Friday, June 22, 2018

, , , ,

Mudik Lebaran Nyaman dan Asyik Bersama ASDP




Dari tahun ke tahun ASDP IndonesiaFerry terus memberikan yang terbaik, terutama fasilitas saat momen mudik berlangsung. Berikut sedikit cerita lagi tentang pengalamanku mudik bareng ASDP tahun ini. Pada awalnya aku dan keluarga sudah berniat untuk tidak mudik lebaran tahun ini, karena salah satu keluargaku ada yang sedang sakit. Berpikir pasti repot, takut tak nyaman selama perjalanan atau malah tambah sakit nantinya.

Baca juga: Asyiknya Merajut Asa dan Silahturahmi Bersama ASDP Indonesia Ferry

Hari Idul Fitri pun tiba, kami melaksanakan solat Idul Fitri di mesjid sekitar rumah. Usai salat kami lanjutkan untuk keliling bersilahturahmi dengan para tetangga. Kalau orang-orang biasanya bilang “Ini mudik pertama kali setelah gak mudik bertahun-tahun.” Tapi kalau bagi kami kebalik, “Ini gak mudik pertama kali karena setiap tahunnya pasti mudik.”

Mumutuskan untuk tidak mudik rasanya seperti ada yang kurang, baik itu kurang di kami maupun keluarga besar di Tangerang. Beberapa kali telepon masuk hanya untuk menanyakan “Mudik engga?” padahal kami sudah jelas-jelas bilang engga dan lebaran pun sudah lewat sehari.

Sampai pada hari kedua setelah lebaran, Ibuku tiba-tiba mencetuskan mau mudik. Alhasil kami beres-beres deh buat perlengkapan mudik. Senang bercampur tak sabar menanti hari esok dimana kami akan merasakan kembali suasana mudik lebaran. Kami pun memutuskan untuk ngeteng alias naik kendaraan umum.

Bus ramai saat mudik
Mudik dengan menggunakan transportasi umum
Berangkat sehabis zuhur menuju terminal bus. Cukup padat suasanya, bangku-bangk di bus terisi semua dan bus pun cepat berangkat. Namun lumayan bisa dibilang macet karena bus yang kami tumpangi lebih banyak berhentinya. Sampai kurang lebih tiga jam perjalanan sampailah kami di Pelabuhan Bakauheni. Salah satu dari kami langsung menuju loket untuk membeli karcis kapal ferry.

Antri beli karcis di Pelabuhan Bakauheni
Antri beli Tiket Kapal Ferry di Pelabuhan Bakauheni
Aku yang kebagian tugas menjaga barang bawaan hanya diam dan memperhatikan sekitar. Sekali lagi aku takjub dengan perkembangan fasilitas dari ASDP Indonesia Ferry. Meski masih suasana mudik, tapi tak terlihat ada penumpukan penumpang di loket pembelian karcis. Mungkin karena bisa beli karcis kapal dengan cara online.

Harga Tiket Kapal tahun 2018
Harga Tiket Penumpang Kapal Ferry tahun 2018
Oke, karcis kapal yang berupa kartu sudah berada di tangan masing-masing. Selanjutnya kami memasuki pintu untuk men-tap karcis yang sudah kami beli. Ada lagi kesan nyamannya pelayanan ASDP kemarin yakni petugas lah yang membantu men-tap karcis kapal kami. Mungkin riweh juga kali ya lihat barang bawaan kami hehe.

Tiket Kapal Ferry dalam bentuk kartu
Bentuk fisik tiket kapal Ferry
Kapal yang akan kami tumpangi sedang bersandar, dari kejauahan tampak tempat bermain anak yang berada di bagian paling atas. Tersedia perosotan, ayunan dan aneka permainan lainnya. Beberapa anak kecil yang sedang antri naik kapal bersama keluarganya pun sudah mulai histeris girang, tak sabar untuk mencoba bermain. Alhamdulillahnya lagi adalah semua ruangan free alias gratis. Kami pun tak mau ketinggalan untuk mendapatkan ruangan yang nyaman.

Ruang Lesehan di Kapal Ferry
Ruang Lesahan di kapal Ferry digratiskan pada mudik lebaran 2018
Suasana Ruang Lesehan di kapal ferry
Mudik lebaran penumpang kapal Ferry lumayan ramai

Satu persatu penumpang masuk ke kapal, para petugas kapal sudah bersiap siaga menolong para penumpang yang membutuhkan mereka. Aku juga melihat, ada ibu-ibu yang jalannya lama dan kesusahan melangkah saat berada di jembatan penghubung menuju kapal, para petugas dengan cekatan memegang tangan Ibu tersebut untuk memberikan pertolongan. Sambil berucap “Hati-hati, Bu.” dan senyum terkembang. Pelayanan yang perlu dipertahankan.

Pelabuhan yang ramai saat mudik 2018 tiba
Pelabuhan yang cukup ramai saat mudik tiba
Tak terasa hari sudah memasuki waktu petang. Semburat orange mulai menampakkan wujudnya di ujung langit yang hampir gelap. Sinar matahari, langit gelap dan deburan obak serasa memanjakan para penumpang kapal. Aku juga tak mau ketinggalan untuk mengabadika momen indahnya langit sore di Selat Sunnda meski dengan kamera HP sederhana. 

Suasana indah di kapal Ferry saat sore tiba
Suasana romantis di selat sunda menjelang malam
Sunset di Selat Sunda
Pemandangan sore hari di Selat Sunda
Setelah puas memotret indahnya sunset, aku kembali ke ruang penumpang. Rasa lapar akhirnya membuatku menyerah untuk terus mengeksplor setiap sudut kapal ferry. Kami makan bersama di atas kapal ASDP Indonesia Ferry. Meski menu yang ada sangat sederhana, tapi rasanya sangat nikmat. Alhamdulillah.

Bekal dari rumah
Bawa bekal makanan dari rumah untuk berhemat dan lebih terjangkau kesehatannya
Perjalanan laut pun lancar, akhirnya kapal kami merapat di Pelabuhan Merak. Sebelum menuju bus kami menyempatkan untuk buang air kecil di toilet yang masih berada di arena pelabuhan Merak. Untuk ukuran toilet umum, rasanya cukup bersih meski cukup lama mengantri. Salah satu tips perjalanan jauh atau mudik bagiku adalah tidak terlalu lama menahan buang air kecil. Bila toilet yang ditemukan terlihat kotor maka kita harus sudah sedia tissu basah dan kering supaya tetap terlindungi dari kuman penyakit.

Toilet Umum di Pelabuhan Bakauheni
Toilet umum di sekitar Pelabuhan Bakauheni
Oh ya, berikut tips sederhana yang biasanya keluargaku lakukan sewaktu di kapal:

1.      Bawa bekal makanan sendiri dari rumah, supaya lebih aman dan terjangkau

2.      Bawa minum atau beli minum air putih, karena ke badan berasa lebih seger

3.      Kalau dirasa ngantuk atau boring tapi gak bisa tidur, bisa beli kopi yang dijual di kapal atau bawa sendiri dari rumah

Demikian pengalaman mudik lebaran kami di tahun 2018 ini. Alhamdulillah perjalanan lancar, meski ramai pemudik namun tetap terlayani dengan baik sehingga tidak ada penumpukan penumpang yang terlalu parah, serta berlayar bersama ASDP membuat perjalanan kami nyaman. #AsyiknyaNaikFerry




3 comments:

  1. Saya naksir ruang lesehannya. Tempatnya unik seperti meja perpustakaan, hehehe. Sepertinya nyaman buat istirahat selama perjalanan.
    Saya baru tahu kalau ada kartu penumpang, maklum jarang bisa naik kapal. Kalau naik kapal biasanya juga pakai kendaraan, belum pernah mandiri. :)

    ReplyDelete
  2. Pengen cobain naik kapal lagi. Penasaran aja, kira-kira saya masih mabok laut atau enggak :)

    ReplyDelete
  3. Nggak pernah naik ferry sebelumnya, mabuk laut nggak ya kira2 kalo naik ferry

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejak, Teman. Gunakan bahasa yang baik agar silahturahmi dan diskusi kita menyenangkan. Saya pun akan berkunjung balik ke Blog kalian. Tolong untuk tidak meninggalkan link hidup di kolom komentar. Terima Kasih :-)

Untuk kerja sama berupa content placement, review produk dan lain-lain bisa email ke septiakhoirunnisa24@gmail.com