk kota Bandarlampung, masih Allah selipkan keindahan surga tersembunyi  di wilayah saya.

Malam Hari di Bukit Hejo

Terang Bulan menambah nyamannya malam di Buhe


Ketika hujan tiba, ada bonus alam lagi yang saya dapatkan di Bukit Hejo ini. Kabut! Ya, saking dinginnya, Bukit Hejo di saat hujan memberikan bonus alam berupa kabut. Kurang lebih dinginnya seperti di Puncak Bogor.


Matahari mulai tertutup awan hujan

Saat hujan dan setelah hujan, Bukit Hejo dipenuhi kabut. Tak jarang juga pelangi mungcul di sela-sela kabut.
Gambaran secara umum mengenai tempat indah ini telah saya rangkum, selanjutnya akan saya berikan tips buat kalian yang nantinya mau berkunjung ke Bukit Hejo. Yuk disimak ulasannya di bawah ini;




Menentukan waktu berkunjung ke Buhe. Karena Buhe masuk ke wilayah perbukitan, buat kalian yang ingin wisata dengan udara panas yang tak terlalu menyengat, bisa datang saat pagi dan menjelang sore hari. Namun bila kalian pecinta fotograpi dan selfie, siang hari adalah waktu yang tepat untuk mengabadikan setiap momen karena cahaya matahari menjadi faktor utama untuk terang atau tidaknya sebuah foto. Well, ini pilihan.



Untuk sementara waktu, karena Buhe belum beroprasi dengan sempurna, ada baiknya kalian bawa makanan dan minuman sendiri dari rumah. Untuk alas kaki yang kalian pakai, bisa menggunakan sandal jepit saja atau jika ingin bergaya sedikit pakailah sepatu yang sesuai dengan medan di Bukit Hejo.




Bawa perlengkapan jalan-jalan seperlunya saja, kalian bisa gunakan pakaian santai untuk berkunjung ke Bukit Hejo. Tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis juga, lalu yang paling penting adalah pakaian yang sopan. Hehe.

Jangan lupa bawa persiapan perang kalian untuk hunting foto. Mulai dari kamera hp, action camera, tongsis, sampai kamera pro. Pastikan juga batrai segala kameranya terisi penuh, karena akan menjengkelkan jika dipertengahan jalan kamera-kamera kesayangan kalian habis daya. Oh ya, selalu perhatikan barang bawaan kalian.





Jika kalian ke tempat ini membawa bekal dengan kemasan sekali pakai, maka buanglah sampah kalian pada tempatnya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan lingkungan kita? Karena indahnya alam Indonesia adalah tanggung jawab kita semua.



Tidak diizinkan semena-mena memetik buah, bunga dan segala tanaman yang sengaja pemilik tanam. Atau yang lebih memprihatinkan lagi demi hasil selfie yang maksimal kita malah merusak tanaman-tanaman yang ada di Buhe. Jangan sampai kejadian mengerikan di sebuah taman wisata bunga terjadi lagi di tempat-tempat lain. Itu lho, yang tanaman bunganya hancur diinjak-injak pengunjung hanya demi selfie kece ala instagram. Kan sedih, hiks. Intinya kita sama-sama jaga aja deh segala tanaman yang dapat menambah kesan hijau di Bukit Hejo.



Tetap ingat salat lima waktu dimanapun dan kapanpun kita berwisata. Dengan beribadah berarti diri kita selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan beri. Nikmat melihat alam yang indah, nikmat mendengar suara burung dan nikmat-nikmat lainnya yang tak akan mampu kita upayakan tanpa bantuan Tuhan. 


Sambil membayangkan indahnya Bukit Hejo, silahkan ditonton dulu video saya berikut ini tentang Buhe. Welcome to My Vlog!



Gimana? Sudah cukup puas kah membayangkan keindahan surga tersembunyi di Bandarlampung ini? Atau mungkin ada yang tertarik untuk segera ke tempat ini? Yuk langsung saja share komen kalian di kolom komentar. Oh ya satu lagi, selalu jaga alam indahnya Indonesia ya, supaya sepanjang hidup kita tidak dipenuhi dengan bisikan penyesalan karena telah merusak alam Indonesia.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog @detiktravel dan @tiketcome

Lomba Blog

Continue reading Buhe, Surga Tersembunyi di Provinsi Lampung

Monday, August 28, 2017

,

Lima Hal Menarik dari Daerah Istimewah Yogyakarta



Saya anak Indonesia mencintai Yogyakarta dengan naluri kebangsaan. Meski tak pernah menetap, lahir di sana atau sekedar mampir untuk berwisata, saya tetap merasa bahwa saya adalah anak Yogyaakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pelajar, rasanya memang sangat pantas. Selain karena pengertian secara umum sebagai kota pelajar, saya menyadari satu hal bahwa Yogyakarta adalah kota yang dapat kita jadikan sebagai sarana menimba ilmu. Mulai dari ilmu budaya dan keramahan kotanya, ilmu alamnya, ilmu peningkatan ekonomi masyarakatnya, serta ilmu-ilmu lain yang dapat menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi lebih baik lagi dengan prestasi kotanya.

Pertama kali jatuh cinta dengan Yogyakarta adalah ketika mendengarkan kisah orang tua saya yang kebetulan dulunya menjalani masa pendidikan di Salatiga. Beliau tidak melewatkan kesempatan untuk singgah di kota istimewa ini. Doa dan harapan saya pun langsung melejit, semoga sesegera mungkin Tuhan izinkan saya untuk mengeksplore setiap tempat yang ada di kota Yogyakarta.
Berikut lima alasan saya mengapa selalu ingin berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta,


Hal utama yang membuat seseorang berkenginan kuat untuk mengunjungi suatu tempat biasanya karena ramahnya penduduk lokal di daerah tersebut. Menurut saya keramahantamahan masyarakat Yogyakarta adalah alasan kuat saya semakin ingin untuk mengunjungi tempat ini.

Semakin berkiprahnya Yogyakarta dalam hal pariwisata, tentu menambah jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia, terutama di Yogyakarta. Secara langsung menjadikan slogan menjadi Jogja menjadi Indonesia pun menjelma makna bahwa daya tarik Yogyakarta merupakan sumber devisa negara Indonesia.

Kermahan Masyarakat Jogja (Sumber foto: Google)

Yogyakarta selalu ramah menyambut para turis asing yang sengaja berkunjung untuk menikmati indahnya alam Yogyakarta. Logikanya, bila turis asing saja disapa ramah apalagi dengan turis lokal. Benar tidak?


Dari zaman sekolah, saya selalu ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan tiap-tiap daerah. Tak terkecuali dengan nilai budaya yang sakral dari upacara-upacara adat yang ada di Yogyakarta seperti upacara grebeg mauludan, nguras enceh, sekaten, tumplak wajik, upacara labuhan dan masih banyak lagi. 

Upacara adat yang ada di Jogja


Nantinya, upacara-upacara seperti ini akan diwarisi kepada generasi-generasi berikutnya di Yogyakarta. Berharap nilai-nilai budaya dari upacara-upacara adat di Yogyakarta tersebut tak hilang ditelan waktu.



Selain alasan ramahnya masyarakat Yogyakarta dan upacara adat yang kaya dengan makna budaya, saya tertarik untuk mengunjungi Yogyakarta karena keunikan dan nilai sejarah dari bermacam-macam candi yang ada di Yogyakarta.

Candi-candi yang ada di Jogja


Nantinya, ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, saya sudah siapkan daftar candi yang akan saya jelajahi yakni Candi Ijo, Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan dan lain-lain.



Kecantikan alam Yogyakarta sekiranya berhasil meghipnotis saya untuk berkunjung ke kota ini. Mulai dari cantiknya Pantai Parangtritis, menakjubkannya Gunung Berapi, hijaunya pemandangan alam di Kalibiru, eksotisnya tebing breksi serta indahnya malam di Bukit Bintang Yogyakarta.

Keindahan Alam Jogja
Saya yakin, dengan tetap lestari dan indahnya alam Yogyakarta tidak terlepas dari campur tangan Pemerintah Daerahnya serta para warganya. Semoga kebaikan tentang penataan dan pelestarian tempat wisata di Jogja dapat dicontoh oleh semua wilayah yang ada di Indonesia.



Bila kita membicarakan tentang makanan khas Yogyakarta, saya sangat suka dengan yang namanya bakpia khas kota ini. Sekali coba lansung jatuh hati dengan rasanya. Mengapa bisa demikian? Karena bagi saya bakpia khas Yogyakarta ini teksturnya lebih lembut dibanding dengan bakpia lain.

Makanan Khas Jogja

Bukan Yogyakarta namanya bila tak memiliki aneka makanan khas. Suatu saat, jika saya berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, saya sudah siapkan beberapa list makanan khas Yogyakarta yang wajib saya cicipi, seperti getuk, gudek, geplak, jadah tempe, kipo dan lain-lain.

Dari kelima alasan di atas lah yang membuat saya bangga menjadi Jogja menjadi Indonesia. Semoga kedepannya Yogyakarta menjadi semakin istimewa dari segi apapun seperti halnya kemajuan ekonominya, lestarinya budaya, semakin terjaganya setiap tempat yang ada di Jogja, sampai pada mendunianya makanan khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan yang terpenting bagi saya pribadi adalah, bisa segera menginjakkan kaki di Yogyakarta. Aamiin

Salah satu Video tentang Jogja dari MalesBanget.com




Artikel ini diikutkansertakan pada lomba Blog









Continue reading Lima Hal Menarik dari Daerah Istimewah Yogyakarta

Friday, August 25, 2017

,

Explore PT GGP dan PT NTF Lampung



Cerita kali ini bermula dari dua perjalanan menuju Perusahaan sekaligus perkebunan buah terbesar di Indonesia yang berada di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Sebelum dimulai ceritanya, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Kepala Bidang PTKDN Disnakertrans Bandarlampung karena telah mengajak saya mengelilingi dua kawasan perusahaan penghasil dan pengekspor buah berkualitas. Kalau Bapak baca tulisan saya ini, sure saya sangat senang bisa dapat pengalaman tempo hari dan gak kapok diajak lagi mengunjungi lebih banyak perusahaan yang berkaitan dengan izin Disnakertrans Bandarlampung, hehe.

Satu hal yang saya sesali, sudah bilang lama dengan Pak Kabid bahwa saya akan menuliskannya di Blog Pribadi, namun terlalu lama membutuhkan waktu untuk segera menuliskannya. Alhasil, banyak foto yang saya ambil di Handphone lama hilang tanpa jejak, padahal sekarang saya sangat butuh foto-foto di dua perusahaan tersebut. Tapi, gak masalah karena saya memang harus menuliskannya agar tak lebih banyak lagi memori yang hilang dari perjalanan seru ke dua perusahaan besar di Provinsi Lampung.

Hari pertama kami berkunjung ke PT NTF (Nusantara Tropical Farm). Tujuan Pak Kabid beserta wakilnya mendatangi perusahaan ini adalah ingin melakukan pengecekkan terhadap urusan izin para Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan di PT Nusantara Tropical Farm. Salut dengan Pak Kabid PTKDN beserta timnya yang mau terjun langsung ke lapangan mengunjungi setiap perusahaan yang ada di Provinsi Lampung, padahal kan bisa saja mereka membuat data fiksi. Kerjaan selesai dan dana yang dikeluarkan pun bisa dipakai untuk hal lain. Tapi, ya… itu tadi kerennya Pak Kabid Disnakertrans ini. Beliau berprinsip, mungkin manusia bisa kita bohongi tapi Allah SWT gak pernah tidur. Lagi-lagi saya berimajinasi, andai semua pemimpin atau kepala di pemerintahan seperti beliau, pasti semakin damai Indonesia. Oke, di-skip dulu saya ngomongin kerennya Pak Kabid Disnakertrans Bandarlampung, karena saya harus fokus cerita soal buah untuk diposting di blog kali ini.

Dua jam setengah kami akhirnya sampai di Kawasan Way Kambas, Labuhan Ratu, Lampung Timur. Dipotong sama minum es cendol pinggir jalan tentunya. Hari itu sinar matahari dirasa cukup terik dan sangat mendukung untuk mampir sejenak meneguk segelas es. Sepertinya dampak dari kabut asap di beberapa daerah di pulau Sumatera cukup berdampak pada panasnya udara di Lampung Timur waktu itu.

Setelah bertemu dengan penanggung jawab PT Nusantara Tropical Farm, kami diantar menuju ruangannya. Ngobrol ngalor ngidul membicarakan urusan utama yakni tentang Tenaga Kerja Asing, dan saya sendiri malah asik mengamati area kantor dari perkebunan Nusantara Tropical Farm ini. Setelah selesai obrolan penting antara ibu-ibu dan bapak-bapak kami pun diajak untuk melihat isi kebun dari PT Nusantara Tropical Farm, dengan menggunakan mobil khusus milik perusahaan, kami diantar mengelilingi perkebunan mili PT NTF.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Berkeliling kebun dengan mobil milik perusahaan


Kalian ada yang pernah makan pisang merk Sunpride? Nah pisang Cavendish ini lah yang dibudidayakan oleh mereka. Dengan rasa yang manis dan lembut daging buahnya.

Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Proses pencucian pisang Cavendish (Sumber foto: IG fahmiarsad)

Perjalanan pertama adalah memasuki kebun jambu kristal. Jadi jambu kristal ini pohonnya pendek, meskipun demikian cita rasa dari jambu tersebutlah yang membuat saya ketagihan untuk mencicipi lagi dan lagi. Tak jauh dari kebun jambu kristal ada sebuah tempat yang digunakan untuk mem-packing jambu-jambu kristal tersebut.  Sambil melihat proses pembungkusan buah saya pun bertanya banyak hal, salah satunya bagaimana memperbanyak tanaman buah dengan waktu yang singkat dan nantinya panen secara bersamaan. Ternyata mereka menerapkan sistem kultur jaringan sehingga umur tanaman yang mereka tanam bisa sama dan lebih praktis untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah yang besar.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Proses Pengemasan Jambu Mutiara


Selain itu yang membuat kami cukup salut adalah ketika kami melihat semua buah di setiap pohon di NTF dibungkus rapih, tujuannya agar perkembangan buah tidak terganggu oleh hama tanaman apapun. Keren, kalau saya sendiri yang bungkusin semua buah di sini, pasti gemporlah tangan ini. Di perusahaan ini pun kami dijamu dengan makan siang penuh buah. Kenapa penuh buah? Karena memang banyak sekali buah-buahan dari mulai mangga, melon, pisang Cavendish, nanas dan lain-lain yang mereka hidangkan untuk kami. Alhamdulillah.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Kebun Jambu Kristal (Sumber Foto: IG brbernadip)


Safari di perkebunan milik Perusahaan NTF ini pun berakhir. Senang karena kami mendapatkan banyak pelajaran dan keinginan, terutama ingin punya bibit-bibit buah unggulan dari sana, namun sayang peraturan yang cupuk ketat yang tidak memperbolehkan kami untuk membawa bibit buah tersebut ke luar area perkebunan. Tak apa, karena kami cukup terhibur dengan membawa pulang pisang Cavendish, jambu kristal dan nanas honi. Pihak perusahaan yang membekali kami oleh-oleh buah dari kebun mereka, terima kasih Bapak dan Ibu.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
wefie di kebun jambu kristal/ jambu mutiara


Hari selanjutnya Pak Kabid kembali mengajak para staf-nya dan tentunya saya untuk berkunjung ke PT Great Giant Pinapple yang terletak di Terbangi Besar, Lampung Tengah. Sebenarnya PT Nusantara Tropical Farm dan PT Great Giant Pinapple ini masih dalam satu group agro industry terbesar di Indonesia yaitu Gunung Sewu Group. Yang membedakan GGP dari NTF adalah pada perusahaan Great Giant Pinapple ini berfokus pada produksi nanas kalengan atau nanas siap santap terbesar ketiga di dunia yang nantinya produk mereka akan diekspor ke lebih dari 33 negara tujuan. Waktu itu saya dengar, wilayah ASEAN, Jepang, Dubai, Amerika dan masih banyak lagi. Dari info yang kami dapat, produk mereka berupa nanas kalengan tidak dijual di dalam negeri. Atau kalaupun dijual pun berupa produk nanas kalengan yang kurang layak untuk diekspor ke luar negeri, namun bukan produk bekas yang tak layak dikonsumsi. Biasanya terdapat cacat pada kemasan kalengnya. 


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Nanas Kalengan PT GGP (Sumber foto: 


Kalau di perusahaan Great Giant Pinapple ini kami diberi kesempatan mencoba nanas honi yang merupakan nanas andalan mereka. Setelah puas merasakan nanas honi yang manis dan segar, kami dibawa menuju pabrik pengemasan yang pastinya sudah sangat canggih dan sukup bersih. Kami bertemu dengan salah satu perwakilan Tenaga Kerja Asing yang berasal dari Jepang. Saya kira cuma warga Indonesia saja yang bercita-cita kerja di Jepang, di sini lah saya menemukan satu perbedaan mindset saya yang keliru hehe.
Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Panen nanas honi (Sumber Foto: IG ndaefan)



Perjalanan di Perusahaan Great Giant Pinapple pun selesai dan kami melanjutkan kunjungan ke badan usaha lain yang skalanya lebih kecil dari dua perusahaan ini, dan itu membuat saya senang, karena selain senangnya jalan-jalan, banyak ilmu yang saya dapatkan dari kunjungan tak berencana tersebut. Tak berencana itu bagi saya, karena memang biasanya dadakan saya diajaknya. 

Mumpung kami sedang melintas di daerah Terbangi, ada satu lagi hal menarik perhatian kami untuk turun sebentar dari mobil, sebuah warung sederhana di pinggir jalan yang menjual labuh dengan cara unik. labuh-labuh tersebut digantungkan penuh pada pohon, nantinya pembeli tinggal tunjuk saja labuh mana yang ingin mereka beli. Waktu itu kami memutuskan untuk tidak membeli, karena di luar dugaan kami bahwa harga labuh yang mereka jual ternyata mahal. Sayang sekali. 


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Istana Labuh di Terbangi Besar


Sekali lagi terima kasih Pak Kabid karena sudah berbaik hati mengajak saya berkunjung ke dua perusahaan besar di Lampung ini. Semoga Pak Kabid makin banyak rejekinya dan semoga bisa naik jabatan dari Kepala Bidang menjadi Kepala Dinas Disnakertrans yang amanah suatu hari nanti. Aamiin. 


Selanjutnya kemana lagi langkah kaki saya berpijak? semoga, ya semoga lagi... semoga selalu ada manfaat dari setiap kunjungan yang saya lakukan baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain.
Continue reading Explore PT GGP dan PT NTF Lampung

Monday, August 14, 2017

, ,

Summer Holiday Impianku Berawal dari Karya Fiksi




Saat menulis artikel ini sebenarnya saya agak dilema, mau ceritain tentang summer holiday yang pernah saya nikmati atau terus mengembangkan imajinasi pergi ke tempat wisata impian. Oke deh, mungkin biar adil saya ceritakan red summer holiday yang udah terealisasi dulu kali ya. Pantai tentunya menjadi pilihan yang asik untuk bersahabat dengan matahari. Meski panas tak dapat dipungkiri, namun saya dan adik-adik saya merasa bahagia.


Suatu pagi, entah pagi keberapa yang Tuhan kasih ke kami untuk menikmati hari. Awalnya gak ada niat sedikitpun, tapi di antara kami ada yang nyeletuk mau pergi ke pantai. Alhasil kami berangkat menggunakan motor dengan bekal seadanya. Maklum, tak terbesit sedikitpun di memori kami untuk belanja buat acara mantai. Yang paling saya ingat dan unik adalah kami bawa kelapa sendiri untuk dinikmati di pantai nantinya. Ini irit atau kreatif ya kira-kira? Haha.

Perjalanan sekitar 45 menit dari rumah kami, sayup-sayup kami dengar suara angin pantai. Ko tahu itu angin pantai? Jelas saja itu angin pantai, apa masih perlu dijelaskan ada angin-angin lainnya selain angin pantai? #apa sih, ngelucu Mba?

Fine, tujuan kami ternyata berubah. Harapan berenang ala duyung pun sirna karena kami akhirnya memutar arah ke Munca. Itu loh, salah satu tempat yang ngehits bagi kami warga Lampung. Lah katanya tercium angin pantai, tapi ko malah ke Munca? Tenang, karena sesungguhnya Munca ini adalah kawasan wisata yang cukup unik karena terbentuk dari persilang dua negara. Makin ngaco! Yang benar tuh perpaduan dua wilayah yang eksotis yakni puncak atau bukit dan tentunya dipadu dengan birunya laut.

Tapi plis, jangan tanya bisa foto sama lumba-lumba gak Mba di sana? Serius, nanti saya bisa jawab lebih abstrak lagi dari itu. Daripada galau bayangin gimana sih Munca itu, mending lanjut simak cerita saya.

Salah satu sudut pemandangan di Munca
Munca ini adalah kawasan wisata yang dimiliki oleh perorangan, itu sih kabar yang saya dengar dan maafkan jika khilaf. Untuk luas dari lokasi wisata ini saya rasa tak terlalu luas, cuma menariknya adalah pemandangan surga dunia yang bakal kamu dapat di tempat ini. Saya saja sampai berkhayal, andai ini tempat punya saya, pasti puas hati saya untuk berfoto di segala penjuru. Yups! Munca ini cukup ramai kalau hari libur. Kalau mau foto di spot-spot indah, kalian harus sabar tunggu antrian. Kalau bosan ngantri kalian bisa tawaf dulu kelilingin tempat ini, tapi tinggalkan sandal untuk gantikan kalian antri. Hehe, saran ngaco dan berharap jangan ditiru. 

Jangan khawatir kalian bingung parkir motor di mana, karena di sini ada abang-abang yang jagain parkiran. Biaya masuk pun murah meriah, cukup membayar lima ribu rupiah per-orang saja.

Tempat Parkir Munca

Nah, kalau sebelumnya adalah cerita red summer holiday dimana tempat yang pernah saya kunjungi, kali ini saya akan curhat tentang red summer holiday yang masih tahap angan-angan. Pertama, summer holiday yang tetep ingin udara sejuk, yakni berkunjung ke Kawah Putih. Entah dari berapa tahun saya mau main ke sini belum kesampaian juga. Suka dengan suasana alamnya yang unik. Tahu Kawah Putih ini pertama kali dari sebuah film. Saya yang kurang update pun mengira kalau tempat ini ada di luar negeri karena seperti suasana di daerah salju berwarna putih. Untung gagal faham yang saya alami waktu itu cepat teratasi karena rasa kepo saya tersalurkan pada Mbah Google.

Sumber foto: RedDoorz.com

 Bergeser sedikit ke daerah yang sejatinya lokasi ini memang cocok untuk merasakan red summer holiday ala-ala orang bule, Gili Trawangan. Yups! Tempat ini pertama kali saya temukan dari sebuah buku novel karya anak bangsa. Hebatnya sang penulis ini berhasil membuat saya penasaran akan indahnya Gili Trawangan. Mengamati umang-umang yang malu-malu mengintip dari dalam cangkangnya, duduk di kursi warna warni kekinian, dibelai angin pantai Gili Trawangan, menyaksikan matahari terbenam, atau kegiatan menyenangkan seperti yang digambarkan di dalam sebuah novel yang saya baca. Seharusnya saya protes pada penulisnya karena beliau telah merayu pikiran saya untuk sampai ke sana lebih dulu sebelum raga saya menginjakkan kaki di Gili Trawangan. Semua gara-gara cerita fiksi yang membuat saya ini menjelajahi dua tempat impian tersebut.

Sumber Gambar: lanalouie.com

Kalau kalian punya impian summer holiday ke mana? Apapun nama tempatnya yang terpenting adalah jangan lupa bahagia dan upayakan syukur, karena sejatinya summer holiday itu bukan soal jauh atau dekatnya tujuan, mahal atau murahnya akomodasi, akan tetapi rasa nyaman dan bersemangatnya diri setelah summer holiday tersebut sehingga meningkatkan kualitas waktu kita untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.

Seorang travel sejati sesungguhnya butuh sebuah rumah di mana pun ia berada, meski bisa dikatakan rumah itu sekedar tempat singgah sementara. Ketika saya berkeinginan untuk pergi ke Kawah Putih, maka otak saya tentunya akan berpikir bahwa saya harus segera cari tempat singgah di sekitaran Bandung. Gak mungkin kan kalo saya langsung melipir pulang ke Bandarlampung, jauh dan pegel banget pastinya kalau habis seru-seruan langsung pulang. Untungnya kita dipermudah lho teman dengan adanya RedDoorz.



Kenalan dulu yuk dengan RedDoorz! Apa sih RedDoorz itu? RedDoorz adalah sebuah merk atau penyedia jasa akomodasi budget yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Didirikan pada tahun 2015, meski jangka waktu berdirinya yang terbilang cukup muda, RedDoorz  mampu bersaing dengan merk akomodasi budget lainnya.

Selain karena dipercaya bekerjasama dengan banyak pemilik hotel dan guest house, keunggulan dari RedDoorz adalah didukung oleh dua Venture Capitalist (investor RedDoorz ) terkemuka, yakni Jungle Ventures dan 500 Startups. Para investor ini merupakan para pengembang di merk global terkenal seperti facebook, twitter, imoney, google, GrabTaxi dan masih banyak lagi.



Menurut saya RedDoorz ini adalah penyedia layanan penginapan yang recommended banget, apalagi buat kalian yang hobi keliling cari sensasi summer holiday. Dengan adanya RedDoorz ini kita dimudahkan untuk melacak penginapan yang terjangkau seperti hotel dan sejenisnya. Tenang, murah pun bukan berarti RedDoorz mengabaikan kenyamanan.

Sambil berjalan, ada baiknya teman-teman buka website RedDoorz. Nah buat kalian pengguna android, langsung aja download RedDoorz via Play Store. Setelah kalian download aplikasinya, langsung saja kalian instal dan login (masuk) bila sudah memiliki akun atau bila belum punya akun maka kalian harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Bisa juga dengan cara cepat dan mudah yakni masuk dengan facebook kalian.

Oke, saya anggap kalian sudah berhasil masuk ke halaman akun pribadi di RedDoorz. Selanjutnya kalau mau langsung ke tujuan inti yakni mencari penginapan, maka langsung saja ke menu search pada aplikasi atau website RedDoorz. Ketik nama kota, lalu enter atau cari. Simsalabim! Maka muncullah pilihan hotel atau guest house yang bisa kamu sesuaikan dengan budget yang ada.

Cara Pesan Kamar Hotel atau Guest House


Keuntungan menggunakan RedDoorz

  •          Praktis dalam urusan mencari penginapan yang murah dan berkualitas

Dalam segi kemudahan, kita sangat terbantu dengan adanya RedDoorz ini, karena untuk urusan booking tinggal klak klik di website atau aplikasi tanpa harus ke lokasi terlebih dahulu. 
  •          Hemat waktu dalam pemesanan kamar hotel atau guest house

Kita tidak perlu keluar rumah untuk sekedar mendapatkan info tentang penginapan yang nantinya akan kita pesan, dengan begitu waktu dan tenaga kita bisa digunakan untuk melakukan hal-hal penting lainnya.
  •          Dapat melihat fasilitas dari penginapan yang kita pesan

Fitur yang tersedia di website dan aplikasi mobile pada RedDoorz ini cukup lengkap karena para konsumen dapat melihat kelengkapan dari hotel yang nantinya akan mereka pesan.

Layanan Kamar yang RedDoorz tampilkan pada web dan aplikasi
  • Pembayaran bisa dilakukan saat kita sampai di tempat penginapan tersebut meski kamar telah dipesan secara online


Kerennya lagi pembayaran hotel atau guest house dapat kita lakukan saat kita telah sampai di tempat penginapan tersebut bila ada bacaan tersedia.


  •  Info-info menarik

Dari website RedDoorz pula kita bisa mendapatkan info-info penting seputar travelling seperti rekomendasi tempat makanan, tempat wisata yang unik, tips-tips keren lainnya yang asik jadi acuan berwisata.

Info menarik yang  RedDoorz rangkum

  •  RedDoorz sering memberikan diskon

Ini sudah menjadi rahasia umum bahwa selain penawaran sewa kamar yang sudah murah, RedDoorz berbaik hati dengan memberikan diskon berupa promo dan redcash. Untuk promo sendiri pasti kita sudah lebih paham daripada redcash. Jadi readcash adalah sebuah reward yang diberikan oleh RedDoorz karena kita sudah bertransaksi menggunakan penginapan yang direkomendasikan oleh RedDoorz.

Cara mendapatkan RedCash

  •  Lokasi hotel dan guest house yang mudah dijangkau oleh moda transportasi

Posisi dari penginapan yang ditawarkan oleh RedDoorz ini sangat strategis. Sehingga kita tak perlu khawatir dengan susahnya akses kendaraan atau jalan dari atau tempat wisata yang ingin kita kunjungi.

RedDoorz pun tak cukup puas untuk terus mengembangkan dalam hal pelayanan tamu sebuah hotel atau guest house, karenanya banyak media yang meliput serta menjadi saksi atas suksesnya RedDoorz sebagai jasa penyedia akomodasi budget seperti Jakarta Post, Business Standard, First Post, Digifire, Tech Crunsh dan masih banyak lagi.

Bila ada yang tanya RedDoorz sudah tersedia di kota mana saja, maka saya akan bisikan sedikit mengenai cakupan wilayah dari RedDoorz itu sendiri. Berikut nama-nama kotanya, semoga dapat membantu mempermudah dalam proses pencarian penginapan untuk summer holiday kalian. Namun, bila dirasa kurang puas dengan informasi yang saya jabarkan, kalian bisa langsung ceki-ceki di website-nya langsung.
Kota-kota yang terdapat layanan RedDoorz

RedDoorz menawarkan keuntungan lain bagi konsumennya, yakni keuntungan dalam hal mendapatkan redcash yang cukup banyak dengan cara mengajak teman-teman untuk mendownload aplikasi, mendaftar dan menginap di property RedDoorz berkat link yang kita bagikan. Gimana? Asik ya, selain bisa menginap di tempat nyaman kita pun banyak mendapatkan keuntungan lainnya.

Untuk soal kepuasan dari pelanggan RedDoorz, jangan khawatir karena sudah banyak testimoni yang diberikan oleh para pengguna jasa RedDoorz.

Komentar Pelanggan tentang RedDoorz

Saran untuk RedDoorz yang menurut saya cukup penting adalah semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi kota-kota yang menjadi wilayah cakupan RedDoorz. Seperti misalnya kota saya yakni Bandarlampung. Oh ya, di bawah ini ada salah satu video dari sebuah kamar penginapan yang direkomendasikan oleh RedDoorz




Selamat menyimak dan menikmati liburan bersama RedDoorz.



#Referensi Artikel:

https://blog.reddoorz.com/
www.reddoorz.com
Continue reading Summer Holiday Impianku Berawal dari Karya Fiksi