Thursday, June 22, 2017

Berlibur ke Pulau Derawan (Bandarlampung-Berau)



Sedikit info asal usul bisa nge-trip ke Pulau Derawan bukan karena saya memiliki banyak uang, tetapi karena saya punya banyak impian yang dilarungkan dalam setiap doa. Modalnya percaya bahwa saya bisa merasakan naik pesawat untuk berpetualang ke surga dunia milik Allah SWT. Atas campur tangan Allah melalui hamba-Nya saya akhirnya bisa terbang ke Kalimantan Timur, terima kasih sekali lagi Pak Cheri. Singkatnya saya memenangkan sebuah kompetisi menulis yang diselenggarakan oleh #CheriaHalalHoliday beberapa waktu yang lalu dan hadiahnya berupa paket wisata ke Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Alhamdulillah, it’s amazing!

Bandara Radin Intan-Lampung
Peta ala Dora the Ekplorer

Tanggal 1 maret 2017 jam 18.30 WIB saya terbang dari Bandara Radin Intan II ke Jakarta, bergabung bersama teman-teman blogger lainnya untuk memulai perjalanan kami ke Pulau Derawan. Jangan ditanya gimana perasaannya saat naik pesawat pertama kali, takut? Ehm sedikit sih, selebihnya bahagia. Langsung cerita pas udah di dalam pesawatnya aja ya, Sob. Pesawat ceritanya mau lepas landas nih, kata yang udah pernah naik pesawat kuping kita akan terasa sakit kalau belum biasa.

Tiket pesawat Lampung-Cengkareng

Tapi bukan itu yang menjadi pusat perhatian saya. Agak konyol sih, yang ada dalam otak saya saat itu adalah memperhatikan segaris lurus kursi penumpang. Saya pernah nonton cuplikan film zombie di pesawat dan parahnya alam imajinasi saya mulai agak ngeselin menghubungkan itu film dengan situasi saya saat itu. Gimana kalau tiba-tiba ada satu orang yang terinfeksi virus zombie di pesawat ini, terus dia berubah liar dan mulai mengamuk dan menginfeksi banyak orang. Pramugari-pramugari cantik yang lagi asik-asik kasih intruksi cara pakai baju pelampung dan mengingatkan biar baju pelampung gak dibawa pulang tiba-tiba diterkam zombie dari belakang. Penumpang pun panik dan akhirnya ambil baju pelampung buat dipakai dan dibawa pulang. Gawat gak tuh? Semua intruksi jadi kacau balau. Repotnya siapa nanti yang disuruh bayar denda baju pelampung yang dibawa kabur? Gak mungkin kan semua penumpang disalahkan, lebih gak mungkin lagi para zombie yang disuruh bayar denda. Apa gak kacau rencana liburan kita, lima sekawan?



“Mba, Handphone-nya bisa tolong dimatikan?” seorang pramugari membangunkan dunia imajinasi saya. Untung gak sampai teriak ada zombie di pesawat. Alhamdulillah, cuma bayangan konyol saya saja tentang si zombie. Hihi. Sebenarnya HP pun sudah saya atur ke mode pesawat dan gak saya mainkan, karena fokus saya ke khayalan konyol tersebut makanya sampai lupa buat masukin handphone ke tas. Selesai bahas si zombie yang sebenarnya gak penting. Pesawat pun mengangkasa, siap berkumpul bersama lima sekawan di Bandara Soekarno Hatta.



Sampai Jakarta ternyata pesawat yang akan mengangkut kami ke Balikpapan mundur ke jam 12 siang keesokan harinya. Untung Kakak saya yang biasa saya panggil Uni setia meladeni sedikit kegundahan saya via WA. Sampai akhirnya saya putuskan untuk bermalam di rumah sahabat koplakers saya bernama Nita Rianda di Cibinong. Terima kasih Uni Nur Alimarni dan Mamih Nita, semoga kebaikan kalian Allah balas berlipat ganda. Aamiin ya Robb.

Karcis DAMRI Cibinong-Bandara Soeta dan sebaliknya

Malam pun berganti pagi dan ini saatnya petualangan kami dimulai. Berangkat dari Cibinong ke Bandara Soeta menggunakan Damri Bandara yang nyaman. Gak terlalu takut ketinggalan pesawat karena memang udah siap berangkat dari rumah Nita pagi-pagi sekali. Terima kasih banyak Ibu dan Bapaknya Nita, semoga Allah limpahkan sehat buat keduanya. Di dalam DAMRI saat itu cuma ada tiga penumpang, saya dan seorang ibu beserta anaknya yang akan mengudara ke Padang. Sambil menikmati pagi, saya melemparkan pandangan ke luar jendela bus DAMRI yang saya tumpangi. Belum terasa penuh jalanan Jakarta di waktu pagi, masih sama seperti beberapa tahun lalu saya merasakan hiruk pikuk kota Jakarta dengan gedung-gedung menjulangnya. Skip, gak perlu terlalu panjang lebar membahas Jakarta. Khawatir gak selesai nanti ceritanya. Kan gak asik cerita liburan jadi konflik politik. Hehehe. Lanjuuuuuut. 



Setelah sampai di Bandara Soeta saya akhirnya dapat berjumpa dengan keempat partner saya selama liburan di Pulau Derawan. Ada Okka, Mba Evrina, Kang Ali Muakhir dan Khairulleon. Oke, semua personel nge-trip udah lengkap. Dengan tas traveling masing-masing, kami siap menghabiskan baju untuk menjejaki langkah demi langkah alamnya Pulau Derawan.

Sambil menunggu waktu keberangkatan, kami menyempatkan diri untuk berpose. Bukan karena kami yang overdosis narsis, tapi memang begitulah bakat alami seorang travel blogger. Ada tempat yang unik dikit foto, gak ada pun kalo tempatnya perlu diabadikan tetep difoto. Komen klasiknya buat dokumentasi di blog lho, bukan tanpa tujuan sekedar eksis aja. Alasan! hihi.  

Eksis di Bandara Soeta

Bording Time kami semakin dekat, kami pun bergegas masuk ke pesawat. 2 Maret 2017 adalah awal perjalanan kami menuju tempat impian yakni Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Gak cukup sampai di sini cerita menarik kami, karena perjalanan kami yang masih teramat panjang untuk sampai di Pulau Derawan itu sendiri. Transit di Balikpapan kemudian melanjutkan perjalanan ke Berau. Saat kami transit di Balikpapan tepatnya di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, rasanya rasa lelah selama perjalanan kami dari Jakarta cukup terbayar. Pasalnya di tempat kami transit kali ini bandaranya sanga bersih. Pantulan cahaya lampu ke lantai bandara seolah menambah pesona megah dari bandar udara ini. Andai semua bandar udara dan tempat-tempat umum semengkilat ini, yakin deh para penggiat travel bakal betah gelesoran di lantainya (glesoran, bahasanya enggak banget haha).

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Sampai di bandara ini kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk berpose. Ya, sepertinya setiap tempat sangatlah penting untuk diabadikan bagi seorang travel blogger seperti kami. Tapi tenang, buat kalian yang masih malu-malu berpose seperti halnya saya, kalau kalian punya teman-teman yang sangat antusias foto cepat atau lambat kebiasan eksis itu akan tertular juga kok, hehe.

Wajah-wajah lelah

Waktunya untuk mengurus tiket transit menuju Berau. Suasana Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman saat itu tidak terlalu ramai, namun tepat biasakan untuk tertib dengan cara mengantri. Karena waktu keberangkatan kami masih agak lama, alhamdulillah kami masih diberi waktu istirahat dan mengerjakan salat.

Antri ngurus tiket transit ke Berau

Mendekati waktu keberangkatan, kami bergegas menuju pesawat yang ukurannya lebih kecil dari pesawat sebelumnya. Sebelum pesawat membawa kami mengangkasa, seperti biasa kami mengambil beberapa foto buat dokumentasi blog (halah, alasan! haha)



Dirasa telah cukup bereksis ria, saatnya masuk pesawat dan merapal doa agar nantinya kami selamat saat mendarat di Berau. Yeh, akhirnya langkah kaki kami semakin dekat dengan Kepulauan Derawan. Pulau cantik yang pantas dibanggakan negara kita karena telah memilikinya.



Sampai di Berau kami masih memburu waktu agar sampai tempat peristirahatan tidak terlalu larut malam. Untung kami punya driver yang sabar membawa kami dengan selamat ke tempat tujuan. Alhamdulillah. Cerita selengkapnya bakal diupdate lagi nanti. Biar kalian makin penasaran dengan perjalanan kami ke Derawan Island bersama Cheria.




12 comments:

  1. Senangnya yaa...dpt berkah ngeblog. Br ngerti klo pulau Derawan itu di Kalimantan.. Sering denger, tp nggak ngeh aja awalnya .☺☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah seneng banget Mba, gak nyangka hehe.. Iya aku jg br tahu kalo ternyata Derawan itu di Kaltim dan Indah banget :-)

      Delete
  2. Ngakak banget deh baca yang bagian imajinasi zombie 😂😂😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan ikut dibayangin Mas, ngelanturnya parah itu mah hehehe

      Delete
  3. Wah senangnya jadi travel blogger
    Wah sama mas Ali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Mb Wid hehe
      Iya sama Kang Ali dan beberapa teman blogger lainnya

      Delete
  4. Foto Pulau nya teh mana?
    barangkali menginspirasi kesana juga,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, ini ceritanya berseri.. Jangan lupa mampir di postingan selanjutnya ya

      Delete
  5. Wihhh Derawannnn.... impian saya pengen bisa kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Masnya bisa sampai juga ke sana, Aamiin

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak, Teman. Gunakan bahasa yang baik agar silahturahmi dan diskusi kita menyenangkan. Saya pun akan berkunjung balik ke Blog kalian. Tolong untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima Kasih :-)