Sunday, October 7, 2018

, , ,

Investasi Tepat Saat Saham Mayora Mengalami Stock Split

Sumber gambar: Mayora.com


Siapa yang tak kenal dengan makanan ringan bernama Beng-beng? Iya, wafer berbalut cokelat yang sangat nikmat ini pun menjadi makan ringan favoritku. Karena sudah terlalu sering melahap Beng-beng, aku sampai hapal atau bahkan memperhatikan kemasan wafer cokelat seribu umat ini, ternyata diproduksi oleh PT Mayora  Indah Tbk.

Kok tiba-tiba bahas tentang Beng-beng? Yups, sebenarnya ini hanya intro karena secara khusus aku ingin membahas tentang prospek investasi saham Mayora Indah Tbk yang masih diburu para investor baik luar maupun dalam negeri. Apalagi saat ini saham tersebut mengalami Stock Split atau yang lebih mudah dimengertinya adalah sebuah aksi pemecahan nilai nominal saham.

Saham Mayora Tbk mengalami stock split hingga 1:25, dengan tujuan membuka kesempatan kepada investor lokal secara ritail untuk bergabung menjadi bagian pemegang saham Mayora Indah Tbk. Menurutku hal ini adalah kesempatan yang baik, jadi dengan kata lain member kesempatan masyarakat Indonesia dalam berbisnis dengan tidak terlalu memberatkan dalam segi modal.

Menurut Merlissa Trisno selaku Analis CLSA Securities Indonesia, Mayora Indah Tbk sudah tepat mengadakan Stock Split karena dapat meningkatnya para pemodal ritail. Ia juga mengatakan kepada Investor Daily bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi para perseroan untuk melaksanakan Stock Split karena harga saham sudah naik 20 % dalam tiga bulan terakhir.

Menurut pengamatanku jika ada di antara kita yang tertarik untuk menjadi salah satu investor di Mayora Indah Tbk, mungkin lebih banyak keuntungan yang nantinya kita dapatkan. Karena apa? Karena Perusahaan Mayora Indah Tbk sendiri mampu merealisasikan daya beli dari produk yang mereka hasilkan.

Mayora Indah Tbk dapat bersaing menjadi Top Brand yang menjadi kunci penjualan mereka sendiri. Mayora Indah Tbk bisa menghasilkan omset hingga kurang lebih dua puluh triliunan. Menurut Corporate Secretary Mayora Indah, target pendapatan tahun 2018 tidak akan turun, makanya nilai penjualan produk mereka akan selalu naik. Wow, menggiurkan bukan? Adakah dari pembaca yang tertarik menjadi investor ritail di PT Mayora Indah Tbk?

Continue reading Investasi Tepat Saat Saham Mayora Mengalami Stock Split

Monday, September 24, 2018

Pahawang Kecil Sebagian Milik Asing? Kamu Harus Baca




Assalamualaikum, gimana weekend kali ini? Gak kerasa ya udah masuk hari kerja aja. Eh tapi harus semangat, cari rejeki biar bisa eksplore Indonesia lebih banyak lagi. Sesuai janji tempo hari kalau aku bakal update tulisan tentang fakta yang jarang orang tahu tentang Pulau Pahawang, tepatnya Pahawang kecil. Cukup menggebu-gebu nih, karena sebelumnya aku masih cari tahu tentang info yang agak sensitif ini ke mereka yang sering ke Pahawang. Kebetulan anaknya teman Mama sering jadi tour guide ke sana dan dia membenarkan kabar itu.


Kapal nelayan yang mengantar pengunjung di Pahawang Kecil

Oke langsung aja, jadi waktu itu aku liburan bareng ASDP Indonesia Ferry untuk mengeksplore Pulau Pahawang yang ada di Lampung Selatan. Nah di salah satu pulau yang kami kunjungi, ada hal menarik yang berhasil memikat aku dan temanku. Letaknya di paling ujung mata kami memandang, berdirilah sebuah bangunan yang khas. Bertambah penasaran lagi ketika tahu gak ada seorang turis saat itu yang singgah ke sana.

Baca juga: Trip Asik ke Pahawang Bareng ASDP Indonesia Ferry

Vila milik orang Prancis yang ada di Pahwang Kecil

Hati kecilku mengatakan untuk pergi ke sana dan tak lama disambut ajakan Lala, teman ngebolangku dari Bogor. Berangkatlah kami berdua menuju bangunan tersebut, namun sebelum langkah kami terlalu jauh menuju tempat itu, kami diperingatkan untuk tidak mendekati vila tersebut. Oh jadi itu vila, terus kenapa kami gak boleh ke sana? Kaya seram amat peringatan si Bapak yang kami perkirakan nelayan di tempat ini.

Kapal nelayan di Pahawang Kecil yang disulap menjadi tempat jualan

“Vila itu punya orang Perancis, Mba. Jadi gak boleh ada yang ke sana!” Penjelasan si Bapak semakin membuat kami mikir.

“Kalau hanya melihat saja masa gak boleh sih Pak? Kami gak akan masuk ke dalamnya kok.” sambut Lala.

“Tetap gak boleh. Begitu pesan yang punya.” Aku pikir si Bapak ini mungkin salah satu penjaga yang tugaskan oleh si orang Perancis.

“Yaudah  ini kan masih jauh banget sama vila, boleh ya kalau kami melihat sampai batas yang gak boleh kami lewati?” Aku tetap bersikukuh ke sana.

“Ya boleh, tapi inget gak boleh lewat pembatas ya Mba!”

Akhirnya sedikit terpuaskan, meski kami tak mengangguk pada kalimat terakhir si Bapak. Foto-foto sebentar karena jujur makin ke ujung pemandangan semakin membius. Sampai kami menemukan papan pemberitahuan yang memperingatkan untuk tidak memasuki kawasan vila si orang Perancis. Oke, kami masih lanjutkan jalan dan tiba-tiba diteriaki oleh si Bapak yang tadi mewanti-wanti kami.
“Mba! Gak boleh melewati batas tali rapia!” suaranya yang cukup keras padahal waktu itu angin pantai yang berhembus cukup kencang dan jarak kami dengannya cukup jauh.


Plang himbauan agar tidak melewati batas berkunjung
Eh serius kami berdua gak lihat ada pembatas, udah diteriakin kaya orang mau maling aja! Hahaha.
“Itu Mba ada tali rapia.” Akhirnya Lala menemukan batas yang si Bapak maksud.


Pembatasan kawasan milik orang Prancis berupa tali rapia di Pahawang Kecil

Dengan berat hati kami kembali menuju rombongan, selama perjalanan kami masih membicarakan perihal vila yang dimiliki orang asing, merasa sedih aja dan berniat untuk menulisnya di Blog.

“Ini harus kita tulis di Blog Mba, aku kok kaya gak terima dan miris ya?” ya, aku setuju denganmu. Rasanya kaya kehilangan barang berharga. Sedih tapi gak tahu mau komentar sama siapa.

Kelestarian tanaman bakau di sini masih sangat baik dan warga Negara lain yang akhirnya memiliki ini
Masalahnya kok bisa gitu Pulau secantik itu dibeli orang luar, ini kan kekayaan negara Indonesia. Punya seluruh rakyat Indonesia, lalu siapa yang punya hak untuk menjual sebagian pulau itu ke orang asing? Pas diteriaki dan sedikit diomelin tadi berasa banget kecewanya.

Dalam hati aku terus ngedumel, “What? Ini Lampung loh, tempat tinggal gue lebih dari dua puluh tahun. Terus sekarang gue nemuin tempat indah di Provinsi gue sendiri dan gak boleh singgah barang sebentar. Oke, salah gue adalah gak punya kekuasaan dan belum kaya raya sehingga gak punya hak buat melarang orang asing membeli pulau ini.”


Pahawang kecil dengan keunikan berupa pasir timbulnya

Bukan, aku bukan iri karena gak bisa beli tempat indah seperti ini. Aku gak masalah misalnya pulau ini milik pribadi, tapi yang punya orang Indonesia dan gak dijual ke orang luar. Entahlah, sulit rasanya menggambarkan isi hati ketika kita berada di sana, lalu diteriaki seperti orang yang dicurigai mencuri padahal itu kekayaan alam negara sendiri. Sedih.

Aku gak tahu udah berapa banyak tempat indah atau kekayaan milik Indonesia yang akhirnya jatuh ke tangan asing. Makanya aku bersyukur banget karena dengan jalan-jalan aku tahu fakta lapangan tanpa pusing dengan berita-berita hoax. Oke, jadi makin semangat nih jadi Travel Blogger.

Aku punya cita-cita ingin sekali membeli kembali pulau-pulau cantik yang telah terjual ke orang asing. Hey! Indonesiaku yang indah ini lama-lama habis kalau terus-terusan tergadai. Baru di Pulau Pahawang Kecil di usir saja aku sedih, gimana terusir dari negara sendiri kalau kitanya hobi menjual aset negara ke Asing? Hayuklah, kita sama-sama jadi smart people seperti yang sering Om Dedi gaungkan. Smart people yang tak hanya memikirkan ego dan nafsu pribadi untuk negara ini.

Kalau kalian pernah menemukan fakta tersembunyi apa nih sehabis pulang traveling? Dan apakah kalian rela pulau-pulau Indonesia sedikit demi sedikit dijual ke orang asing? Yuk, share pengalaman kalian biar banyak orang tahu dan siapa tahu pesannya bisa tersampaikan ke pemerintah.
Continue reading Pahawang Kecil Sebagian Milik Asing? Kamu Harus Baca

Sunday, September 23, 2018

,

Online Terus Tanpa Putus dengan Sewa Modem WiFi Luar Negeri Di Traveloka


Sumber foto: Hipwee.com

Bahas liburan memang gak ada habisnya ya? Bepergian ke luar negeri bersama dengan teman atau keluarga adalah salah satu agenda liburan yang bisa kita lakukan. Bersama-sama menjelajah tempat-tempat wisata dan juga kehidupan lokal yang berbeda dengan yang biasa kita lihat di negeri sendiri bisa jadi pengalaman dan waktu yang menyenangkan untuk mendekatkan hubungan dengan orang terdekat. Bepergian bersama dengan orang lain tidak harus menggunakan biaya yang terlalu besar.

Bagaimana mungkin? Tips dariku untuk menghemat pengeluaran saat jalan-jalan ke tempat wisata yang diimpikan seperti ke luar negeri misalnya, bisa dengan cara mengatur biaya internetan yang akan sangat berguna untuk komunikasi maupun mencari informasi mengenai tujuan negara yang kita tuju. Mudahkan berbagi koneksi internet dengan rombongan Anda menggunakan fitur layanan sewa modem WiFi luar negeri di Traveloka dengan harga yang lebih murah.

Menjelajah tempat asing jadi lebih nyaman

Biasanya kita akan membeli banyak buku yang berisi panduan ketika kita mau traveling ke negara tertentu. Di dalamnya akan ada banyak rekomendasi tempat makan, tempat menginap, rute perjalanan, alat transportasi yang tersedia dan sebagainya. Sekarang, informasi tersebut bisa didapatkan secara lengkap hanya dalam genggaman ponsel saja. Namun tentunya untuk mengakses informasi tersebut dibutuhkan koneksi internet yang bisa disambungkan setiap saat kita membutuhkannya.

Gak kebayang kalau nanti aku ke luar negeri  harus masuk ke kafe lalu memesan minuman dan makanan dengan harga yang mahal hanya untuk mendapatkan koneksi internet. Sedih ya, jangan sampai deh kita susah banget untuk urusan internet di negara orang. Nah, solusinya kita bisa menyewa modem WiFi untuk menjadi penghubung gadget dengan internet saat perjalanan.

Berikut manfaat dari menyewa modem WIFI :

1.      Membuka peta navigasi jadi lebih fleksibel bahkan peta untuk daerah yang belum diunduh sebelumnya.

2.       Cari rekomendasi tempat makan atau tourist spot lebih cepat. Tinggal browsing pesan hotel, tiket transportasi, bahkan tiket masuk objek wisata pun sudah bisa dipesan secara online.

3.            Mengabadikan momen perjalanan dan bisa langsung diunggah ke media sosial.

4.            Melakukan live streaming atau mengunggah vlog untuk konten kanal yang kita miliki.

5.       Melakukan komunikasi dengan keluarga, teman, atau rekan kerja di tanah air bisa dilakukan dengan lebih mudah dan lancar.

6.        Gunakan kamus online untuk menjadi penerjemah kalian ketika berkomunikasi dengan orang lokal.

Cara pesan modem WiFi luar negeri di Traveloka

Traveloka memberikan kemudahan untuk kita dalam merencanakan perjalanan ke luar negeri. Hal-hal yang paling penting dalam perjalanan bisa disiapkan hanya dengan menggunakan satu aplikasi tanpa ribet. Tentunya dengan menggunaka modem WiFi yang sebelumnya sudah kita sewa untuk memastikan konektivitas komunikasi lancara jaya selama kita jauh dari tanah air. Cara untuk sewa modem WiFi dari Traveloka adalah sebagai berikut:

1.         Pilih negara tujuan kemudian tentukan berapa lama kita akan menyewa modem WiFi.

2.        Akan muncul beberapa macam produk yang bisa kita pilih sesuai dengan kebutuhan dan
        budget.

3.       Masukkan tanggal pengambilan modem dan juga masa periode sewa.

4.      Nantinya kalian akan menerima konfirmasi email yang berisi voucher, tunjukkan voucher
       tersebut saat pengambilan modem WiFi di tempat pengambilan yang sudah ditentukan.

5.     Ambil modem sewaan pesanan kalian, bayar deposit dengan uang tunai atau dengan
      menggunakan kartu kredit dan modem pun sudah bisa kita gunakan.

Traveloka memberikan kemudahan untuk perjalanan kita

Dengan adanya layanan sewa modem WiFi, tentunya perjalanan kita bisa jadi lebih mudah. Nantinya kita bisa terhubung dengan internet menggunakan smartphone, tablet, bahkan juga laptop dalam satu waktu yang bersamaan. Kita juga bisa berbagi koneksi internet dengan teman seperjalanan, sehingga mencari informasi yang berhubungan dengan objek wisata tujuan jadi jauh lebih mudah dan cepat.

Dengan begitu, buat kalian yang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri pun jadi lebih produktif dengan adanya modem WiFi. Kita bisa mengumpulkan materi secara online, mengirimkan dan menerima email, hingga melakukan konferensi online dengan rekan kerja, anggota tim dan juga atasan untuk melaporkan kinerja kita. Sewa modem WiFi dari Traveloka bisa kalian dapatkan layanannya hanya dengan menggunakan satu aplikasi yang sama ketika kalian memesan kamar hotel atau tiket transportasi.


Continue reading Online Terus Tanpa Putus dengan Sewa Modem WiFi Luar Negeri Di Traveloka

Thursday, September 20, 2018

, ,

Tak Harus Ke Luar Negeri, 6 Tempat Wisata Indonesia Ini Mirip dengan yang Ada di Luar Negeri



Weekend atau bahkan liburan panjang merupakan momen yang paling ditunggu oleh masyarakat, sebenarnya bukan tanpa alasan, melainkan mereka memiliki lebih banyak waktu senggang atau free untuk digunakan jalan-jalan bersama dengan teman atau mungkin keluarga. Karena dengan terlalu lama menghabiskan waktu di tepat kerja atau juga di sekolah sering kali membuat pikiran jadi penat, sehingga paling tepat menghabiskannya untuk liburan. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri jika ada banyak tempat wisata Indonesia yang menarik untuk dikunjungi.

Selain karena pertimbangan biaya atau budget yang cukup mahal, sebenarnya hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah waktu, dimana untuk mencapai wisata luar negeri tentunya butuh waktu lebih lama, jika waktu liburan Anda tak begitu lama, sudah pasti nantinya hal ini hanya akan membuat waktu Anda dalam menghabiskan liburan juga sangat terbatas bukan?Padahal seharusnya waktu senggang dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Tak jarang juga sebenarnya banyak diantara tempat wisata Indonesia yang mirip dengan di luar negeri, seperti beberapa obyek wisata berikut ini, yaitu:


  1. Patung Buddha Tidur, tentunya banyak yang sudah pernah mendengar nama yang satu ini bukan, yaitu sebuah patung Buddha dalam posisi tidur yang berada di kawasan Mojokerjo, Jawa Timur. Sangat mirip dengan patung buddha yang berada di Thailand, namun bedanya yang ada di Wat Pho tersebut dilapisi dengan emas 18 karat, juga ukurannya yang jauh lebih besar.

    Sumber foto: dolenku.blogspot.com

  2. Pasar Apung, di beberapa bagian wilayah Indonesia terdapat sungai besar yang dijadikan sebagai obyek atau kawasan perdagangan, seperti diantaranya yang berada di Banjarmasin, yaitu Sungai Barito yang terbilang besar dan luas banyak dipakai oleh masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli, tentunya di atas kapal-kapal kecil mereka. Unik dan tak hanya ada di Indonesia, kegiatan transaksi semacam ii juga ada di kawasan Thailand hingga Vietnam, sehingga tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk melihatnya.

    Sumber foto: ksmtour.com

  3. Simpang Lima Gumul, monumen yang satu ini berada di Kabupaten Kediri, merupakan sebuah Monumen yang diresmikan pada tahun 2008 dan mirip seperti Arc De Triomphe yang ada di Paris, yaitu monumen yang digunakan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan, juga digunakan untuk menggambarkan revolusi yang terjadi pada masa kekaisaran.

    Sumber foto: tabloidwisata.com

  4. Candi Prambanan, Prambanan adalah salah satu kawasan Candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah dengan nilai cerita menarik, Candi ini sudah masuk dalam warisan dunia yang sudah ditetapkan oleh UNESCO. Kawasan Candi ini sangat mirip dengan Angkor Wat yang ada di Kamboja.

    Sumber foto: hipwee.com

  5. Patung Yesus Kristus, di Rio De Jenerio Brazil memang ada sebuah patung Yesus Kristus yang memiliki landmark sangat indah dan juga besar, namun Indonesia juga berhasil membangun yang serupa pada tahun 2015 lalu. Untuk bisa ke sini sepertinya Anda harus melewati sekitar 7777 anak tangga.

    Sumber foto: indonesiakaya.com

  6. Kampung warna-warni, tak perlu datang ke Brazil maupun La Trinidad, Filipina Utara untuk menyaksikan keindahan kampung yang dipoles dengan warna-warni cat, melainkan cukup dengan datang ke beberapa kawasan di Indonesia seperti diantaranya adalah Jodipan; Malang, Kenjeran; Surabaya hingga di Yogyakarta.

    Sumber foto: beriwartacom

Banyak bukan tempat wisata Indonesia yang unik dan mirip dengan luar negeri, namun sayangnya sebagian besar masih menganggap liburan ke luar negeri memberikan pride tersendiri untuk mereka. Persiapan akomodasi terbaiknya dari Lalalaway dengan membaca referensi dari travel blog.


Continue reading Tak Harus Ke Luar Negeri, 6 Tempat Wisata Indonesia Ini Mirip dengan yang Ada di Luar Negeri

Sunday, September 2, 2018

, , ,

Sanitasi Aman Penentu Kesehatan: TPA Bakung Bandar Lampung Butuh Bantuan



Tulisan ini aku buat karena temanya unik dan jarang banget orang mengangkatnya menjadi pembicaraan yang hangat, padahal bahasannya sangat penting buat kesehatan dan tentunya kelangsungan hidup manusia. Memang tentang apa sih sampai sebegitu pentingnya? Tentang Sanitasi aman yang merupakan tanggung jawab kita semua. Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. (Sumber: Wikipedia)

Pembukaan dan perkenalan peserta workshop sanitasi bareng AJI Bandar Lampung

Selfie bareng beberapa peserta Workshop Sanitasi aman (Sumber gambar: Latifah)
Beberapa hari yang lalu aku diberi kesempatan buat ngobrol yang agak serius bersama AJI Bandar Lampung, Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tentang sanitasi aman. Pesertanya dari kalangan jurnalis baik itu jurnalis media (wartawan) ataupun jurnalis warga (Blogger). Dimulai dari pertanyaan Pak Agus Setyo selaku Kepala Kesling Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang mengawali obrolan kami, “Kenapa sih kita jarang mengangkat tulisan tentang sanitasi? Padahal sanitasi itu ibaratnya makanan sehari-hari. Apa mungkin tema ini kurang seksi? Atau tema-tema yang menjual kesedihanlah yang laku dipasaran?” Terus aku merenung, benar juga kalau dikatakan sedikit yang membahas tentang sanitasi. Di dunia Blogger sepertiku pun kuperhatikan sedikit sekali yang menulis tentang sanitasi, apalagi sampai terjun langsung ke lapangan melihat kondisi lingkungan yang tercemar misalanya.

Pak Agus Setyo selaku Kepala Kesling Dinkes Lampung
Oke, pertanyaan tersebut merupakan awalan yang menarik untuk diperbincangkan. Indonesia bisa dikatakan darurat untuk urusan kebersihan air dan juga sistem sanitasi yang akhirnya merambat ke berbagai hal. Setelah mengikuti workshop dan field trip kemarin, aku kembali disadarkan bahwa banyak hal yang akan terganggu jika sistem sanitasi di lingkungan kita tak aman. Contoh-contoh sederhananya adalah toilet-toilet di sekolahan, tak terkecuali sekolahku dulu yang masih terbilang sangat minim kebersihan. Sepertinya yang penting punya WC saja sudah dirasa sangat beruntung, padahal sumber kesehatan dan produktifitas belajar siswa dipengaruhi oleh sanitasi yang baik.

Dampak dari sanitasi yang buruk di lingkungan sekolah pun aku rasakan. Mulai dari males buang air kecil dan buang air besar di sekolah, diare, sampai pada risih atau merasa risau saat menstruasi dan harus ganti di sekolah. Kalau misal ditahan untuk tidak ke kamar mandi dan menuntaskannya di rumah pun rasanya gak karuan, konsentrasi belajar pun buyar. Sanitasi buruk pun tak jarang menyebabkan Stunting yakni masalah kekurang gizi kronis yang terjadi dalam waktu yang lama dan penderita biasanya tinggi badannya lebih rendah dari standar usianya, Stunting terjadi sejak janin masih dalam kandungan dan baru terdeteksi saat anak berusia dua tahun. Lagi dan lagi sanitasi menjadi dasar terwujudnya SDM yang berkualitas untuk kemajuan bangsa.

Fakta sanitasi yang jarang sekali kita bahas. (Sumber data: Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, 20017 & Bappenas, 2010)
Masalah sanitasi pun akhirnya meluas ke ranah isu gender, opini ini ditambahkan langsung oleh Mba Eni Muslihah selaku panitia pelaksana. Beliau katakana bahwa sanitasi yang buruk dapat mempersulit kaum wanita khususnya para ibu yang sedang hamil atau baru melahirkan. Contoh ceritanya adalah, ada seorang Ibu yang sedang hamil dan ketika dia ke kamar mandi tiba-tiba lantai kamar mandinya amblas. Ternyata di bawah kamar mandinya tersebut adalah sekaligus lubang septic tank dan ubin/pondasinya tak kuat menampung beban pijakan. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada si Ibu, otomatis belumuran kotoran dan yang yang lebih mirisnya lagi si Ibu akhirnya melahirkan lebih cepat sebelum waktunya. Nah ini fakta-fakta di lapangan yang nyata tentang sanitasi namun tak banyak yang mengangkatnya menjadi sebuah artikel penting.


Bu Eni Muslihah selaku panitia pelaksana
Di sambung oleh Pembicara lain yakni Pak Bambang Pujiatmoko dari SNV yang membahas tentang hubungan sanitasi dan pencapaian SDGs. Oleh sebab itu sanitasi aman merupakan serangkaian tujuan besar yang sedang Indonesia usahakan demi terwujudnya SDGs (Sustainable Development Goals) yang merupakan bentuk pembangunan bersama berbagai elemen kesejahteraan masyarakat sampai tahun 2030 yang disepakati oleh PBB. Artinya cakupannya besar yakni cita-cita pembangunan seluruh negara.

Tujuan SDGs tentang sanitasi air yang merupakan tujuan bersama anggota PBB


Bahkan sanitasi yang buruk sangat berdampak pada dunia pendidikan, kata Pak Bambang.
Dari tadi bahas sanitasi aman tapi belum dijelaskan bagaimana sih sanitasi aman itu? Selow, aku kasih waktu lima detik dari sekarang buat ambil napas dan relaks. Gimana? Masih belum pegal kan baca tulisanku tentang sanitasi kali ini? Hehehe. Jadi gini, sanitasi yang aman itu terbagi menjadi lima komponen utama yaitu:

1.    Jamban

Bisa dipastikan ya di rumah teman-teman ada jamban, hayo ngacung yang di rumahnya belum ada jamban atau masih menumpang di tempat lain? Aku doakan semoga bisa segera punya tempat pembuangan sendiri. Nah selanjutnya pastikan bahwa jamban kalian dilengkapi pijakan dan leher angsa dan  ditempatkan di tempat yang tertutup yang bersih dan nyaman.

2.    Septic Tank/ tempat penampungan tinja

Nah ini pun gak kalah penting, Tanki septik hurus, kudu dan wajib kedap seluruhnya baik itu bagian dasarnya, bagian dindin, maupun samping. Tak lupa juga harus berstandar SNI. Kemudian antara septic tank dan sumber air harus harus berjarak sepuluh meter, menghindari tercemarnya air bersih dari cairan tinja. Pastikan juga septik tank mempunyai struktuk pembangunan yang benar.


Septik tank yang baik seharusnya terdapat skam di bagian atasnya.
3.    Penyedotan

Pastikan kalian rajin menyedot septik tank dalam tiga tahun sekali supaya tidak membuatnya terlalu penuh dan akhirnya malah kotoran tersebut naik ke permukaan lalu menimbulkan penyakit. Oh ya, yang disedot itu bagian endapan atau lumpur tinjanya.

4.    Pengolahan lumpur tinja

Jadi nanti itu saat septik tank disedot, yang bakal diamabil adalah lumpur tinjanya. Nantinya lumpur tinja tersebut diangkut secara aman ke IPLT (Instalasi Pengolaha Lumpur Tinja) dan diolah secara aman sebelum akhirnya digunakan kembali.

Aneka limbah diangkut ke TPA/IPLT Bakung, Bandar Lampung
5.    Pembuangan dan pemanfaat kembali

Buangan air olahan lumpur tinja tersebut nantinya dites apakah sudah memenuhi standar baku mutu lingkungann, baru kemudian lumpur tinja tersebut dimanfaatkan kembali sesuai keperluan, contohnya untuk dibuat pupuk.

Pembuangan lumpur tinja yang nantinya akan menjadi pupuk alami

Jadi apakah sanatasi di rumah kita sudah aman? Aku bersyukur banget bisa ikut workshop ini, karena ternyata banyak ilmu-ilmu tentang sanitasi yang belum kuketahui. Seperti jarak septic tank yang wajib 10 meter dari sumber air, terus lapisan septic tank yang ada bagian sekamnya, sampai pada apalikasi keren yang dibuat oleh Kemenkes dan Senetarian tentang desa atau wilayah mana saja yang sudah ODF (Open Defecation Free) dan wilayah mana saja yang masih OD atau masih buang air besar sembarangan. Nama aplikasi keren tersebut yakni STBM SMART, kalian bisa mendownloadnya di Google Play.




















Tak hanya urusan sanitasi berupa limbah pembuangan, kami pun dibekali ilmu tentang air galon isi ulang yang baik. Iya, kalian tahu kan depot isi ulang air mineral yang sering kita kunjungi untuk isi ulang air. Ternyata masih teramat banyak loh depot isi ulang air galon yang gak memenuhi standar Kemenkes atau pun BPOM. Otomatis bisa sangat membahayakan kesehatan masyarakat.

Proses pencucian dan pengisian ulang di di depot air mineral isi ulang.
Ada tiga hal yang kutangkap yang selama ini mungkin keliru di masyarakat tentang depot air isi ulang yakni:

1.      Sinar UV yang  terdapat di depot air dipastikan harus selalu menyala serta warnanya biru dan tidak diganti dengan neon untuk mengelabui konsumen.

2.      Patikan saat pembersihan atau pembilasan galon, lobang tutup galon menghadap ke bawah dan bukan yang menyamping.

3.      Seharusnya galon yang sudah diisi ulang airnya tidak dijejer-jejer seperti yang sering kita lihat di warung di sekitar rumah kita. Ya, air isi ulang baiknya langsung dipakai dan bukan disimpan lama-lama karena dapat menyebabkan terkontaminasinya air dengan bakteri.

Demikian ilmu tentang depot air minum yang sempat terekam oleh memori otakku, jika kalian ada yang mau didiskusikan lebih lanjut mengenai sanitasi atau tentang depot air mineral yang sehat itu seperti apa, biar lebih jelasnya kalian bisa hubungi nomor-nomor di bawah ini.

Nomor yang bisa dihubungi untuk diskusi tentang sanitasi atau soal depot air galon yang baik
Selesai pembekalan tentang sanitasi di hari pertama, hari selanjutnya kami langsung turun ke lapangan atau melaksanakan field trip. Nah di sini mataku semakin terbuka tentang kebersihan. Jujur, sebagai seorang Blogger baru kali ini aku diajak kunjungan ke tempat yang menurutku lumayan horror dari segi kebersihan. Biasanya, sih kalau diajak trip itu ke tempat-tempat wisata, yang pastinya semua serba enak dan bersih.

Bersyukur banget sih karena kemarin akhirnya turun ke lapangan dan membuatku malah semakin melow tentang makna syukur. Gimana engga, penglihatanku disuguhkan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung yang sekaligus berfungsi sebagai IPLT-nya Bandar Lampung. Iya, tempat pembuangan aneka sampah dan lumpur tinjanya manusia di Bandar Lampung.

TPA dan IPLT Bakung Bandar Lampung

Kami tiba di TPA/IPLT Bakung
Dari 25 peserta terpilih di workshop sanitasi tersebut kami dibagi beberapa kelompok untuk melakukan field trip. Aku sekelompok dengan Mba Sulis (Wartawan Tribun), Mba Maya (Wartawan Lampung Pro) dan Mba Ning (Blogger). Kami berempat berangkat ke TPA Bakung Bandar Lampung. Selama perjalanan aku merasa santai saja, sampai pada kira-kira jarak dua kilometer dari TPA Bakung hidungku mulai terusik dengan bau sampah yang menyengat. Ampun dah, jarak masih jauh saja udah semenyiksa ini baunya. Bagaimana dengan masyarakat yang hidup dekat dengan TPA tersebut? Apa gak sangat beruntung hidupku karena rumah terbebas dari aneka bau yang tak sedap? Kadang di situlah aku tersadar untuk kembali bersyukur.

Bau sampah dan Limbah tinja tetap tercium meski kami sudah menggunakan masker

Belum ada sejam kami di sini sudah mulai merasa mual dan pusing menghirup aroma busuk
Sebenarnya kalau lokasi ini bukanlah TPA atau tempat pembuangan akhir, aku rasa lingkungannya masih cukup asri. Karena selama perjalanan yang kutemukan hamparan hijau sisa hutan di kota Bandar Lmpung. Misal jadi tempat wisata, aku rasa banyak orang yang akan main ke sini, karena masuk daerah perbukitan dan kalau bukan tempat sampah pasti udaranya masih sejuk.

TPA Bakung masih di daerah perbukitan yang cukup hijau, namun sayang hanya aroma busuk yang melekat di ingatan
Makin mendekati gapura yang bertuliskan TPA Bakung, makin hilang imajinasiku untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata. Boro-boro menghirup udara segar, aku gak muntah pun udah syukur berada di tempat ini.  Meski begitu aku sangat antusias untuk membuat tulisan tentang sanitasi di kota tempatku tinggal ini. Maka dari itu sangat dibutuhkan data dan foto langsung di lapangan. Hitung-hitung merasakan kerja lapangan ala wartawan lah ya, iya dong jadi Blogger itu kan harus excited tentang apapun selama hasil tulisannya bermanfaat buat pembaca.

Turun langsung ke lapangan saat hendak membuat tulisan tentang sanitasi
Sesampainya di TPA Bakung kami langsung ngobrol santai dengan salah satu petugas kebersihan di tempat pembuangan akhir tersebut. Beliau mengatakan kalau mobil tinja yang masuk dalam sehari ada sekitar 30 mobil, sedangkan untuk yang mengangkut sampah ada sekitar 100 truk sehari. Itu baru mobil tinja, belum truk-truk sampah yang kalau kuhitung-hitung tiap dua sampai tiga menit sekali masuk ke wilayah TPA Bakung. Kebayang ya sebanyak apa sampah yang diproduksi manusia khusus daerah Bandar Lampung saja.

Pak Setiyawan sebagai  petugas penting dan penanggung jawab TPA Bakung 
Tak puas mengobrol dengan satu petugas yang ada di sana, kami pun langsung mendatangi seorang atasan yang selalu siaga berada di kolam penampugan tinja. Tempatnya agak menanjak, jalannya becek karena tumpahan dari limbah tinja, serta pemandangan warna-warni gunung sampahnya Bandar Lampung. Aku hampir menyerah, luar biasa bikin bulu kuduk berdiri bukan karena melihat hantu tapi karena lingkungan yang sangat kotor.

Obrolan dengan Pak Setiyawan terus berlanjut karena kami masih sangat penasaran dengan proses pengolahan limbah tinja
Dari hasil wawancara kami mengetahui bahwa gak sampai seperempat luas wilayah TPA Bakung ini yang dijadikan sebagai tempat penampungan tinja. Karena bisa kita lihat dari foto bahwa sampah selain tinja manusia saja sudah sangat menggunung dan kekurangan tempat penampungan. Jadi yang dipakai untuk IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) hanya 2010 meter persegi. Dan yang bikin mikirnya lagi ternyata cuma ada satu IPLT yang aktif di wilayah Bandar Lampung, yakni di TPA Bakung ini. Selebihnya hanya kolam-kolam penampungan tinja kecil sementara yang sering disebut Ipal Komunal. Kira-kira ada 24 Ipal Komunal yang tersebar di perumahan yang ada di Bandar Lampung.

Sampah di TPA Bakung sudah menggunung dan pengelola meminta bantuan pemerintah untuk penambahan area penampungan sampah dan lain-lain
Untuk proses pengolahan tinja di IPLT TPA Bakung ini mengalami lima tahapan yaitu mobil tinja masuk ke dumping area, selanjutnya tinja tadi dialirkan ke kolam SSC (Solid Separation Chamber) atau kolam pemisahan lumpur tinja dan airnya. Setelah dari kolam SSC, dialirkan lagi kolam fakultatif yakni kolam yang berfungsi mengurangi kadar bahan organik yang ada di dalam limbah. Lalu terakhir masuk ke kolam maturasi yang salah satu fungsinya adalah sebagai penghilang mikroba patogen dari limbah. Semua proses pengolahan tinja tersebut sebenarnya hanya dibutuhkan satu hari sampai pada tahap akhir yakni lumpur tinja yang seperti tanah dan bisa dijadikan pupuk.

Lumpur tinja yang sedang disaring
Gak kebayang ya bagaimana kolam penampngan tinja di TPA Bakung ini yang pastinya sudah over kapasitas kalau pas hujan. Ya TPA Bakung pun sudah sering mendapat keluhan dari warga mengenai air limbah sampah maupun tinja yang akhirnya turun ke rumah-rumah penduduk atau tercampur dengan sumber air bersih warga. Baunya yang busuk dan sangat mengancam kesehatan warga adalah PR bagi setiap kalangan. Aku semakin sadar bahwa kebersihan itu bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga tugas setiap warga negara.

Diharapkan kedepannya pemerintah daerah khususnya, lebih menseriuskan tentang masalah sanitasi yang ada di TPA Bakung ini. Misal penambahan area penampungan sampah sampai ditambahnya kapasitas penampungan lumpur tinja dan sebagainya.


Di wilayah TPA Bakung ini ada sekitar dua ratus pemulung yang tinggal dan sekaligus mencari nafkah dari tumpukan sampah yang menggunung. Lagi dan lagi ada yang membuat kami miris adalah saat anak-anak pemulung yang asik bermain di kolam air tinja. Bukankah itu sangat berbahaya bagi kesehatan mereka? Dari pihak pengelolah TPA Bakung sendiri sebenarnya sudah diberi peringatan agar tidak bermain-main di area kolam tinja, tapi tetap saja karena mungkin sudah menjadi hal yang biasa, jadilah anak-anak tersebut menjadikan kolam penampungan tinja tersebut sebagai lapangan bermain.

Anak-anak bermain di kolam penampungan dan penyaringan limbah tinja di IPLT Bakung (Sumber foto: Mba Sulis)
Aku benar-benar menyerah setelah kurang lebih tiga puluh menit berada di tempat kolam penampungan tinja, dan akhirnya aku memutuskan untuk turun dan menjauh dari aroma-aroma bau busuk tersebut. Salut dengan para petugas kebersihan dan warga di sekitar TPA Bakung ini, mereka masih bisa makan dengan aroma udara sekitar yang sangat berbau busuk. Bahkan Mba Sulis pun tak mau ketinggalan mengambil foto saat keluarga pemulung di lingkungan TPA Bakung makan bersama. Subhanallah, mungkin hidung mereka sudah lupa bagaimana aroma ayam goreng, sambal terasi, pete, sate dan sebagainya karena yang tercium oleh indra penciumanku hanya bau sampah yang menyengat.

Warga/para pemulung makan bersama dengan kondisi sekitar yang sangat kumuh (Sumber foto: Mba Sulis)
Aku yakin banget, sistem sanitasi dari rumah-rumah kumuh para pemulung ini sangat buruk. Ya Robb, lalu bagaimana dengan kondisi kesehatan mereka dan warga di sekitar TPA Bakung ini. Serius deh, aku banyak banget bersyukur dan belajar tentang kebersihan dan tentunya tentang kehidupan. Makasih banyak loh buat AJI Bandar Lampung yang udah ajak aku melihat realita kebidupan tempat-tempat kumuh meski masih di wilayah Bandar Lampung.

Aku gak tahu mau cerita apalagi, yang pasti dengan mengikuti serangkaian workshop sanitasi  ini aku semakin mencintai kebersiham, kesehatan dan rasa syukur. Ya, semua indraku dalam workshop ini gak cuma dimanjakan dengan makanan enak atau fasilitas baik yang biasanya kami kunjungi dan dapati dari acara Blogger, tapi juga diwajibkan untuk melihat kenyataan bahwa kehidupan itu gak selamanya ada di tempat enak, tapi juga ada orang-orang yang sangat berjasa di bidang kebersihan sehingga mumbuat hidup kita nyaman dan tentunya enak dengan kebersihan kota Bandar Lampung yang tercinta ini.

Makan enak saat pembekalan sebelum akhirnya hilang selera makan setelah pulang dari field trip, hehe.

Selfie sebelum pulang dari TPA Bakung
Kalau kalian pernah gak berkunjung ke TPA atau IPLT di kota masing-masing? Atau ada yang mau share pengalaman tentang sanitasi? Boleh banget kalian tinggalkan cerita di kolom komentar di postingan ini, siapa tahu bermanfaat buat yang lain. Salam Sanitasi, Salam Hidup Sehat!

Oh iya, tonton juga ya vlog sederhanaku selama workshop sanitasi kemarin berlangsung:




Continue reading Sanitasi Aman Penentu Kesehatan: TPA Bakung Bandar Lampung Butuh Bantuan