Friday, August 25, 2017

,

Explore PT GGP dan PT NTF Lampung



Cerita kali ini bermula dari dua perjalanan menuju Perusahaan sekaligus perkebunan buah terbesar di Indonesia yang berada di Lampung Tengah dan Lampung Timur. Sebelum dimulai ceritanya, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Kepala Bidang PTKDN Disnakertrans Bandarlampung karena telah mengajak saya mengelilingi dua kawasan perusahaan penghasil dan pengekspor buah berkualitas. Kalau Bapak baca tulisan saya ini, sure saya sangat senang bisa dapat pengalaman tempo hari dan gak kapok diajak lagi mengunjungi lebih banyak perusahaan yang berkaitan dengan izin Disnakertrans Bandarlampung, hehe.

Satu hal yang saya sesali, sudah bilang lama dengan Pak Kabid bahwa saya akan menuliskannya di Blog Pribadi, namun terlalu lama membutuhkan waktu untuk segera menuliskannya. Alhasil, banyak foto yang saya ambil di Handphone lama hilang tanpa jejak, padahal sekarang saya sangat butuh foto-foto di dua perusahaan tersebut. Tapi, gak masalah karena saya memang harus menuliskannya agar tak lebih banyak lagi memori yang hilang dari perjalanan seru ke dua perusahaan besar di Provinsi Lampung.

Hari pertama kami berkunjung ke PT NTF (Nusantara Tropical Farm). Tujuan Pak Kabid beserta wakilnya mendatangi perusahaan ini adalah ingin melakukan pengecekkan terhadap urusan izin para Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan di PT Nusantara Tropical Farm. Salut dengan Pak Kabid PTKDN beserta timnya yang mau terjun langsung ke lapangan mengunjungi setiap perusahaan yang ada di Provinsi Lampung, padahal kan bisa saja mereka membuat data fiksi. Kerjaan selesai dan dana yang dikeluarkan pun bisa dipakai untuk hal lain. Tapi, ya… itu tadi kerennya Pak Kabid Disnakertrans ini. Beliau berprinsip, mungkin manusia bisa kita bohongi tapi Allah SWT gak pernah tidur. Lagi-lagi saya berimajinasi, andai semua pemimpin atau kepala di pemerintahan seperti beliau, pasti semakin damai Indonesia. Oke, di-skip dulu saya ngomongin kerennya Pak Kabid Disnakertrans Bandarlampung, karena saya harus fokus cerita soal buah untuk diposting di blog kali ini.

Dua jam setengah kami akhirnya sampai di Kawasan Way Kambas, Labuhan Ratu, Lampung Timur. Dipotong sama minum es cendol pinggir jalan tentunya. Hari itu sinar matahari dirasa cukup terik dan sangat mendukung untuk mampir sejenak meneguk segelas es. Sepertinya dampak dari kabut asap di beberapa daerah di pulau Sumatera cukup berdampak pada panasnya udara di Lampung Timur waktu itu.

Setelah bertemu dengan penanggung jawab PT Nusantara Tropical Farm, kami diantar menuju ruangannya. Ngobrol ngalor ngidul membicarakan urusan utama yakni tentang Tenaga Kerja Asing, dan saya sendiri malah asik mengamati area kantor dari perkebunan Nusantara Tropical Farm ini. Setelah selesai obrolan penting antara ibu-ibu dan bapak-bapak kami pun diajak untuk melihat isi kebun dari PT Nusantara Tropical Farm, dengan menggunakan mobil khusus milik perusahaan, kami diantar mengelilingi perkebunan mili PT NTF.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Berkeliling kebun dengan mobil milik perusahaan


Kalian ada yang pernah makan pisang merk Sunpride? Nah pisang Cavendish ini lah yang dibudidayakan oleh mereka. Dengan rasa yang manis dan lembut daging buahnya.

Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Proses pencucian pisang Cavendish (Sumber foto: IG fahmiarsad)

Perjalanan pertama adalah memasuki kebun jambu kristal. Jadi jambu kristal ini pohonnya pendek, meskipun demikian cita rasa dari jambu tersebutlah yang membuat saya ketagihan untuk mencicipi lagi dan lagi. Tak jauh dari kebun jambu kristal ada sebuah tempat yang digunakan untuk mem-packing jambu-jambu kristal tersebut.  Sambil melihat proses pembungkusan buah saya pun bertanya banyak hal, salah satunya bagaimana memperbanyak tanaman buah dengan waktu yang singkat dan nantinya panen secara bersamaan. Ternyata mereka menerapkan sistem kultur jaringan sehingga umur tanaman yang mereka tanam bisa sama dan lebih praktis untuk menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah yang besar.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Proses Pengemasan Jambu Mutiara


Selain itu yang membuat kami cukup salut adalah ketika kami melihat semua buah di setiap pohon di NTF dibungkus rapih, tujuannya agar perkembangan buah tidak terganggu oleh hama tanaman apapun. Keren, kalau saya sendiri yang bungkusin semua buah di sini, pasti gemporlah tangan ini. Di perusahaan ini pun kami dijamu dengan makan siang penuh buah. Kenapa penuh buah? Karena memang banyak sekali buah-buahan dari mulai mangga, melon, pisang Cavendish, nanas dan lain-lain yang mereka hidangkan untuk kami. Alhamdulillah.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Kebun Jambu Kristal (Sumber Foto: IG brbernadip)


Safari di perkebunan milik Perusahaan NTF ini pun berakhir. Senang karena kami mendapatkan banyak pelajaran dan keinginan, terutama ingin punya bibit-bibit buah unggulan dari sana, namun sayang peraturan yang cupuk ketat yang tidak memperbolehkan kami untuk membawa bibit buah tersebut ke luar area perkebunan. Tak apa, karena kami cukup terhibur dengan membawa pulang pisang Cavendish, jambu kristal dan nanas honi. Pihak perusahaan yang membekali kami oleh-oleh buah dari kebun mereka, terima kasih Bapak dan Ibu.


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
wefie di kebun jambu kristal/ jambu mutiara


Hari selanjutnya Pak Kabid kembali mengajak para staf-nya dan tentunya saya untuk berkunjung ke PT Great Giant Pinapple yang terletak di Terbangi Besar, Lampung Tengah. Sebenarnya PT Nusantara Tropical Farm dan PT Great Giant Pinapple ini masih dalam satu group agro industry terbesar di Indonesia yaitu Gunung Sewu Group. Yang membedakan GGP dari NTF adalah pada perusahaan Great Giant Pinapple ini berfokus pada produksi nanas kalengan atau nanas siap santap terbesar ketiga di dunia yang nantinya produk mereka akan diekspor ke lebih dari 33 negara tujuan. Waktu itu saya dengar, wilayah ASEAN, Jepang, Dubai, Amerika dan masih banyak lagi. Dari info yang kami dapat, produk mereka berupa nanas kalengan tidak dijual di dalam negeri. Atau kalaupun dijual pun berupa produk nanas kalengan yang kurang layak untuk diekspor ke luar negeri, namun bukan produk bekas yang tak layak dikonsumsi. Biasanya terdapat cacat pada kemasan kalengnya. 


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Nanas Kalengan PT GGP (Sumber foto: 


Kalau di perusahaan Great Giant Pinapple ini kami diberi kesempatan mencoba nanas honi yang merupakan nanas andalan mereka. Setelah puas merasakan nanas honi yang manis dan segar, kami dibawa menuju pabrik pengemasan yang pastinya sudah sangat canggih dan sukup bersih. Kami bertemu dengan salah satu perwakilan Tenaga Kerja Asing yang berasal dari Jepang. Saya kira cuma warga Indonesia saja yang bercita-cita kerja di Jepang, di sini lah saya menemukan satu perbedaan mindset saya yang keliru hehe.
Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Panen nanas honi (Sumber Foto: IG ndaefan)



Perjalanan di Perusahaan Great Giant Pinapple pun selesai dan kami melanjutkan kunjungan ke badan usaha lain yang skalanya lebih kecil dari dua perusahaan ini, dan itu membuat saya senang, karena selain senangnya jalan-jalan, banyak ilmu yang saya dapatkan dari kunjungan tak berencana tersebut. Tak berencana itu bagi saya, karena memang biasanya dadakan saya diajaknya. 

Mumpung kami sedang melintas di daerah Terbangi, ada satu lagi hal menarik perhatian kami untuk turun sebentar dari mobil, sebuah warung sederhana di pinggir jalan yang menjual labuh dengan cara unik. labuh-labuh tersebut digantungkan penuh pada pohon, nantinya pembeli tinggal tunjuk saja labuh mana yang ingin mereka beli. Waktu itu kami memutuskan untuk tidak membeli, karena di luar dugaan kami bahwa harga labuh yang mereka jual ternyata mahal. Sayang sekali. 


Memori yang Tercampur dari Perjalanan ke PT GGP dan PT NTF Lampung
Istana Labuh di Terbangi Besar


Sekali lagi terima kasih Pak Kabid karena sudah berbaik hati mengajak saya berkunjung ke dua perusahaan besar di Lampung ini. Semoga Pak Kabid makin banyak rejekinya dan semoga bisa naik jabatan dari Kepala Bidang menjadi Kepala Dinas Disnakertrans yang amanah suatu hari nanti. Aamiin. 


Selanjutnya kemana lagi langkah kaki saya berpijak? semoga, ya semoga lagi... semoga selalu ada manfaat dari setiap kunjungan yang saya lakukan baik untuk diri saya sendiri maupun untuk orang lain.

4 comments:

Silahkan tinggalkan jejak, Teman. Gunakan bahasa yang baik agar silahturahmi dan diskusi kita menyenangkan. Saya pun akan berkunjung balik ke Blog kalian. Tolong untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima Kasih :-)