Wednesday, July 19, 2017

, ,

Banana Chips "Mr. Toerino"



Bagi sebagian orang, menulis tanpa ditemani cemilan rasanya seperti ada yang kurang. Anggapan itu masuk ke dalam kriteria pernak pernik saya ketika hendak menulis. Jadi kalau tiba-tiba stuck saat menulis, dengan tersedianya cemilan maka pikiran kita bisa sedikit relaks. Tapi tetap harus seimbang ya antara menulis dan ngemilnya. Jangan seperti saya yang punya prinsip, "Kalo udah sebutir cemilan, maka ada butiran-butiran selanjutnya yang harus dikunyah. Khawatir teman-teman cemilan lainnya merasa terzolimi karena cuma beberapa butir saja yang dipilih."

Sure! itu alasan klasik untuk menutupi kenyataan bahwa saya doyan ngemil, hehe. Lagi-lagi kalau bahas tentang cemilan, pastinya makanan ringan seperti biskuit, keripik, cokelat-cokelat unyu, permen dan sejenisnya. Yaiyalah, kalau yang berat-berat mah namanya makan bahan bangunan kaya batu, kayu, pasir, semen dan teman-temannya. Halah! apa sih gak penting.

Oke, serius nih. Jadi saya intinya mau kasih tahu kalian tentang snack enak yang bisa dipilih untuk menemani aktivitas kita. Enggak harus nulis sambil ngemil deh, buat kalian yang kerjanya di bidang yang agak serius seperti programer misalnya, bisa nih cobain Banana Chips Mr. Toerino. 

Mr. Toerino bersama Bapak Heppy Trenggono (CEO Balimuda Group) dan Bapak Gustanto Abdurrahman (Pengasuh Pesantren Daarul Quran Abdurrahman Al Anwari)

Siapa tahu abis ngemil keripik Mr. Toerino ini kalian dapat menemukan sekaligus membetulkan koding-koding yang miss komunikasi, eh berasa bahasa mantan ya? maksudnya koding yang error. Tapi, ternyata yang kalian buat adalah program pencetak "Keripik Pisang" secara online pula. Haduh, jangan yah. Kasihan para owner pencetak kripik pisang manual kalo kaya gitu. Semoga yang punya imajinasi ngawur seperti itu cuma saya seorang, haha.

Buat kalian yang cinta dunia tulis menulis, pekerja kantoran, guru, ibu rumah tangga, PNS, BUMN, penyanyi, pegulat, pelawak atau presiden sekalipun bisa dicoba nih cemilan Mr. Toerino ini. Cemilan yang sebenarnya menjadi ciri khas dari Provinsi Lampung yakni berbahan dasar pisang yang kemudian dikemas menjadi keripik dengan bumbu aneka rasa seperti original, cokelat dan pedas sekarang bisa kita dapatkan di kota selain provinsi Lampung. 



Dimana saja sih bisa kita jumpai keripik pisang renyah ini? yuk simak info pemesanan di bawah ini :

Netto : 80gr
Harga : Rp. 10.000

Netto : 200gr
Harga : Rp. 20.000

Pemesanan area Jakarta :
Uchi (081298879261)

Pemesanan area Surabaya :
Adyn (085729878220)

Untuk pemesanan wilayah Lampung bisa hubungi saya di IG : @septia_khoirunisa yang nantinya akan saya sambungkan ke Mas Ownernya. 

Atau kalau mau langsung bisa hubungi:
Wa : 081271218503
BB : D90553B9
FB : Mr. Toerino Banana Chips
IG : @mr.toerino

Untuk yang berada di Yogyakarta atau buat yang kuliah di ISI Yogyakarta, Mr. Toerino bisa kita jumpai di  Toko Mugiharjo.



Oh ya, pastinya selain renyah dan lezat cemilan ini aman untuk dikonsumsi. Jadi gak perlu khawatir bila snack ini dikonsumsi oleh anak-anak. Kok bisa yakin banget bahwa snack ini aman? karena meskipun snack Mr. Toerino ini merupakan pendatang baru, namun Ownernya yang kebetulan saya kenal (sok kenal tepatnya haha) ini memprioritaskan kesehatan dan kehalalan dari produknya. 

Bahasa mudahnya Mas Owner Mr. Toerino ini niat banget lho nyiptain brand Mr. Toerino Banana Chips. Lihat saja dari kemasan Mr. Toerino yang unik dengan desain yang cukup menguras pikiran (Beuh, bahasanya), selain itu di kemasannya pun sudah tertera label halal dan izin dari Dinas kesehatan. Pokoknya gak kalah berkualitas deh sama snack-snack yang sudah lebih dulu hadir di tengah-tengah masyarakat.



Nah, kalau kemasannya aja menarik pasti harganya mahal ya? tenang, untuk menyantap cemilan yang enak gak butuh harga yang mahal. Seperti yang sudah saya infokan sebelumnya, dengan selembar uang sepuluh ribu rupiah atau dua puluh ribu pun kita sudah dapat menikmati kelezatan dan kriuknya banana chips ala Mr. Toerino yang merupakan oleh-oleh khas Provinsi Lampung. Yuk diborong sebelum harganya naik! haha.

Ehm, mungkin cukup sekian dulu review snack Mr. Toerino dari saya. Untuk info lebih lanjut bisa follow IG @mr.toerino dan jangan lupa mampir dan follow IG saya @septia_khoirunnisa #eh

Jadi, jangan sampai gak nyobain ya teman. Pesan sekarang juga! #Udah mirip belum kaya iklan-iklan di media? haha...

Salam renyah dari Banana Chips "Mr. Toerino" ☺





Continue reading Banana Chips "Mr. Toerino"

Sunday, July 16, 2017

,

Cara Menghilangkan Rasa Pahit pada Rebung


Akhir-akhir ini saya lebih sering menghabiskan waktu belajar banyak hal dari Ayah saya. Beliau mengurus kebun dari mulai membabat rumput, menanam tanaman buah dan sayur, memanen apa yang bisa dipanen dan hal-hal seru lainnya. Kadang suka heran, Ayah bisa paham banyak hal termasuk soal tanam menanam. Padahal beliau orang teknik.

Pada dasarnya, saya tipe orang yang lebih senang menyatu dengan alam ketimbang banyak menghabiskan waktu di mall atau sejenisnya. Jadi, saat Ayah rajin berkebun, saya selalu mengikutinya. Alhamdulillahnya hasil kebun kami cukup produktif. Dari mulai pisang, jantung pisang, daun singkong, cabai, singkong, sereh, jengkol, dan rebung tak luput dari jangkauan kami.

Sumber Gambar: necturajuice.com


Sebenarnya banyak pelajaran yang Ayah berikan dari hasil eksperimennya sendiri. Kenapa saya bilang eksperimen sendiri? karena memang Ayah menemukan cara mengatasi tentang ini dan itu tanpa mencari di Mbah Google.

Nah di postingan kali ini saya akan share tentang tips mengolah rebung. Tips kali ini lagi-lagi saya dapat dari Ayah saya. Rebung yang suka kita konsumsi biasanya dibagi menjadi dua, ada rebung yang ada sedikit sari manis dan ada pula rebung yang rasanya pahit. Rebung pahit biasanya didapat dari jenis bambu tali.

Sumber Gambar: jitunews.com

Kalau untuk rebung yang rasanya agak sedikit manis atau tawar, kita tak perlu susah payah dalam proses pengolahannya menjadi lauk pauk. Lalu bagaimana dengan rebung yang rasanya pahit? tenang, karena kita dapat mengatasinya dengan cara merendam rebung pahit tersebut ke dalam air yang telah dilarutkan oleh garam. Untuk waktu perendamannya bisa berkisar 2 jam, atau bisa kita sesuaikan sendiri. Mungkin cara yang kami lakukan sudah banyak dijelaskan di Google.

Setelah rebung tersebut hilang rasa pahitnya, saatnya kita mengkreasikan rebung menjadi kudapan yang lezat. Bagaimana? mudah bukan?

Rebung termasuk tanaman yang banyak digemari untuk dijadikan santapan. Bila bosan mengolahnya menjadi tumisan sebagai teman makan nasi, kita bisa mengkreasikan rebung menjadi lumpia atau keripik rebung. Untuk resepnya, bisa kita cari di Mbah Google.

(Tumis Rebung) Sumber Gambar: rewinnita.com
(Lumpia Rebung) Sumber Gambar: justtryandtaste.com

Untuk manfaat dari rebung itu sendiri sangatlah banyak, di antaranya :

1. Rebung banyak mengandung fikosterol yang dapat berguna untuk menurunkan kadar kolesterol jahat tanpa mengurangi kolesterol baik.

2. Terdapat serat di dalam rebung yang berkhasiat untuk menjaga usus dari resiko kanker usus. Selain itu, antioksidan yang ada dalam rebung sangat baik untuk melawan radikal bebas penyebab aneka
kanker.

3. Sebagai makanan yang bagus untuk diet.

4. Menjaga kesehatan jantung.

5. Membantu mengatasi gangguan pernapasan.

6. Mencegah diabetes

7. Menurunkan tekanan darah dan masih banyak lagi manfaat rebung lainnya.

Setelah tahu cara menghilangkan rasa pahit pada rebung dan paham manfaatnya, kalian lebih suka mengolah rebung menjadi apa?



Continue reading Cara Menghilangkan Rasa Pahit pada Rebung

Wednesday, July 12, 2017

Kuliner Nikmat Laksa Tangerang



Terlahir di kota Tangerang menjadikan saya cukup lekat dengan kota ini. Meski saat ini saya tidak berdomisili di kota Tangerang, namun kerap kali saya berkunjung ke rumah sanak saudara dan menyempatkan untuk menikmati kuliner khas Tangerang yakni laksa. 

Apa sih yang unik dari laksa Tangerang? berhubung saya hanya sebagai penikmat, jadi yang saya rasakan saat memakan laksa Tangerang adalah adanya percampuran yang pas dari setiap bumbu. Kuah kuningnya saja sudah sangat menggoda, ditambah aroma dari laksa tersebut yang membuat saya menjadi ketagihan.

Rasa khas dari laksa Tangerang ini mungkin didapat dari kentalnya kuah yang diracik dengan parutan kelapa yang telah disangrai dan penambahan kacang hijau ke dalamnya. Mie putih yang menjadi bahan pokok pembuatan laksa Tangerang biasanya terbuat dari beras prak atau tepung beras.

Sumber foto: fawaidhamdi.blogspot.co.id

Bagi saya satu mangkok laksa Tangerang dirasa cukup mengganjal perut saya di kala lapar. Tentu saja saya merasa kenyang, karena selain dari porsinya yang lumayan banyak, laksa Tangerang dilengkapi dengan irisan daging, kentang dan telur rebus.

Harga yang ditawarkan dari kuliner khas ini pun sangat ramah di kantong, waktu itu saya beli dengan harga Rp. 8000 saja. Kalau seumpama naik pun pastinya tak akan jauh-jauh dari kisaran segitu. Murah meriah bukan?

Di mana sih tempatnya? Saya biasa beli di daerah yang ke arah Tangerang City Mall. Tepatnya di jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Babakan. Jangan kaget, bila malam hari atau malam minggu tempat ini sangat ramai. 

Sumber Foto: Gerry Izzu


Bila kalian singgah di kota Tangerang, jangan sampai lupa untuk menikmati kuliner khas kota Tangerang. Sekali nyobain laksa Tangerang, dijamin kalian akan ditagih kembali berkunjung ke kota ini untuk sekedar menyantap laksa Tangerang.
Continue reading Kuliner Nikmat Laksa Tangerang

Friday, July 7, 2017

Perjalanan Seru Berau-Pulau Derawan



Siapa yang nungguin cerita lanjutan perjalanan ke Pulau Derawan? Hayo tunjuk tangan. Haha! Pede banget yak. Biarlah, ada atau gak ada yang nungguin saya akan tetap melanjutkan cerita yang berawal dari sebuah impian. Yah meski updatenya agak lambat. Yups, dulu pernah saya berhayal bisa liburan ke sebuah tempat yang bisa dibilang ‘Wow’ banget versi saya, gak tahu kalo yang lain soalnya. Jadi ceritanya dulu pernah lihat ada postingan foto liburan seseorang ke Danau Labuhan Cermin, gak lama saya search di google tentang Danau itu dan seketika saya semakin jatuh cinta dengan alamnya beserta jernihnya air danau tersebut yang seperti cermin. Gak percaya? Nih salah satu potret dari Danau Labuhan Cermin.



Akhirnya foto Danau Labuhan Cermin dari Mbah google saya save. Pernah dengar ceramahnya Ust. Yusuf Mansur, kata Beliau kalau kita punya keinginan atau hajat apa aja cara gampangnya salawatin dah apa yang kita mau. Kalian tahu? Saya pun langsung mempraktikannya dengan menyelawati foto Danau Labuan Cermin yang ada di HP saya. Kalau ada yang bilang cara ini masuk ke urusan bid’ah dan lain-lain. Saya pikir bukan, soalnya itu salah satu niat dan kepercayaan kita terhadap apa yang kita impikan. Mintanya kan tetap sama Allah. Daripada ucapan-ucapan yang kurang bermanfaat, mending selawatan aja kan? Hehe. Okey lanjut yak ceritanya!

Saya juga selalu merapal doa setiap selesai salat atau waktu senggang melamun, tapi gak galau lho ya, apalagi mikirin mantannya orang #ups. Semakin hari semakin yakin tuh bisa sampai ke Danau Labuhan Cermin, Kalimantan Timur. Ngayalnya sih udah oke banget, pengen foto di perahu yang ada di danau itu. Biar kaya foto-foto hits di instagram gitu. Atau di Kalimantan Timur kan banyak Pantai tuh, nah minimal baringan deh di pasir pantainya yang putih sambil natap langit. Gak lupa dengerin deburan ombak dan wanginya pantai. Asal jangan sampai ada kepiting nyapit kuping aja, kan gak lucu jadi kebangun dari mimpi.

Singkatnya Impian itu terwujud. Menang lomba blog buat ngeresensi Buku ‘Laris Manis Bisnis Wisata Halal yang diadakan oleh Cheria Travel. Hadiahnya tour gratis ke Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Memang enggak ke Danau Labuhan Cermin, tapi ini pun udah deket banget sama lokasi yang diimpikan. Pastinya malah lebih bersyukur karena bukan satu destinasi aja yang dikunjungi, kalau kalian baca itinerary-nya pasti senang banget. Kalem, ini bukan undian lottre jadi senangnya cukup dengan mengucap Hamdalah dan sujud syukur. 



“Wih! Pasti keren banget yak blognya sampai bisa menang?” dengan santai saya jawab, biasa aja blognya mah bahkan masih pakai blog yang gak pakai domain waktu itu. Terus kalau ditanya apa resepnya bisa menang gitu? Percaya deh, masih banyak blogger keren yang lebih pantas buat menjawabnya. Kalau dari saya pribadi sih cuma bisa bilang, Menulislah dengan hati, hindari nyalin tulisan orang dan kurangi tulisan alay! Lalu percaya dengan impian dan terakhir doa banyakin.

Di postingan sebelumnya saya udah bahas tentang keberangkatan saya dari Bandar Lampung, buat yang belum tahu kisah sebelumnya bisa kalian baca di sini. Saya melanjutkan perjalanan dari Jakarta menuju Pulau Derawan bersama teman-teman blogger. Setelah sekian jam perjalanan darat dan udara (bukan Avatar lho) akhirnya kami sampai di Berau. Karena udah cukup malam, jadi kami gak berani memaksakan diri untuk menjelajah lautan menuju Pulau Derawan.



Alhasil kami menginap di sebuah penginapan di Berau. Namun sebelum kami ke hotel, Pak Pendi selaku driver kami selama di Berau mengantarkan kami ke sebuah rumah makan. Buat kamu yang terpaksa bermalam di Berau, bisa nih mampir ke rumah makan ini. Atau kalau punya rekomendasi tempat makan lain di berau, silahkan. Oh ya, di rumah makan ini kita bisa ambil makanan sendiri alias prasmanan. Berasa di rumah sendiri kan? Ayo jangan malu-malu makannya. Menunya pun gak terlalu asing dengan lidah kami yang berasal dari Jawa dan Sumatera. Jadi sangat welcome di lidah kami. Yang paling saya ingat adalah tersedianya lalaban alias sayuran mentah yang paling disenangi orang sunda.



Masalah perut selesai, kami pun bergegas ke penginapan. Hotel Millenium menjadi tempat kami melepas lelah setelah perjalanan yang lumayan panjang. Fasilitas dari hotel ini ada Wifi, satu tempat tidur yang bisa menampung 3 orang, AC, TV dan dapat sarapan pagi sederhana. Lumayan, bisa meluruskan badan dan mengembalikan energi untuk persiapan kami di waktu-waktu seru selanjutnya.

Hotel Millenium, Kalimantan Timur-Berau


Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu, di tempat inilah kita akan berpetualan mengarungi lautan menuju Pulau derawan yang kita impikan. Lama perjalanan dari Berau ke Tanjung Batu sekitar 2,5 sampai 3 jam. Sepanjang perjalanan mata saya dimanjakan dengan suguhan hutan, rumah penduduk khas Kalimantan, kehidupan masyarakat berau dan pemandangan Sungai Segah. Ada yang tak biasa bagi mata saya ketika melihat ada kapal besar seukuran kapal Feri yang berlayar di sebuah sungai, aneh saja bagi saya karena biasanya saya melihat atau bahkan naik kapal sebesar itu di lautan bukan di sungai. Hehe.

Selain Sungai Segah hal lain yang menarik perhatian saya adalah hutan. Yups, ada yang membuat hati saya sedih ketika melihat sebagian hutan di Kalimantan Timur rusak atau gundul. Semoga kedepannya ada upaya untuk mereboisasi hutan-hutan di Kalimantan, baik dari pemerintah maupun dari masysrakatnya sendiri. Tolong sama-sama jaga hutan kita ya, Sob! Indonesia, khususnya Kalimantan Timur itu sungguh indah bila lestari. Curhat soal kondisi alam Indonesia ini sungguhan, udah berasa kan seriusnya?

Kontur jalan di Kalimantan kurang lebih sama seperti di Sumatera, diselingi dengan tanjakan yang cukup pajang dan setelahnya turunan. Asik banget kalo dibawa enjoy, anggap saja lagi main rollcoster. Suasana sepanjang perjalanan di Kalimantan sangat recommended buat kalian yang mungkin lelah dengan aktivitas kota atau kurang piknik seperti saya. Di sini saya jarang lihat atau malah mungkin gak ada bangunan-bangunan tinggi dan polusi kendaraan yang berlebih. Jadi bisa bayangin dong gimana relaksnya trip kami waktu itu.



Lanjut, sebentar scroll dulu ke atas. Lupa tadi sampai mana perjalanannya, hehe. Nah, setelah sampai di Tanjung Batu kami bersiap deh buat nyebrang pulau. Oh iya jangan lupa beli tiket dulu ya, Sob. Beli tiket di tempat resmi, biar aman dan terdata. Kita kan gak pernah tahu kedepannya, misal ada musibah (Jangan sampe, ya Robb) jadi kan penanganannya lebih mudah. Selain itu kita juga dilindungi asuransi.



Kapal motor alias spit milik Pak Hasan sudah menderung, pertanda kami harus segera memulai petualangan di lautan. Beberapa kali naik kapal Feri dan kapal cepat untuk menyebrang Selat Sunda, namun kali ini agak berbeda. Terombang ambing di tengah lautnya lebih terasa. Seru, meski awalnya sempat worried. Kali ini saya memutuskan untuk tidak berimajinasi, yang terpenting adalah menikmati perjalanan. Pak Hasan ini cukup lihai mengendalikan spit sehingga saya yang sempat takut pun menjadi percaya bakal aman sampai tujuan.



Tak jarang saya, Teh Evrina dan Okka berteriak ketika spit yang kami tumpangi melayang lebih tinggi di atas permukaan laut. Kalo Kang Ali dan Khairul mah terlihat santai aja sambil foto-foto. Wajarlah ya namanya juga cewek, gak seru kalo gak pake ekspresi heboh. Haha. Lama perjalanan dari Tanjung Batu ke Pulau derawan sekitar 30 menit – satu jam. Kalian tahu apa yang membuat saya senang? Yups! Saya girang banget ketika mulai terlihat pucuk-pucuk pohon kelapa dan barisan cottages tepi pantai yang cozy. Itu artinya Pulau Derawan sudah di depan mata.



Alhamdulillah. Beruntung banget menurut saya, karena kami dapet penginapan yang langsung menjorok ke laut, jadi kalo salah satu dari kami ada yang galau bisa deh nyemplung kalem bareng penyu. Siapa tahu nemuin spesies baru ikan citul yang gak ada di kali deket rumah. Penginapan yang kami diami saat itu namanya Penginapan 88. Menurut penilitian saya (elah gaya bener) Penginapan 88 ini bisa jadi pilihan kalian buat yang mau ke Pulau Derawan, Kalau soal harganya saya sendiri kurang tahu, karena semua udah di-cover sama Cheria Travel. Mungkin solusinya kalian bisa tanya dan nego langsung sama mereka ketika kalian sampai di Derawan. Tenang, warga Derawan orangnya ramah-ramah. Asal kitanya juga ramah.

Saat petama kali menghirup udara derawan, hembusan nafas selalu diiringi dengan ucapan syukur. Lelah selama perjalanan rasanya terbayar sudah dengan indahnya pesona Pulau Derawan ini. Bagi kami mendokumentasikan segala sudut yang ada di sekitar penginapan Pulau Derawan ini gak ada bosannya.



Jika suatu saat kalian berkunjung ke Derawan, coba deh duduk di pinggiran dermaganya. Angin pantai seolah seirama dengan beningnya air laut yang kami lihat dari atas dermaga. Kalau kalian beruntung, kalian akan menemukan penyu-penyu besar memperlihatkan kepalanya ke atas permukaan untuk menghirup oksigen. 

Jernihnya air laut di sekitar penginapan kami

Pak Hasan dan istrinya sudah menyiapkan apa yang sekiranya kami butuhkan. Hari ini rencana kami adalah snorkeling di beberapa tempat. Namun sebelumnya kami istirahat sebentar sekalian bersih-bersih dan makan. Oh ya, Sob... tempat kami bermalam di Pulau Derawan ini memang nyaman. Fasilitas dalam satu kamar terdapat dua tempat tidur, AC, kamar mandi di dalam dan ada pintu belakang atau ruang kecil yang bisa kita gunakan buat jemur apapun yang perlu dijemur. Satu hal yang bikin kepo saya dan Okka waktu itu, kami penasaran kemana larinya air dari kamar mandi. Apa iya langsung nyemplung ke laut? Kan agak horror kalau begitu. Alhasil, saya yang penasaran pun sampai nunduk-nunduk mencari tetesan air kamar mandi itu ngalir kemana. Ya, meskipun terdengar sedikit konyol sih. Ah! Intinya para penduduk ini keren lah, bisa rapih dan gak mengeruhkan air laut.

Cottages Pulau Derawan

Selesai salat dan leha-leha, kami pun melanjutkan kegiatan yakni snorkeling. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Taman si Billy. Bagaiaman keseruan kami berenang bahkan menyelam di Taman si Billy? Next, bakal diupdate lagi cerita seru kami menulusuri Pulau Derawan, Kalimantan Timur.


Continue reading Perjalanan Seru Berau-Pulau Derawan

Tuesday, July 4, 2017

Latsar Bela Negara BPJS Kesehatan 2017



Pengalaman mengikuti Latsar (Latihan Dasar) bela negara BPJS Kesehatan ini sebenarnya adalah cerita adik saya, karena dia sok sibuk #eeh… Jadilah saya sebagai kakaknya yang merangkum cerita serunya. Maklum, dia memang sibuk dengan tanggung jawab kerjaannya untuk melayani masyarakat, apalagi setelah Latsar.

Jadi awal mula cerita ini ketika ada pengumuman loker BPJS Kesehatan, adik saya maju mendaftar karena waktu itu kebetulan yang dibutuhkan cuma perawat. Saya yang kuliahnya di jurusan berbau komputer terpaksa mundur perlahan dan gak ikutan nyerahin lamaran, hiks.

Setelah dinyatakan diterima, dia belajar sekaligus bekerja kurang lebih selama enam bulanan. Istilahnya masih CaPeg alias Calon Pegawai. Kalau dibuat persenan dia masih 80% bergabung di keluarga besar BPJS Kesehatan yang dulunya bernama Askes.

Setelah sekian lama menjadi Capeg, akhirnya tiba waktunya dia untuk mengikuti program wajib Latsar bela negara BPJS Kesehatan. Awalnya lumayan gupek adik saya dan keluarga, bingung apa aja yang mau dibawa ditambah bayangan-bayangan lelahnya mengikuti latsar abdi negara. Karena sepengetahuan kami latsar ini mirip-mirip dengan pendidikannya TNI. Kebayang dong gimana beratnya?

Pelajaran lagi buat kita bahwa apapun yang akan terjadi kedepannya ada baiknya untuk tidak terlalu dicemaskan dengan imajinasi yang belum pasti, karena pada akhirnya kita sendiri yang rugi. Daripada mengembangkan rasa takut lebih baik menggali informasi yang banyak perihal apa yang akan kita hadapi, apalagi sekarang sudah semakin mudah dengan adanya internet. Sayangnya waktu itu pengetahuan kami tentang latsar masih minim dan di internet pun masih jarang kita jumpai postingan blog mengenai pengalaman ikut Latsar BPJS Kesehatan.

Singkat cerita persiapan tempur menghadapi Latsar telah selesai. Dengan membawa tiga tas, dirasa cukup ringkas untuk perbekalan selama 40 hari Pelatihan Dasar berlangsung.




Keesokan paginya, usai pamit dengan kami adik saya pun meluncur ke markas Rindam Jaya di Jakarta kalo gak salah. Memang ini markas TNI sih ya, jadi orang-orang yang masuk ke gerbang Rindam Jaya memang orang-orang yang mental dan fisiknya harus kuat. Baru masuk aja udah ada tulisan yang bikin baper kaya gini, “Siapkan Mental dan Fisik Anda”



Berasa kaya mau naik kora-kora di Dufan aja. Tapi bener deh yang harus kita lakukan saat melihat tulisan itu adalah tetap tenang dan tegar. Tunjukkan bahwa kalian adalah pribadi yang kuat, apalagi yang biasa kuat nge-jomblo atau kuat sering ditinggal kekasih #eaa.

Sesampainya di markas pelatihan, jangan berharap bisa leha-leha lurusin kaki. Di markas pelaksanaan Latsar bela negara, adik saya dan teman-temannya diperiksa barang bawaannya. Dan ternyata bawaan adik saya lumayan banyak yang dikeluarkan alias sia-sia. Memang tujuan dari latsar ini adalah mendidik mental calon pegawainya untuk gak manja, jadi semua serba dibatasi untuk dibawa ke tahap latihan selanjutnya.




Jadi apa aja sih yang perlu dibawa saat menghadapi Latsar BPJS Kesehatan ini? Ambil simpelnya aja bawa pakaian dan aksesoris penting secukupnya, buat perempuan jangan lupa bawa pembalut pastinya, bawa obat-obatan, bawa alat salat, bawa perlengkapan mandi dan mencuci, bawa makanan pun secukupnya karena terlalu banyak pun akan disuruh keluarkan dan yang paling penting buat Capeg perempuan mending urungkan niat bawa perlengkapan rias wajah, karena pastinya kalian sudah tidak memikirkan lagi soal penampilan.

Pada Latsar BPJS Kesehatan ini kalian akan merasakan dua fase. Fase pertama kalian akan di latih mental dan fisiknya di markas TNI Rindam Jaya. Fase kedua kalian akan masuk ke dunia bertahan hidup sebenarnya yakni menyelusuri hutan dan mendaki gunung seperti seorang prajurit.
Untuk fase pertama kamu akan dilatih di Rindam Jaya bersama para kapten gagah TNI, bukan cuma yang laki-laki saja lho yang cekatan, para TNI perempuan pun gak kalah hebat. Di fase ini kalian diajar banyak hal, mulai dari hal yang terlihat mudah seperti membawa senjata sampai ke tahap kalian mencoba atraksi SNAPLING, itu loh kegiatan merayap atau mendaki medan dengan ketinggian tertentu.



Lalu gimana kalau ada yang takut ketinggian? Dari yang saya dengar kegiatan ini sepertinya hal yang wajib dilakukan buat para peserta Latsar. Soalnya adik saya yang gak mau dan takut pun tetap melakukan SNAPLING. Berulang kali dia mencoba dan yang ada dia malah ketagihan! Ampuun dah, katanya malah seru. Nah, jadi buat kalian yang baru pertama melakukan SNAPLING jangan khawatir. Kuncinya adalah tenang dan berpikir positif bahwa kalian akan baik-baik saja. Jangan lupa doa di setiap aktifitas.

Apalagi sih kegiatan di markas TNI? Tenang, buat kalian yang berjiwa petualang pasti malah senang dengan adanya kegiatan ini. Kegiatan selanjutnya adalah baris berbaris dan latihan-latihan lainnya ala-ala TNI. Tapi jangan khawatir, usaha kalian buat menyelesaikan misi Latsar ini masih jauh di bawah kerasnya latihan para anggota TNI. Yang terpenting sih jaga kesehatan, atau kalaupun udah dirasa gak enak badan buru-buru minum obat dan banyakin minum vitamin. Kalau ada waktu istirahat usahakan untuk langsung istirahat, karena waktu kalian benar-benar sempit buat sekedar chat sama pacar atau main game online hehe.






Satu info yang tertinggal, jadi selama kalian mengikuti latsar bela negara BPJS Kesehatan, handphone kalian akan disita sementara. Yah, terus gak bisa kabar-kabaran dengan keluarga dong? Tetep bisa, hp kalian akan dikembalikan setiap dua minggu sekali. Nah di situlah kalian diberi sedikit kebebasan waktu buat melepas penat sebentar. Ada yang jalan-jalan ke Mall atau sekedar mampir ke warteg demi menyenangkan lidah dan memuaskan perut.

Setelah masa pelatihan, fase lanjutannya adalah kalian akan dibawa ke gunung untuk menerapkan ilmu-ilmu yang sudah didapat di masa pelatihan. Ngapain aja sih di sana? Sedikit bocoran, kegiatan di alam ini gak selama waktu pelatihan kok, cuma itungan hari. Tapi ingat, jangan terlena dengan sebentarnya. Justru di sinilah kalian akan diuji ketahanan mental dan fisiknya. Yang pasti kegiatan kalian di fase ini mirip-mirip dengan kegiatan para anggota TNI yang sedang bertugas di alam. Pahit-pahitnya kalian akan diberi bekal beberapa bungkus mie dan singkong. Untuk cara memasaknya, kalian sendiri yang cari jalan. Tenang, ini masih belum seberapa sulit ketimbang kalian disuruh makan daging ular. Memang ada? Ada, tapi ini buat yang mau-mau aja sih yang saya tahu.

Kalau sudah terjun ke alam terbuka gini pesan saya cuma dua, jangan sombong dan jangan pula terlalu takut. Hindari melamun, ya you know namanya gunung dan hutan pastinya banyak makhluk tak kasat mata. Kalau ada sesi ditakut-takuti seperti berada di rumah hantu maka fokus adalah kalian harus sadar bahwa atribut atau hantu-hantu yang ada itu adalah bohongan. Minimal kalian bisa mempersiapkan mental untuk gak terlalu takut, tapi juga inget gak boleh sombong. Dijaga setiap tindakan dan ucapan kita. Oh iya, kalian juga harus selalu solid terhadap anggota kelompok masing-masing. Makan satu makan semua, jalan pun usahakan beriringan. Selalu biasakan hitung anggota kalian masing-masing setiap selesai kegiatan. Takutnya berkurang, atau yang ekstrim malah bertambah (hehe gurau).

Nanti akan tiba dimana kalian akan kembali bersyukur karena telah menjalankan latsar ini dengan baik. Ketika predikat lulus latsar ada di genggaman kalian, pasti kalian akan kangen dengan suasana latsar. Lalu apa yang kalian dapat dari kegiatan latsar ini? Intinya kalian dididik untuk memiliki jiwa pemimpin, petualang, pemberani, setia kawan, dan mental-mental baik lainnya yang mungkin gak akan kita dapatkan kalau kita gak ikut Latsar  Bela Negara BPJS Kesehatan ini.




Mungkin cukup sekian share info seru seputar Latsar BPJS Kesehatannya. Kalau ada kurang-kurang kata atau kesalahan presepsi mohon diberitahu. Tulisan ini gak ada maksud menggurui atau maksud menakuti. Hanya ingin men-share sedikit tentang persiapan latsar, karena pengalaman adik saya waktu itu adalah sukup sulit mendapatkan info atau gambaran tentang latsar di internet. Salam sukses dan syukur buat kita semua. Semoga selalu Allah berkahi kesehatan dan keselamatan buat kita semua dalam melakukan apapun. Aamiin.





Continue reading Latsar Bela Negara BPJS Kesehatan 2017