Monday, August 28, 2017

,

Lima Hal Menarik dari Daerah Istimewah Yogyakarta



Saya anak Indonesia mencintai Yogyakarta dengan naluri kebangsaan. Meski tak pernah menetap, lahir di sana atau sekedar mampir untuk berwisata, saya tetap merasa bahwa saya adalah anak Yogyaakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta dijuluki sebagai Kota Pelajar, rasanya memang sangat pantas. Selain karena pengertian secara umum sebagai kota pelajar, saya menyadari satu hal bahwa Yogyakarta adalah kota yang dapat kita jadikan sebagai sarana menimba ilmu. Mulai dari ilmu budaya dan keramahan kotanya, ilmu alamnya, ilmu peningkatan ekonomi masyarakatnya, serta ilmu-ilmu lain yang dapat menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi lebih baik lagi dengan prestasi kotanya.

Pertama kali jatuh cinta dengan Yogyakarta adalah ketika mendengarkan kisah orang tua saya yang kebetulan dulunya menjalani masa pendidikan di Salatiga. Beliau tidak melewatkan kesempatan untuk singgah di kota istimewa ini. Doa dan harapan saya pun langsung melejit, semoga sesegera mungkin Tuhan izinkan saya untuk mengeksplore setiap tempat yang ada di kota Yogyakarta.
Berikut lima alasan saya mengapa selalu ingin berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta,


Hal utama yang membuat seseorang berkenginan kuat untuk mengunjungi suatu tempat biasanya karena ramahnya penduduk lokal di daerah tersebut. Menurut saya keramahantamahan masyarakat Yogyakarta adalah alasan kuat saya semakin ingin untuk mengunjungi tempat ini.

Semakin berkiprahnya Yogyakarta dalam hal pariwisata, tentu menambah jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia, terutama di Yogyakarta. Secara langsung menjadikan slogan menjadi Jogja menjadi Indonesia pun menjelma makna bahwa daya tarik Yogyakarta merupakan sumber devisa negara Indonesia.

Kermahan Masyarakat Jogja (Sumber foto: Google)

Yogyakarta selalu ramah menyambut para turis asing yang sengaja berkunjung untuk menikmati indahnya alam Yogyakarta. Logikanya, bila turis asing saja disapa ramah apalagi dengan turis lokal. Benar tidak?


Dari zaman sekolah, saya selalu ingin tahu lebih banyak tentang kebudayaan tiap-tiap daerah. Tak terkecuali dengan nilai budaya yang sakral dari upacara-upacara adat yang ada di Yogyakarta seperti upacara grebeg mauludan, nguras enceh, sekaten, tumplak wajik, upacara labuhan dan masih banyak lagi. 

Upacara adat yang ada di Jogja


Nantinya, upacara-upacara seperti ini akan diwarisi kepada generasi-generasi berikutnya di Yogyakarta. Berharap nilai-nilai budaya dari upacara-upacara adat di Yogyakarta tersebut tak hilang ditelan waktu.



Selain alasan ramahnya masyarakat Yogyakarta dan upacara adat yang kaya dengan makna budaya, saya tertarik untuk mengunjungi Yogyakarta karena keunikan dan nilai sejarah dari bermacam-macam candi yang ada di Yogyakarta.

Candi-candi yang ada di Jogja


Nantinya, ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, saya sudah siapkan daftar candi yang akan saya jelajahi yakni Candi Ijo, Candi Kalasan, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Prambanan dan lain-lain.



Kecantikan alam Yogyakarta sekiranya berhasil meghipnotis saya untuk berkunjung ke kota ini. Mulai dari cantiknya Pantai Parangtritis, menakjubkannya Gunung Berapi, hijaunya pemandangan alam di Kalibiru, eksotisnya tebing breksi serta indahnya malam di Bukit Bintang Yogyakarta.

Keindahan Alam Jogja
Saya yakin, dengan tetap lestari dan indahnya alam Yogyakarta tidak terlepas dari campur tangan Pemerintah Daerahnya serta para warganya. Semoga kebaikan tentang penataan dan pelestarian tempat wisata di Jogja dapat dicontoh oleh semua wilayah yang ada di Indonesia.



Bila kita membicarakan tentang makanan khas Yogyakarta, saya sangat suka dengan yang namanya bakpia khas kota ini. Sekali coba lansung jatuh hati dengan rasanya. Mengapa bisa demikian? Karena bagi saya bakpia khas Yogyakarta ini teksturnya lebih lembut dibanding dengan bakpia lain.

Makanan Khas Jogja

Bukan Yogyakarta namanya bila tak memiliki aneka makanan khas. Suatu saat, jika saya berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, saya sudah siapkan beberapa list makanan khas Yogyakarta yang wajib saya cicipi, seperti getuk, gudek, geplak, jadah tempe, kipo dan lain-lain.

Dari kelima alasan di atas lah yang membuat saya bangga menjadi Jogja menjadi Indonesia. Semoga kedepannya Yogyakarta menjadi semakin istimewa dari segi apapun seperti halnya kemajuan ekonominya, lestarinya budaya, semakin terjaganya setiap tempat yang ada di Jogja, sampai pada mendunianya makanan khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan yang terpenting bagi saya pribadi adalah, bisa segera menginjakkan kaki di Yogyakarta. Aamiin

Salah satu Video tentang Jogja dari MalesBanget.com




Artikel ini diikutkansertakan pada lomba Blog









27 comments:

  1. Bagus mba, artikelnya. Cuma bagian kalimat "menjadi Jogja menjadi Indonesia"
    Yang tidak saya mengerti ,pisssss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo untuk di artikel saya maksudnya saya bangga menjadi bagian dari jogja karena jogja termasuk dalam wilayah Indonesia. Mungkin kurang lebih seperti itu Mas penafsirannya hehe

      Delete
    2. Oh iyayaya mba, kalo langsung nulis begitu enak deh ya mba bacanya, langsung paham :)

      Delete
    3. Hehe Iya Mas, Makasih ya udah mampir baca:)

      Delete
    4. Iya mba, hehe
      Sama-sama. Ntar kapan kapan visit jogja lagi deh. Biar ngerasain yg mba rasain yak

      Delete
  2. Replies
    1. Jangankan Jogja Mas, Lampung saja macet kaya Jakarta hehe..

      Delete
    2. Waduh.. Ke Lampung pernahnya cuman lewat mbak, pas mau ke Jambi.. hehe

      Delete
    3. Oh lewat jalur darat ya, tahun kapan tuh? Udah macet blm wktu itu?

      Delete
    4. Yep.. Pas mau ke Jambi..
      Pertengahan tahun 2015..

      Lancar-lancar aja kok..

      Delete
    5. Alhamdulillah kalo masih lancar hehe

      Delete
    6. Wew.. Gak nyangka kalo di sana bisa macet juga..
      Malah dulu seringnya jalanan malah sepi hlo..

      Delete
  3. Jogja emang istimewa. Selalu di hati. Itu kenapa saya selalu jatuh cinta sama Jogja 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Banget Bu, saya selalu pengen buat berkunjung ke sana. Semoga someday bisa menikmati istimewanya jogja, segera. Aamiin 😍

      Delete
  4. yang pernah saya rasakan kalau ke jogja itu ramah dan kulinernya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bener banget Mas. itu juga yang saya dengar dari cerita ortu saya..

      Delete
  5. Udah lama pengin ke Jogja belum kesampean

    ReplyDelete
  6. Ayoo Mba ke Jogja, InsyaAllah nanti kesampaian hehe

    ReplyDelete
  7. Semua memang terasa selama aku di Jogja, Teh, setiap sudutnya dari kota ini, selalu ada yang bikin aku kangen.. rasanya gak mau ninggalin ini kota..he

    Terakhir ke Jogja kapan, Teh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku Belun pernah ke Jogja dan baca pula artikel di blog Kang Andi tentang Jogja, udah.. tambah pengen aja ke Jogja. Katanya Jogja itu romantis, benar kah?

      Delete
    2. Romantis dan bikin betah, Teh..
      Ayo ke Jogja, Teh, biar tahu ..hehe

      Apalagi sekarang ada Skaten di Jogja, terus masih ada juga JSSP (Jogja Street Sculpture Project) 2017 sampe 10 Januari 2018..

      Delete
  8. Kalo jogja cuacanya kayak di Bandung, saya mau pindah ke sana. Kotanya lebih woles dari Bandung, juga tradisinya masih dijaga. I love Jogja!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuup!Jogja tetap jadi Kita impian. Kotanya pun katanya romantis. Semoga tetap terjaga ya kotanya. Aamiin

      Delete
  9. Wisata ke Jogja memang masih termasuk dengan dana yang terjangkau. Tempat wisatanya pun baru terus dan kulinerannya juga enak2 banget plus cukup murah.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak, Teman. Gunakan bahasa yang baik agar silahturahmi dan diskusi kita menyenangkan. Saya pun akan berkunjung balik ke Blog kalian. Tolong untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima Kasih :-)