Tuesday, November 7, 2017

,

Lemong Instagramable, Makan Plus Eksis!



Lifestyle warga net gak bisa dipungkiri sedikit banyak terpengaruh oleh kecanggihan teknologi, terutama semakin canggihnya sebuah kamera maka semakin semangat pula setiap dari kita untuk mengabadikan setiap momen di dalam hidup. Salah satu momen yang tak kalah uniknya adalah ketika kita makan, maka kurang lebih akan muncul mindset untuk mencari tempat makan yang tentunya rasa makanan tersebut lezat ditambah dengan tempat yang unik atau instagramable.

Beberapa hari lalu, aku mengunjungi sebuah tempat makan di Bandarlampung. Gak kepikiran juga sih kenapa akhirnya pilih makan di sini, alasan klasiknya cari suasana baru hehe. Oke langsung saja, berangkat dari rumah dengan memesan kendaraan online. Karena masih tergolong baru mungkin ya, jadi si Babang drivernya agak bingung mencari tempat makan ini. Lemong ini tempatnya di dekat Poltabes Gotong Royong, Bandarlampung.

Akhirnya kami tiba di Lemong, mungkin sekitar 15-20 menitan lah kami sampai di sana. Dan kalian tahu? Tempatnya masih sepi banget dong, karena kami dateng juga kepagian. Niat banget ya? Hahaha. Sambil nunggu makanan yang kami pesan, aku keliling lokasi. Biasa, rasa kepo sejak awal datang ke tempat ini harus segera dituntaskan.

Kesan awal bagiku adalah unik, karena konsepnya barang-barang kuno dan sebagian berbau suasana laut. Dari sudut depan kalian sudah disajikan oleh pemandangan seperti papan seni bertuliskan “Lemong” beserta menu-menu laut yang tersedia di tempat ini. Selain itu kalian juga akan melihat semacam kayu yang berbentuk seperti perahu kecil, buat yang hobi eksis bisa langsung saja deh pasang badan buat ekspresikan gaya kekinian.



Gak hanya dua buah perahu yang kalian jumpai, di bagian depan pula kalian dapat menemukan dayung dan lucunya dipadu dengan sebuah sepeda ontel.



Oh iya, tempat makan ini kesannya memiliki dua lantai kalau diperhatikan lebih detail, tapi sayangnya di bagian lantai kedua tempat ini belum difungsikan. Mungkin karena masih baru juga kali ya, jadi sang pemilik belum terpikir bakal dibuat apa. Lagi pula memang gak ada tanda-tanda kehidupan di atas untuk dikunjungi oleh para penikmat kuliner. Maklum, akunya saja yang terlalu penasaran. Hehe.



Setelah puas berfoto di depan, kalian bisa masuk ke dalam secara perlahan. Kenapa aku bilang perlahan? Karena setiap sudutnya selalu menawarkan keunikan yang tentunya sayang bila tak diabadikan. Contohnya nih, ada semacam ruang tamu yang penuh dengan ornament-ornament jadul seperti kursi, lemari, telepon, lonceng, jam jadul dan masih banyak lagi.



Jika kalian masuk ke ruangan tengah, ada satu sudut tiang penyangga yang ditempeli perahu. Nah, ditengah-tengah daleman perahu itu diisi dengan berbagai alat musik kuno. Lagi dan lagi, kalian bisa eksis di sudut ini.



Buat kalian para pecinta motor-motor tua jangan sedih, karena di Lemong ini kalian akan terobati dengan melihat sekumpulan motor-motor jadul yang mungkin usianya ebih tua dari kalian. Boleh foto, tapi jangan khilaf, takutnya kebawa pulang hehe.



Cukup puas aku berkeliling di tempat ini, gak terasa akhirnya makanan yang kami pesan pun telah dihidangkan. Ehm, rasanya gak lengkap ya kalo mampir ke tempat makan tapi gak bahas soal rasanya. Untuk rasa menurut saya enak, apalagi dengan harga yang bisa dibilang cukup murah. Semoga kedepannya gak naik-naik lagi itu harga, hahaha!



Sambil menyelam minum air, sambil siap untuk menyantap makanan aku pun bertanya kepada pramusaji perihal tempat ini yang terlihat sepi. Kalau kata pramusajinya, Lemong biasanya ramai kalau menjelang malam, apalagi kalau malam minggu. Biasa jadi tongkrongan anak muda. Ah elah, anak muda macem apa aku ini yang bisa gak tau jadwal ramai-ramainya tempat seperti ini. Oke abaikan! Tapi malah bagus, bisa puas foto-foto kalau sepi seperti ini.

Nah! Buat kalian yang takut gak bisa eksis di medsos karena abis kuota, jangan khawatir karena tempat ini menyediakan wifi. Tanya saja sama pramusajinya kalau mau password-nya, nanti dibisikin sama mereka. Nah lho, jadi so sweet kan?




Duh, sampai lupa cerita kalau waktu itu kami memesan tiga paket berbeda. Yakni ada cumi saos padang, kepiting saos padang dan kepiting lada hitam. Untuk bumbu yang saos padang lumayan pedas, cocok banget nih buat kamu yang pecinta makanan pedas. Saking laper dan tergoda untuk cepat menyantap makanan, jadilah yang difoto sudah gak karuan lagi bentuknya. hehe.


Kepiting Lada Hitam

Kepiting Saos Padang

Cumi Saos Padang


Kalau ada di antara kalian yang ingin sekali mencoba makanan di tempat ini tapi males keluar atau istilah gaulnya mager, tenang kalian bisa pakai layanan pesan antar. Tentunya yang masih di wilayah Bandarlampung ya. Kalau harus nyebrang pulang, Abangnya belum siap dana buat mengkhitbah kamu. Nah kan gelonya keluar lagi haha!

Layanan Pesan Antar


Oke, mungkin cukup segini dulu review tempat makan kali ini. Eh iya, tulisan ini bukan karena sponsor lho. Murni karena aku lagi belajar melanjutkan semangat ngeblog yang hampir punah beberapa bulan. Duh jadi malu sama blog sendiri, maafkan aku karena aku gak setia. (makin error)

Hayo siapa yang udah pernah ke tempat ini? Atau mungkin sejenis tempat ini, boleh langsung share pengalaman kalian di kolom komen. :-)
Continue reading Lemong Instagramable, Makan Plus Eksis!

Tuesday, September 5, 2017

, , , ,

Buhe, Surga Tersembunyi di Provinsi Lampung




Ada yang bilang yang namanya surga dunia itu berupa berlimpahnya harta dan kekuasaan. Namun tak sedikit pula yang bilang bahwa surga dunia adalah kebebasan diri dalam mensyukuri setiap nikmat sehat yang Allah berikan. Contoh sederhana dan nyata adalah nikmat melihat. Alhamdulillah, dengan kedua mata yang masih Allah percayakan kepada saya, sampai detik ini saya masih bisa melihat suguhan alam-Nya yang sangat indah. Menyusuri setiap surga tersembunyi yang ada di belahan bumi Indonesia, tak terkecuali yang ada di Provinsi Lampung.

Provinsi Lampung yang merupakan bagian penting dari pulau Sumatera ini memiliki banyak tempat wisata alam atau surga tersembunyi yang patut kita jaga dan lestarikan. Seperti surga tersembunyi Air Terjun Way Lalaan di Tanggamus, Bawang Bakung di Lampung Barat, Bukit Pangonan di Pringsewu, Munca Teropong Laut di Pesawaran, Puncak Mas di Kemiling, Bukit Hejo di Kemiling dan masih banyak lagi.

Beberapa tempat wisata yang ada di Provinsi Lampung


Dalam postingan kali ini saya akan menceritakan bagaimana indahnya salah satu dari sekian banyak surga tersembunyi yang ada di Lampung yang tepatnya berada di Kedaung, Kemiling Bandarlampung. Untuk kalian yang berada di luar Provinsi Lampung yang ingin bermain manja dengan alamnya Lampung bisa langsung pesan tiket perjalanan di tiket.com, terserah mau beli tiket kereta api atau pesawat terbang, semua lengkap tersedia di situs ini. Asal jangan pesan tiket masuk surga saja, kalaupun ada saya sudah borong duluan tiket tersebut, hehe.

Tiket.com adalah website pembelian tiket pesawat, kereta api, sewa mobil sampai pada penginapan

Selesai acara pesan memesan tiket langsung saja pantengin terus review saya tentang salah satu surga tersembunyi yang diberi nama Buhe atau Bukit Hejo. Ada yang tahu artinya Bukit Hejo? Yups, hejo diambil dari bahasa sunda yang artinya Hijau. Kok pakai bahasa sunda? Kebetulan pemilik bukit ini orang sunda dan sudah belasan tahun merantau ke Provinsi Lampung.

Kenapa saya tertarik sekali membahas tentang Buhe? Karena, alasan nyatanya tempat ini bisa dibilang masih sangat alami. Mulai dari udara sampai dengan pemandangan alamnya. Belum resmi dibuka untuk tempat wisata, namun Alhamdulillahnya saya sudah bisa melihat cuplikan surga tersembunyi di daerah saya.

Salah satu sudut Buhe


Ada apa saja sih di sana? Kalau untuk sekarang saya baru bisa duduk, diem dan menikmati alamnya Bukit Hejo. Sesekali selfie buat mengabadikan momen asri Bukit Hejo. Kedepannya menurut sang pemilik Buhe atau Bukit Hejo, tempat ini akan dibuat semacam resto, namun resto dengan konsep sederhana. Kan asik tuh sambil makan, mata dan pikiran yang lelah dimanjakan dengan hijaunya salah satu surga tersembunyi yang ada di Lampung.

hamparan permadani yang siap menyambut kedatangan kita


Dari Bukit Hejo selain dapat melihat hijaunya hutan, kita pun secara otomatis disuguhkan pemandangan laut. Kalau kalian lihat aslinya, seperti layar bioskop yang luas namun pemandangan ini nyata dan secara langsung Tuhan hidangkan untuk hambanya. Sesekali mendengar suara kapal laut, suara kicauan burung alami, serta semilir sejuk angin khas perbukitan. Bisa-bisa kalian mengantuk karena diterpa sejuknya angin dan situasi alam yang tenang.

langit yang berwarna biru cerah, berpadu dengan birunya langit dan hijaunya tanaman yang ada di Buhe

Untuk kalian yang hobi fotografi, tempat ini sangat cocok untuk dibidik dengan kamera canggih yang kalian punya. Pasti hasil tangkapan kameranya lebih tajam dan sempurna dibandingkan dengan cara saya menggambil gambar, maklum hanya menggunakan kamera hp. Tapi, saya tetap bersyukur dengan apa yang saya miliki. Hehe.

Pemandangan hijau selalu tersaji bila kalian berkunjung ke Buhe


Lokasi Buhe ini merupakan tempat berkumpulnya beberapa bukit. Setiap bukit yang ada di sekitar Bukit Hejo ada yang menjadi hutan kotanya Bandarlampung. Jadi menurut cerita yang saya dengar, wilayah tersebut tak boleh ditebangi pepohonannya, apalagi sampai dibuat bangunan. Alhamdulillah! Kalau begitu kita bisa menikmati hijaunya pemandangan terus setiap waktu. Yah, semoga.

Waktu itu, kami rombongan butuh piknik mampir sebentar ke Buhe setelah jam pulang kerja. Meski waktu sudah masuk sore hari, tapi kebetulan cahaya matahari masih sangat semangat menyinari bumi lampung saat itu. Mba-Mba saya yang cantik ini pun sangat antusias untuk naik ke salah satu rumah pohon di Buhe. Meski rumah pohon ini dibuat masih dengan sederhana, nyatanya tak menyurutkan tekad mereka untuk menaikinya. Saya salah menduga, mereka ternyata lebih gesit urusan panjat memanjat pohon, hehe. Cekrak-cekrik mereka bergantian difoto, senangnya.

Oh ya nantinya, jika Buhe ini sempurna dibuka biaya masuk ke surga tersembunyi ini berkisar sepuluh sampai lima belas ribu rupiah. Gimana? Gak menguras kantong kan? Nah setelah kalian masuk, terserah deh mau pesan makan atau sekedar selfie. Tapi saya rasa kalian tak akan cukup untuk sekedar melihat pemandangan saja di tempat ini. Karena tempat yang indah mempengaruhi tingkat lapar pada perut manusia, setidaknya itu hasil analisis saya selama berada di Bukit Hejo.

Di tempat ini kalian bisa bisa dengan santai bercakap-cakap dengan sahabat dan keluarga, tentunya sambil diiringi dengan kicauan burung dan bunyi serangga khas hutan. indah dan damai deh pokoknya!

Difoto dari sudut manapun mereka tetap terlihat cantik, di tambah lagi dengan indahnya pemandangan.

Beberapa orang selain kami pun sudah merasakan indahnya alam di Bukit Hejo ini. Mereka tentunya sudah meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik Bukit Hejo untuk masuk ke tempat indah ini. Tapi, peraturan tetap disamakan ketika nantinya Bukit Hejo ini dibuka. Artinya tidak betindak semaunya yang nantinya dapat mengakibatkan surga tersembunyi ini menjadi rusak.

Entah apa yang lagi mereka bicarakan, kayaknya bahagia banget! :D

Mau berdua, bertiga dan berapapun tempat ini tetap sama indahnya

Di setiap waktunya, Bukit Hejo selalu menawarkan panorama alam yang berbeda-beda. Seperti saat pagi hari, ketika matahari mulai terbit pun wajah langit sangat indah. Garis-garis cahaya berwarna orange terlukis rapih di ujung mata memandang. Sampai nantinya matahari muncul perlahan-lahan, indahnya pemandangan Bukit Hejo tak hilang sedikit pun.

Matahari mulai muncul dengan menyuguhkan guratan orange di langit pagi

Langit pagi yang saya lihat di Buhe, selalu saja ada kejutan indah di setiap pergantian waktu

Suasana subuh di Bukit Hejo, warna langit yang cantik dipadu dengan kelap-kelip lampu di arah laut

Lain lagi dengan aura senjanya yang menawan, lalu tak lama kemudian warna merah di langit pudar berganti dengan gelapnya malam.


Senja dengan sedikit mendung di Bukit Hejo


Suasana malam di Bukit Hejo tak kalah indahnya. Kelap-kelip lampu kapal dan perumahan penduduk, menemani tenangnya malam. Yups! Harus banyak bersyukur karena di tengah hiruk pikuk kota Bandarlampung, masih Allah selipkan keindahan surga tersembunyi  di wilayah saya.

Malam Hari di Bukit Hejo

Terang Bulan menambah nyamannya malam di Buhe


Ketika hujan tiba, ada bonus alam lagi yang saya dapatkan di Bukit Hejo ini. Kabut! Ya, saking dinginnya, Bukit Hejo di saat hujan memberikan bonus alam berupa kabut. Kurang lebih dinginnya seperti di Puncak Bogor.


Matahari mulai tertutup awan hujan

Saat hujan dan setelah hujan, Bukit Hejo dipenuhi kabut. Tak jarang juga pelangi mungcul di sela-sela kabut.
Gambaran secara umum mengenai tempat indah ini telah saya rangkum, selanjutnya akan saya berikan tips buat kalian yang nantinya mau berkunjung ke Bukit Hejo. Yuk disimak ulasannya di bawah ini;




Menentukan waktu berkunjung ke Buhe. Karena Buhe masuk ke wilayah perbukitan, buat kalian yang ingin wisata dengan udara panas yang tak terlalu menyengat, bisa datang saat pagi dan menjelang sore hari. Namun bila kalian pecinta fotograpi dan selfie, siang hari adalah waktu yang tepat untuk mengabadikan setiap momen karena cahaya matahari menjadi faktor utama untuk terang atau tidaknya sebuah foto. Well, ini pilihan.



Untuk sementara waktu, karena Buhe belum beroprasi dengan sempurna, ada baiknya kalian bawa makanan dan minuman sendiri dari rumah. Untuk alas kaki yang kalian pakai, bisa menggunakan sandal jepit saja atau jika ingin bergaya sedikit pakailah sepatu yang sesuai dengan medan di Bukit Hejo.




Bawa perlengkapan jalan-jalan seperlunya saja, kalian bisa gunakan pakaian santai untuk berkunjung ke Bukit Hejo. Tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis juga, lalu yang paling penting adalah pakaian yang sopan. Hehe.

Jangan lupa bawa persiapan perang kalian untuk hunting foto. Mulai dari kamera hp, action camera, tongsis, sampai kamera pro. Pastikan juga batrai segala kameranya terisi penuh, karena akan menjengkelkan jika dipertengahan jalan kamera-kamera kesayangan kalian habis daya. Oh ya, selalu perhatikan barang bawaan kalian.





Jika kalian ke tempat ini membawa bekal dengan kemasan sekali pakai, maka buanglah sampah kalian pada tempatnya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga kebersihan lingkungan kita? Karena indahnya alam Indonesia adalah tanggung jawab kita semua.



Tidak diizinkan semena-mena memetik buah, bunga dan segala tanaman yang sengaja pemilik tanam. Atau yang lebih memprihatinkan lagi demi hasil selfie yang maksimal kita malah merusak tanaman-tanaman yang ada di Buhe. Jangan sampai kejadian mengerikan di sebuah taman wisata bunga terjadi lagi di tempat-tempat lain. Itu lho, yang tanaman bunganya hancur diinjak-injak pengunjung hanya demi selfie kece ala instagram. Kan sedih, hiks. Intinya kita sama-sama jaga aja deh segala tanaman yang dapat menambah kesan hijau di Bukit Hejo.



Tetap ingat salat lima waktu dimanapun dan kapanpun kita berwisata. Dengan beribadah berarti diri kita selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan beri. Nikmat melihat alam yang indah, nikmat mendengar suara burung dan nikmat-nikmat lainnya yang tak akan mampu kita upayakan tanpa bantuan Tuhan. 


Sambil membayangkan indahnya Bukit Hejo, silahkan ditonton dulu video saya berikut ini tentang Buhe. Welcome to My Vlog!



Gimana? Sudah cukup puas kah membayangkan keindahan surga tersembunyi di Bandarlampung ini? Atau mungkin ada yang tertarik untuk segera ke tempat ini? Yuk langsung saja share komen kalian di kolom komentar. Oh ya satu lagi, selalu jaga alam indahnya Indonesia ya, supaya sepanjang hidup kita tidak dipenuhi dengan bisikan penyesalan karena telah merusak alam Indonesia.


Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog @detiktravel dan @tiketcome

Lomba Blog

Continue reading Buhe, Surga Tersembunyi di Provinsi Lampung

Monday, August 28, 2017

,

Lima Hal Menarik dari Daerah Istimewah Yogyakarta



Saya anak Indonesia mencintai Yogyakarta dengan naluri kebangsaan. Meski tak pernah menetap, lahir di sana atau sekedar mampir untuk berwisata, saya tetap merasa bahwa saya adalah anak Yogyaakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pelajar, rasanya memang sangat pantas. Selain karena pengertian secara umum sebagai kota pelajar, saya menyadari satu hal bahwa Yogyakarta adalah kota yang dapat kita jadikan sebagai sarana menimba ilmu. Mulai dari ilmu budaya dan keramahan kotanya, ilmu alamnya, ilmu peningkatan ekonomi masyarakatnya, serta ilmu-ilmu lain yang dapat menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi lebih baik lagi dengan prestasi kotanya.

Pertama kali jatuh cinta dengan Yogyakarta adalah ketika mendengarkan kisah orang tua saya yang kebetulan dulunya menjalani masa pendidikan di Salatiga. Beliau tidak melewatkan kesempatan untuk singgah di kota istimewa ini. Doa dan harapan saya pun langsung melejit, semoga sesegera mungkin Tuhan izinkan saya untuk mengeksplore setiap tempat yang ada di kota Yogyakarta.
Berikut lima alasan saya mengapa selalu ingin berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta,


Hal utama yang membuat seseorang berkenginan kuat untuk mengunjungi suatu tempat biasanya karena ramahnya penduduk lokal di daerah tersebut. Menurut saya keramahantamahan masyarakat Yogyakarta adalah alasan kuat saya semakin ingin untuk mengunjungi tempat ini.

Semakin berkiprahnya Yogyakarta dalam hal pariwisata, tentu menambah jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia, terutama di Yogyakarta. Secara langsung menjadikan slogan menjadi Jogja menjadi Indonesia pun menjelma makna bahwa daya tarik Yogyakarta merupakan sumber devisa negara Indonesia.

Kermahan Masyarakat Jogja (Sumber foto: Google)

Yogyakarta selalu ramah menyambut para turis asing yang sengaja berkunjung untuk menikmati indahnya alam Yogyakarta. Logikanya, bila turis asing saja disapa ramah apalagi dengan turis lokal. Benar tidak?


Dari zaman sekolah, saya selalu ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan tiap-tiap daerah. Tak terkecuali dengan nilai budaya yang sakral dari upacara-upacara adat yang ada di Yogyakarta seperti upacara grebeg mauludan, nguras enceh, sekaten, tumplak wajik, upacara labuhan dan masih banyak lagi. 

Upacara adat yang ada di Jogja


Nantinya, upacara-upacara seperti ini akan diwarisi kepada generasi-generasi berikutnya di Yogyakarta. Berharap nilai-nilai budaya dari upacara-upacara adat di Yogyakarta tersebut tak hilang ditelan waktu.



Selain alasan ramahnya masyarakat Yogyakarta dan upacara adat yang kaya dengan makna budaya, saya tertarik untuk mengunjungi Yogyakarta karena keunikan dan nilai sejarah dari bermacam-macam candi yang ada di Yogyakarta.

Candi-candi yang ada di Jogja


Nantinya, ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, saya sudah siapkan daftar candi yang akan saya jelajahi yakni Candi Ijo, Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan dan lain-lain.



Kecantikan alam Yogyakarta sekiranya berhasil meghipnotis saya untuk berkunjung ke kota ini. Mulai dari cantiknya Pantai Parangtritis, menakjubkannya Gunung Berapi, hijaunya pemandangan alam di Kalibiru, eksotisnya tebing breksi serta indahnya malam di Bukit Bintang Yogyakarta.

Keindahan Alam Jogja
Saya yakin, dengan tetap lestari dan indahnya alam Yogyakarta tidak terlepas dari campur tangan Pemerintah Daerahnya serta para warganya. Semoga kebaikan tentang penataan dan pelestarian tempat wisata di Jogja dapat dicontoh oleh semua wilayah yang ada di Indonesia.



Bila kita membicarakan tentang makanan khas Yogyakarta, saya sangat suka dengan yang namanya bakpia khas kota ini. Sekali coba lansung jatuh hati dengan rasanya. Mengapa bisa demikian? Karena bagi saya bakpia khas Yogyakarta ini teksturnya lebih lembut dibanding dengan bakpia lain.

Makanan Khas Jogja

Bukan Yogyakarta namanya bila tak memiliki aneka makanan khas. Suatu saat, jika saya berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, saya sudah siapkan beberapa list makanan khas Yogyakarta yang wajib saya cicipi, seperti getuk, gudek, geplak, jadah tempe, kipo dan lain-lain.

Dari kelima alasan di atas lah yang membuat saya bangga menjadi Jogja menjadi Indonesia. Semoga kedepannya Yogyakarta menjadi semakin istimewa dari segi apapun seperti halnya kemajuan ekonominya, lestarinya budaya, semakin terjaganya setiap tempat yang ada di Jogja, sampai pada mendunianya makanan khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan yang terpenting bagi saya pribadi adalah, bisa segera menginjakkan kaki di Yogyakarta. Aamiin

Salah satu Video tentang Jogja dari MalesBanget.com




Artikel ini diikutkansertakan pada lomba Blog









Continue reading Lima Hal Menarik dari Daerah Istimewah Yogyakarta