Saturday, June 24, 2017

Rindu Ramadhan



Hari ini adalah hari terakhir kita berpuasa. Dua pertanyaan yang dirasa paling tepat dilontarkan kepada masing-masing diri. Pertama, bagaimana perasaan kita saat Ramadhan benar-benar pergi meninggalkan kita? Akankah ada rasa kehilangan? Atau malah merasa sangat senang dengan berakhirnya bulan indah ini?

Adakah di antara kita yang memaknai bulan Ramadhan sebagai bulan penyiksa perut dan kerongkongan? Apa cirinya? Cirinya adalah puasa kita masih ada yang bolong-bolong bukan karena alasan yang diperbolehkan agama untuk membatalkannya.

Lalu di mana letak perasaan bersalah kita? Ditinggal oleh bulan Ramadhan mungkin saja sujud syukur lebih banyak dilakukan. Bukan, bukan karena saya pribadi telah sempurna ibadahnya, namun ada rasa risih sekaligus miris bila seorang yang katanya dewasa tetapi untuk sekedar mehan lapar dan haus pun seperti diberi ujian terberat di dalam hidup. Memangnya ada? Ada, menulis tanpa mendapatkan data atau bicara fakta rasanya kurang baik.

Benar bila dikatakan bahwa jika kita bergaul dengan penjual minyak wangi maka akan tertular wanginya meskipun sedikit, begitupun sebaliknya bila kita terlalu saling memaklumi aau bahkan terlibat dalam pergaulan kelompok pembuat besi, maka mau tidak mau aroma tubuh kita akan sama seperti mereka.

Artinya, bila ingin baik maka usahakan koneksi pergaulan kita baik. Sama halnya dengan puasa Ramadhan, tak jarang orang dewasa malah terlalu sering mengeluh saat diri menahan lapar dan dahaga, bagaimana dirinya disuruh untuk menahan emosi kalau hal mudah saja tidak mampu dikerjakan. Apa yang pantas untuk dibanggakan dengan status dewasa kita? Jabatan, pekerjaan dan segala macam rizki yang Allah berikan rasanya tak berimbang sedikitpun dengan ikhlasnya kita menjalankan segala kewajiban sebagai hamba-Nya.

Pertanyaan kedua adalah apakah ibadah kita selama bulan Ramadhan ini telah baik? Baik dalam artian apakah ngaji kita menjadi lebih banyak ayat yang dibaca? Kenapa ayat? Karena sudah mampu membaca satudua ayat Al-Quran di zaman yang serba sibuk ini pun sudah bagus. Sibuk yang mungkin lebih banyak dibuat-buat. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung menjemput segala pahala berlimpah di bulan ini.

Mungkin kita akan merasa benar-benar kehilangan waktu-waktu berharga kita di bulan Ramadhan ketika umur kita berakhir sebelum bula suci ini datang kembali di tahun-tahun berikutnya. Bukankah nasihat terbaik dan tertelak adalah kematian? Lantas haruskah kita merasakan kematian terlebih dahulu? Kalau saya dengan tegas mengatakan tidak, saya ingin nasihat terbaik saya adalah Al-Quran sepanjang hidup.

Bila kita mau sedikit berpikir, berapa banyak saudara saudari kita yang Allah panggil sebelum datangnya bulan Ramadhan tahun ini, atau ada juga yang umurnya sampai di bulan Ramadhan, namun sebelum bulan ini berakhir Allah katakana BERHENTI. Bagaimana bila seruan untuk berhenti tersebut datang pada kita? Sudahkah kita siap? Semoga bila waktunya telah tiba, Allah siapkan segala bekal kita untuk di akhirat kelak. Aamiin ya Robb.

Yuk sama-sama saling mendoakan untuk kebaikan hati dan ibadah kita di sisa waktu yang Allah berikan. Minal aidin walfadzin, mohon maaf lahir dan batin.

4 comments:

  1. Rindduu ramadhaaan mbaak jadinya. . Hmmm cepet banget ramadahan berlaluu 😥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang indah emang selalu berasa cepat Mba. Semoga kita dikasih kesempatan lagi buat beribadah di bulan ramadhan selanjutnya, aamiin ya Robb..

      Delete
  2. Saya merasa belum maksimal ibadahnya di Ramadhan kemarin mbak, masih banyak yang belum dikerjakan dengan baik.

    Kita hanya bisa berdoa semoga Allah masih memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan lagi tahun depan yaa, aamiin.. aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Mba, saya jg merasa bgt.. Tp ada baiknya kita merasa seperti itu, jadinya kita gak mudah puas buat terus ibadah dan gak sombong..

      Aamiin ya Robb, semoga masih ada waktu ya Mba

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak, Teman. Gunakan bahasa yang baik agar silahturahmi dan diskusi kita menyenangkan. Saya pun akan berkunjung balik ke Blog kalian. Tolong untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima Kasih :-)